165 Warga Binaan Rutan Makassar Dapat Remisi, Enam Orang Bakal Bebaskan
Senin, 24 Mar 2025 20:04
Sebanyak 165 orang warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Makassar bakal memperoleh remisi Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Sebanyak 165 orang warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Makassar bakal memperoleh remisi Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Enam orang diantaranya diajukan bebas.
Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Makassar, Jayadikusumah, menyatakan bahwa pengajuan remisi ini terdiri dari dua kategori, yakni Remisi Khusus I dan Remisi Khusus II.
Pada Remisi Khusus I, sebanyak 67 orang diusulkan mendapat pemotongan hukuman selama 15 hari, 90 orang mendapatkan remisi selama satu bulan, dan satu orang memperoleh remisi satu bulan 15 hari.
Sedangkan Remisi Khusus II, kata dia, diberikan kepada dua orang dengan pengurangan masa tahanan 15 hari serta lima orang lainnya dengan remisi satu bulan.
"Warga binaan yang kami ajukan remisi adalah mereka yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, termasuk telah memiliki putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap," ujar Jayadi (24/03/2025).
"Menjalani masa pidana minimal enam bulan, tidak memiliki catatan pelanggaran selama berada di Rutan, serta aktif dalam program pembinaan," tambahnya.
Jayadi menjelaskan, mayoritas warga binaan yang diusulkan untuk menerima remisi berasal dari kasus narkotika, pencurian, dan kepemilikan senjata tajam.
Meski begitu, dirinya menegaskan bahwa pemberian remisi ini bukan semata-mata bentuk keringanan hukuman, melainkan penghargaan atas perilaku baik yang ditunjukkan selama menjalani masa tahanan.
"Remisi ini menjadi motivasi bagi warga binaan agar terus menunjukkan perilaku yang baik. Bagi yang belum mendapatkannya, jangan berkecil hati, tetap semangat mengikuti pembinaan karena kesempatan itu selalu terbuka," tukasnya.
Penyerahan remisi rencananya akan dilakukan secara simbolis di lapangan olahraga Rutan Kelas I Makassar usai Salat Idul Fitri nantinya.
Empat warga binaan, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan, akan menerima remisi secara langsung dari Karutan.
Saat ini, Rutan Kelas I Makassar menampung total 2.174 orang, yang terdiri dari 246 narapidana, 1.924 tahanan, serta empat bayi yang ikut bersama ibunya. Daftar penerima remisi juga akan diumumkan di setiap blok hunian.
Jayadikusumah bilang, jumlah penerima remisi masih dapat bertambah jika ada warga binaan yang mendapatkan putusan inkrah sebelum Idul Fitri.
"Jika ada putusan baru yang masuk dan memenuhi syarat, kami akan usulkan sebagai remisi susulan agar hak warga binaan tetap terpenuhi," jelasnya.
Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Makassar, Jayadikusumah, menyatakan bahwa pengajuan remisi ini terdiri dari dua kategori, yakni Remisi Khusus I dan Remisi Khusus II.
Pada Remisi Khusus I, sebanyak 67 orang diusulkan mendapat pemotongan hukuman selama 15 hari, 90 orang mendapatkan remisi selama satu bulan, dan satu orang memperoleh remisi satu bulan 15 hari.
Sedangkan Remisi Khusus II, kata dia, diberikan kepada dua orang dengan pengurangan masa tahanan 15 hari serta lima orang lainnya dengan remisi satu bulan.
"Warga binaan yang kami ajukan remisi adalah mereka yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, termasuk telah memiliki putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap," ujar Jayadi (24/03/2025).
"Menjalani masa pidana minimal enam bulan, tidak memiliki catatan pelanggaran selama berada di Rutan, serta aktif dalam program pembinaan," tambahnya.
Jayadi menjelaskan, mayoritas warga binaan yang diusulkan untuk menerima remisi berasal dari kasus narkotika, pencurian, dan kepemilikan senjata tajam.
Meski begitu, dirinya menegaskan bahwa pemberian remisi ini bukan semata-mata bentuk keringanan hukuman, melainkan penghargaan atas perilaku baik yang ditunjukkan selama menjalani masa tahanan.
"Remisi ini menjadi motivasi bagi warga binaan agar terus menunjukkan perilaku yang baik. Bagi yang belum mendapatkannya, jangan berkecil hati, tetap semangat mengikuti pembinaan karena kesempatan itu selalu terbuka," tukasnya.
Penyerahan remisi rencananya akan dilakukan secara simbolis di lapangan olahraga Rutan Kelas I Makassar usai Salat Idul Fitri nantinya.
Empat warga binaan, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan, akan menerima remisi secara langsung dari Karutan.
Saat ini, Rutan Kelas I Makassar menampung total 2.174 orang, yang terdiri dari 246 narapidana, 1.924 tahanan, serta empat bayi yang ikut bersama ibunya. Daftar penerima remisi juga akan diumumkan di setiap blok hunian.
Jayadikusumah bilang, jumlah penerima remisi masih dapat bertambah jika ada warga binaan yang mendapatkan putusan inkrah sebelum Idul Fitri.
"Jika ada putusan baru yang masuk dan memenuhi syarat, kami akan usulkan sebagai remisi susulan agar hak warga binaan tetap terpenuhi," jelasnya.
(GUS)
Berita Terkait
News
Kakanwil Kemenkum Sulsel Hadiri Penyerahan Remisi HUT ke-81 RI
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kakanwil Kemenkum Sulsel), Andi Basmal, menghadiri kegiatan penyerahan Remisi Umum bagi narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Umum bagi Anak Binaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8).
Senin, 17 Agu 2026 21:14
Sulsel
93 Warga Binaan Rutan Bantaeng Terima Remisi Kemerdekaan
Sebanyak 93 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantaeng menerima remisi dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Senin, 17 Agu 2026 17:23
Sulsel
Warga Binaan Rutan Kelas IIB Sengkang Bakal Ikut Program Hapus Tato
Yayasan Mahtan, bekerja sama dengan Komunitas TDA Wajo, kembali Hadir di Wajo, Gelar Hapus Tato Gratis bagi Warga Binaan Rutan Kelas IIB Sengkang.
Selasa, 21 Jul 2026 11:23
News
58 Warga Binaan Rutan Makassar Ikut Program Hapus Tato
Masyarakat Hijrah Tanpa Nama (Mahtan) menggelar hapus tato gratis di Rutan Kelas I Makassar, Sabtu 25/04/2026. Sebanyak 58 orang warga binaan ikut program ini.
Sabtu, 25 Apr 2026 15:04
Sulsel
Momentum Lebaran, Bupati Gowa Serap Aspirasi Tokoh Masyarakat
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang membangun kedekatan bersama tokoh-tokoh masyarakat lokal yang ada.
Senin, 23 Mar 2026 19:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Cerita Prof Eko dan Jejak Menara Pinisi: Dari Mengawal Gagasan Pembangunan Kampus hingga Menatap Masa Depan UNM
2
Meriahkan HUT RI ke-81, Warga Pesisir Pangkep Gelar Lomba Perahu Katinting
3
Sidak RSUD I Lagaligo Wotu, Bupati Lutim Soroti Kebersihan hingga Komputer Lawas
4
Kisah Nyata Cinta hingga Maut Memisahkan, Baby Udon Siap Tayang 3 September
5
SSIC 2026 Dorong Hilirisasi & Investasi Berkelanjutan di Sulsel
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Cerita Prof Eko dan Jejak Menara Pinisi: Dari Mengawal Gagasan Pembangunan Kampus hingga Menatap Masa Depan UNM
2
Meriahkan HUT RI ke-81, Warga Pesisir Pangkep Gelar Lomba Perahu Katinting
3
Sidak RSUD I Lagaligo Wotu, Bupati Lutim Soroti Kebersihan hingga Komputer Lawas
4
Kisah Nyata Cinta hingga Maut Memisahkan, Baby Udon Siap Tayang 3 September
5
SSIC 2026 Dorong Hilirisasi & Investasi Berkelanjutan di Sulsel