BMKG Sulsel Prediksi Curah Hujan Lebat Jelang Natal dan Tahun Baru
Senin, 16 Des 2024 22:52
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofiisika (BMKG) Provinsi Sulawesi Selatan telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem dengan hujan lebat jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Foto: dok
MAKASSAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofiisika (BMKG) Provinsi Sulawesi Selatan telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem dengan hujan lebat jelang perayaan Natal dan Tahun Baru pada 18-22 Desember 2024.
Peringatan dini dan edaran tersebut memaparkan bahwa dinamika aimosfer terkini, fenomena ENSO terpantau berada pada fase La Nina Lemah. Dalam laporannya kondisi atmosfer tersebut secara umum berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di Sulawesi Selatan. Memasuki periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 menunjukkan adannya potensi peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Sulawesi Selatan.
Kemudian diprediksi pada tanggal 18 hingga 22 Desember 2024, hujan dengan Intensitas Lebat hingga Sangat Lebat (akumulasi hujan selama 24 jam) berpotensi terjadi di wilayah kabupaten/kota Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar. "Serta Potensi Angin Kencang di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan Sulawesi Selatan bagian selatan," tulis laporan BMKG Sulsel.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Amson Padolo mengatakan bahwa, kondisi seperti ini sudah sering terjadi di wilayah Sulsel.
"Sekarang sudah masuk masa musim hujan, di mana periode ini setiap tahunnya Sulsel selalu ada daerah yang terkena dampak dari bencana hidrometeorologi dan ini setiap tahun, jadi bukan hal yang baru yang kita alami," katanya kepada SINDO Makassar, Senin (16/12/2024).
Kemudian ia mengatakan, kondisi geografis Sulawesi Selatan sesuai pemetaan BPBD Sulsel terdapat daerah-daerah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin puting beliung, dan abrasi.
Ia menuturkan bahwa peringatan dini dari BMKG yang diperkirakan dari 18-22 Desember 2024 untuk daerah tertentu memang dalam status yang memerlukan kesiapsiagaan dan memerlukan tindak lanjut bersama dengan pemerintah daerah setempat.
Lanjut, Amson mengatakan bahwa BPBD Sulsel bersama BPBD kabupaten/kota se-Sulsel telah melakukan monitoring di posko masing-masing. Khusus Kota Makassar sudah menyiagakan tim di beberapa daerah rawan yang sesuai dengan pemetaan.
Kata dia, Sebelum masuk musim hujan, Provinsi Sulawesi Selatan telah mengirim dan memberi bantuan paket logistik yang sesuai dengan kemampuan provinsi ke kabupaten/kota untuk jadi buffer stock.
Amson Padolo yang juga mangan Pjs Bupati Toraja Utara ini mengungkapkan bahwa, BPBD Sulsel sementara ini telah mengirimkan alat pinjam pakai di Kota Makassar dan Kabupaten Maros.
"Kita (BPBD Sulsel) juga telah meminjamkan pinjam pakai beberapa daerah seperti perahu polietilen, untuk Makassar kita siapkan 7 yang disebar di beberapa kecamatan. Kemudian di Maros kita juga telah meminjam pakaikan 1 unit mobil air bersih yang bisa dimanfaatkan apabila kekurangan air bersih," ungkapnya.
Amson melanjutkan BPBD Sulsel juga sudah melakukan kolaborasi apel kesiapsiagaan bersama dengan Balai Pengelolaan Sungai Pompengan, kemudian TNI-Polri juga melakukan berbagai upaya termasuk pembentukkan tim-tim penyelamatan.
Orang nomor satu di BPBD Sulsel itu berharap, penanganan banjir dibutuhkan gotong royong bersama dan diharapkan tidak terjadinya eskalasi besar ke depannya.
"Perlu kita ketahui bersama bahwa dalam penanganan banjir itu kolaborasi semua pihak, jadi sangat diharapkan saling keterpaduan antara Pentahelix yang terlibat. Apabila ada eskalasi yang lebih besar, mungkin kita akan membentuk yang namanya pos komando, seperti yang kita pernah lakukan di Luwu. Mudah-mudahan kita berdoa tidak ada eskalasi yang besar," harapnya.
Peringatan dini dan edaran tersebut memaparkan bahwa dinamika aimosfer terkini, fenomena ENSO terpantau berada pada fase La Nina Lemah. Dalam laporannya kondisi atmosfer tersebut secara umum berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di Sulawesi Selatan. Memasuki periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 menunjukkan adannya potensi peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Sulawesi Selatan.
Kemudian diprediksi pada tanggal 18 hingga 22 Desember 2024, hujan dengan Intensitas Lebat hingga Sangat Lebat (akumulasi hujan selama 24 jam) berpotensi terjadi di wilayah kabupaten/kota Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar. "Serta Potensi Angin Kencang di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan Sulawesi Selatan bagian selatan," tulis laporan BMKG Sulsel.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Amson Padolo mengatakan bahwa, kondisi seperti ini sudah sering terjadi di wilayah Sulsel.
"Sekarang sudah masuk masa musim hujan, di mana periode ini setiap tahunnya Sulsel selalu ada daerah yang terkena dampak dari bencana hidrometeorologi dan ini setiap tahun, jadi bukan hal yang baru yang kita alami," katanya kepada SINDO Makassar, Senin (16/12/2024).
Kemudian ia mengatakan, kondisi geografis Sulawesi Selatan sesuai pemetaan BPBD Sulsel terdapat daerah-daerah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin puting beliung, dan abrasi.
Ia menuturkan bahwa peringatan dini dari BMKG yang diperkirakan dari 18-22 Desember 2024 untuk daerah tertentu memang dalam status yang memerlukan kesiapsiagaan dan memerlukan tindak lanjut bersama dengan pemerintah daerah setempat.
Lanjut, Amson mengatakan bahwa BPBD Sulsel bersama BPBD kabupaten/kota se-Sulsel telah melakukan monitoring di posko masing-masing. Khusus Kota Makassar sudah menyiagakan tim di beberapa daerah rawan yang sesuai dengan pemetaan.
Kata dia, Sebelum masuk musim hujan, Provinsi Sulawesi Selatan telah mengirim dan memberi bantuan paket logistik yang sesuai dengan kemampuan provinsi ke kabupaten/kota untuk jadi buffer stock.
Amson Padolo yang juga mangan Pjs Bupati Toraja Utara ini mengungkapkan bahwa, BPBD Sulsel sementara ini telah mengirimkan alat pinjam pakai di Kota Makassar dan Kabupaten Maros.
"Kita (BPBD Sulsel) juga telah meminjamkan pinjam pakai beberapa daerah seperti perahu polietilen, untuk Makassar kita siapkan 7 yang disebar di beberapa kecamatan. Kemudian di Maros kita juga telah meminjam pakaikan 1 unit mobil air bersih yang bisa dimanfaatkan apabila kekurangan air bersih," ungkapnya.
Amson melanjutkan BPBD Sulsel juga sudah melakukan kolaborasi apel kesiapsiagaan bersama dengan Balai Pengelolaan Sungai Pompengan, kemudian TNI-Polri juga melakukan berbagai upaya termasuk pembentukkan tim-tim penyelamatan.
Orang nomor satu di BPBD Sulsel itu berharap, penanganan banjir dibutuhkan gotong royong bersama dan diharapkan tidak terjadinya eskalasi besar ke depannya.
"Perlu kita ketahui bersama bahwa dalam penanganan banjir itu kolaborasi semua pihak, jadi sangat diharapkan saling keterpaduan antara Pentahelix yang terlibat. Apabila ada eskalasi yang lebih besar, mungkin kita akan membentuk yang namanya pos komando, seperti yang kita pernah lakukan di Luwu. Mudah-mudahan kita berdoa tidak ada eskalasi yang besar," harapnya.
(GUS)
Berita Terkait
Makassar City
Strategi Baru Tangani Banjir Antang, dari Tanggul, Retensi hingga EWS
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung Perumahan Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Jumat (13/2/2026).
Jum'at, 13 Feb 2026 20:34
News
Basdir Sebut Banjir Berulang di Makassar Lantaran Kanal Terlambat Dikeruk
Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Basdir, menilai banjir yang terus berulang terjadi bukan semata akibat curah hujan, melainkan karena normalisasi saluran air tak kunjung direalisasikan.
Rabu, 14 Jan 2026 19:54
Makassar City
Sebut Daerah Terdampak Banjir Turun, Wali Kota: Cermin Perbaikan Penanganan
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengklaim daerah terdampak banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah, mulai menunjukkan tren penurunan dampak.
Rabu, 14 Jan 2026 13:15
News
Puncak Cuaca Ekstrem di Makassar Diprediksi hingga Februari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan di Kota Makassar, hingga bulan depan.
Senin, 12 Jan 2026 20:30
News
BPBD Sulsel Serahkan Bantuan Logistik Ke Pengungsi Banjir di Makassar
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, menyalurkan bantuan logistik dari Gubernur Sulawesi Selatan kepada warga terdampak banjir di Kota Makassar, Minggu, (11/01/2026).
Senin, 12 Jan 2026 17:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dari Suara ke Harga: Renungan tentang Demokrasi dan Amanah
2
Warga Penggarap Dampingi Satpol PP Pasang Plang Aset Pemerintah di Lampia
3
Tomas Trucha Kecewa Tak Bisa Lanjutkan Tren Positif PSM Makassar
4
Berlangsung Tertib, Pemkot Makassar Tertibkan 96 PKL di Mariso
5
Beyond Academics, SD Islam Cendekia Muda Tekankan Fondasi Iman Sebelum Akademik
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dari Suara ke Harga: Renungan tentang Demokrasi dan Amanah
2
Warga Penggarap Dampingi Satpol PP Pasang Plang Aset Pemerintah di Lampia
3
Tomas Trucha Kecewa Tak Bisa Lanjutkan Tren Positif PSM Makassar
4
Berlangsung Tertib, Pemkot Makassar Tertibkan 96 PKL di Mariso
5
Beyond Academics, SD Islam Cendekia Muda Tekankan Fondasi Iman Sebelum Akademik