Beyond Academics, SD Islam Cendekia Muda Tekankan Fondasi Iman Sebelum Akademik
Minggu, 15 Feb 2026 14:23
SD Islam Cendekia Muda menggelar seminar parenting bertajuk Beyond Academics: Preparing Children for School di Hotel Claro Makassar pada Ahad (15/02/2026). Foto: Muhaimin
MAKASSAR - SD Islam Cendekia Muda menggelar seminar parenting bertajuk Beyond Academics: Preparing Children for School di Hotel Claro Makassar pada Ahad (15/02/2026). Kegiatan ini untuk membantu orang tua menyiapkan anak secara menyeluruh memasuki dunia sekolah, bukan hanya dari sisi akademik.
Seminar ini menghadirkan Ir. Reyhanani Bahar Syamsul selakubFounder Cendekia Muda School dan Titin Florentina Purwasetiawatik sebagai Psikolog Anak. Acara dipandu moderator Leila Ratnasari yang merupakan Pelatih Bersertifikasi BNSP & Pembicara Umum.
Reyhanani menjelaskan Konsep Beyond Academics menekankan bahwa masa depan anak tidak hanya ditentukan oleh nilai, tetapi juga karakter, kemandirian, dan kesiapan emosionalnya.
Cendekia Muda School memperkenalkan konsep Beyond Academics sebagai pendekatan menyiapkan anak masuk sekolah dengan penekanan pada kesiapan emosi, sosial, dan keyakinan kepada Alla. Bukan semata kemampuan membaca, menulis, dan berhitung," ucapnya.
Reyhanani menilai banyak orang tua masih memaknai kesiapan sekolah dari sisi akademik semata. Padahal, dalam kerangka Allah-Centered Education, ukuran kesiapan anak justru lebih mendasar.
"Dalam Allah-Centered Education, pertanyaannya berubah menjadi: ‘Apakah anak saya sudah siap bertumbuh sebagai hamba Allah?’,” kata Reyhanani.
Menurut dia, kesiapan sekolah yang dimaksud Cendekia Muda meliputi rasa aman, regulasi emosi, kemampuan sosial, kepercayaan diri, rasa ingin tahu, hingga keyakinan kepada Allah. Reyhanani menegaskan karakter anak dibangun dari belief system yang tepat.
“Character building dimulai dengan belief system. Keimanan yang benar tentang Allah sebagai Rabb, Ilah, dan Malik. Karakter lahir dari keyakinan yang benar tentang Allah,” ujarnya.
Reyhanani menegaskan bahwa Beyond Academics dalam perspektif Allah-Centered Education bertujuan membangun fondasi iman sebelum keterampilan, serta karakter sebelum kompetensi.
“Beyond academics itu membangun belief sebelum skill, menguatkan karakter sebelum kompetensi, dan menumbuhkan regulasi emosi sebelum target akademik,” jelasnya.
Yuanita Rahmawati menambahkan, bahwa konsep Allah-Centered Education adalah pelaksanaan pendidikan yang berfokus pada pengembangan akademik, karakter, dan spiritualitas siswa.
Dia menekankan bahwa semua elemen sekolah, termasuk guru dan staf, harus terlibat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai agama.
"Tugas utama adalah menjaga koneksi dengan Allah dan memastikan bahwa pendidikan tidak hanya menjadi jargon, tetapi diimplementasikan secara nyata. Selain itu, penting untuk membangun karakter yang kuat dan menghindari dosa agar proses pendidikan berjalan dengan baik," tuturnya.
Seminar ini menghadirkan Ir. Reyhanani Bahar Syamsul selakubFounder Cendekia Muda School dan Titin Florentina Purwasetiawatik sebagai Psikolog Anak. Acara dipandu moderator Leila Ratnasari yang merupakan Pelatih Bersertifikasi BNSP & Pembicara Umum.
Reyhanani menjelaskan Konsep Beyond Academics menekankan bahwa masa depan anak tidak hanya ditentukan oleh nilai, tetapi juga karakter, kemandirian, dan kesiapan emosionalnya.
Cendekia Muda School memperkenalkan konsep Beyond Academics sebagai pendekatan menyiapkan anak masuk sekolah dengan penekanan pada kesiapan emosi, sosial, dan keyakinan kepada Alla. Bukan semata kemampuan membaca, menulis, dan berhitung," ucapnya.
Reyhanani menilai banyak orang tua masih memaknai kesiapan sekolah dari sisi akademik semata. Padahal, dalam kerangka Allah-Centered Education, ukuran kesiapan anak justru lebih mendasar.
"Dalam Allah-Centered Education, pertanyaannya berubah menjadi: ‘Apakah anak saya sudah siap bertumbuh sebagai hamba Allah?’,” kata Reyhanani.
Menurut dia, kesiapan sekolah yang dimaksud Cendekia Muda meliputi rasa aman, regulasi emosi, kemampuan sosial, kepercayaan diri, rasa ingin tahu, hingga keyakinan kepada Allah. Reyhanani menegaskan karakter anak dibangun dari belief system yang tepat.
“Character building dimulai dengan belief system. Keimanan yang benar tentang Allah sebagai Rabb, Ilah, dan Malik. Karakter lahir dari keyakinan yang benar tentang Allah,” ujarnya.
Reyhanani menegaskan bahwa Beyond Academics dalam perspektif Allah-Centered Education bertujuan membangun fondasi iman sebelum keterampilan, serta karakter sebelum kompetensi.
“Beyond academics itu membangun belief sebelum skill, menguatkan karakter sebelum kompetensi, dan menumbuhkan regulasi emosi sebelum target akademik,” jelasnya.
Yuanita Rahmawati menambahkan, bahwa konsep Allah-Centered Education adalah pelaksanaan pendidikan yang berfokus pada pengembangan akademik, karakter, dan spiritualitas siswa.
Dia menekankan bahwa semua elemen sekolah, termasuk guru dan staf, harus terlibat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai agama.
"Tugas utama adalah menjaga koneksi dengan Allah dan memastikan bahwa pendidikan tidak hanya menjadi jargon, tetapi diimplementasikan secara nyata. Selain itu, penting untuk membangun karakter yang kuat dan menghindari dosa agar proses pendidikan berjalan dengan baik," tuturnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
Sekolah Islam Terpadu (SIT) Darul Fikri (Dafi) Makassar menerima kunjungan istimewa dari dua narasumber pendidikan asal Malaysia.
Rabu, 13 Mei 2026 12:03
News
Milad ke-42 Athirah: Tumbuh Pesat, Prestasi Kian Melesat
Sekolah Islam Athirah menandai perjalanan 42 tahunnya dengan semangat baru melalui tema “Bersama Menginspirasi Bangsa.”
Kamis, 23 Apr 2026 15:03
Makassar City
Di Seminar Nasional HMA Nobel, Peserta ASC ke-14 Diperingatkan Tak Andalkan AI
Menjelang pelaksanaan Accounting Smart Challenge (ASC) musim ke-14, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia menggelar Seminar Nasional, Kamis (9/4).
Kamis, 09 Apr 2026 19:28
Sulsel
DPRD Sulsel Soroti Pendidikan Sulsel: TKA Anjlok, Pengawas Minim, Infrastruktur Terbengkalai
Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Barru dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulawesi Selatan Akhir Tahun Anggaran 2025 bidang pendidikan.
Rabu, 08 Apr 2026 15:43
News
Saatnya Menata Ulang Manajemen Sekolah
Meski tetap berpijak pada cita-cita luhur yang sama yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, strategi yang ditempuh Abdul Mu'ti kini menunjukkan pergeseran signifikan dari pendahulunya.
Kamis, 02 Apr 2026 06:12
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
3
Membludak, Karyawan hingga Warga Ikut Donor Darah HUT ke-37 FIFGROUP di Makassar
4
Anggaran Makan Minum Reses DPRD Wajo Tahun 2023 Bakal Diselidiki Polisi
5
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
3
Membludak, Karyawan hingga Warga Ikut Donor Darah HUT ke-37 FIFGROUP di Makassar
4
Anggaran Makan Minum Reses DPRD Wajo Tahun 2023 Bakal Diselidiki Polisi
5
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi