BPJS Kesehatan Tingkatkan Literasi JKN di Kalangan Akademisi
Selasa, 22 Apr 2025 19:50
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti dan Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa pada acara Kick Off Pekan Sehat Mahasiswa Unhas, Selasa (22/04). Foto/Istimewa
MAKASSAR - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menekankan pentingnya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan, terutama di tengah meningkatnya kasus penyakit tidak menular (NCD) akibat perubahan gaya hidup yang kurang sehat.
Ghufron menjelaskan bahwa transformasi layanan kesehatan harus sejalan dengan perubahan pola pikir masyarakat dalam menjaga kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penguatan pendekatan promotif dan preventif serta kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan civitas academica.
“Kepedulian terhadap kesehatan harus dibangun sejak dini. BPJS Kesehatan tidak hanya hadir untuk membiayai pengobatan, tetapi juga untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pencegahan. Investasi terbaik untuk masa depan bangsa adalah memastikan generasi mudanya tumbuh sehat,” ungkap Ghufron pada acara Kick Off Pekan Sehat Mahasiswa Universitas Hasanuddin, Selasa (22/04).
Ghufron juga mengungkapkan bahwa saat ini, lebih dari 279,6 juta jiwa penduduk Indonesia telah terdaftar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), atau sekitar 98,13% dari total penduduk. Meskipun hampir seluruh penduduk Indonesia telah terlindungi, tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan kualitas layanan kesehatan tetap optimal, mengingat cakupan peserta yang sangat besar.
“Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tentunya menjadi tantangan bagi kami dalam menjaga kualitas layanan kesehatan agar tetap setara di seluruh wilayah Indonesia. Untuk menciptakan generasi emas, salah satu pendekatan utama yang perlu diperkuat adalah upaya promotif dan preventif, termasuk melalui skrining riwayat kesehatan,” lanjut Ghufron.
Sebagai langkah konkret, Ghufron mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fitur Skrining Riwayat Kesehatan dalam Aplikasi Mobile JKN, yang memungkinkan pengguna mengetahui potensi risiko penyakit dan mengambil langkah pencegahan sejak dini. Selain itu, BPJS Kesehatan juga menggandeng kalangan akademisi untuk memperkuat literasi mengenai Jaminan Kesehatan Nasional.
Dalam kesempatan ini, BPJS Kesehatan memberikan apresiasi kepada 14 universitas, khususnya Departemen Ilmu Kesehatan, yang telah bekerja sama dalam mengembangkan kurikulum JKN untuk mahasiswa kedokteran.
“Kami mendorong civitas academica, khususnya di Universitas Hasanuddin, untuk memahami dengan mendalam sistem JKN, agar kelak mereka bisa menjadi agen perubahan dan memastikan keberlanjutan program ini. Literasi yang kuat di masyarakat akan menjadi fondasi bagi keberlanjutan jaminan kesehatan di Indonesia,” tutup Ghufron.
Melalui kolaborasi ini, BPJS Kesehatan berharap lebih banyak elemen masyarakat yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan memahami peran strategis jaminan kesehatan dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera.
Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa kesehatan adalah salah satu kekayaan paling berharga yang perlu dijaga sejak dini, untuk mendukung terwujudnya generasi emas.
“Salah satu langkah yang kami lakukan di Universitas Hasanuddin adalah menciptakan civitas academica yang lebih sehat. Kami juga mendorong manajemen rumah sakit untuk memberikan layanan terbaik, tidak hanya untuk civitas academica, tetapi juga untuk masyarakat luas,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dengan komitmen dan sinergi yang terjalin, diharapkan upaya BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat dapat didukung dengan baik.
“Kami bertekad untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, kami percaya bisa membantu menciptakan generasi emas yang sehat, sehingga cita-cita pemerintah untuk mewujudkan generasi sehat dapat tercapai dengan lebih mudah melalui kolaborasi kita bersama,” tegasnya.
Ghufron menjelaskan bahwa transformasi layanan kesehatan harus sejalan dengan perubahan pola pikir masyarakat dalam menjaga kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penguatan pendekatan promotif dan preventif serta kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan civitas academica.
“Kepedulian terhadap kesehatan harus dibangun sejak dini. BPJS Kesehatan tidak hanya hadir untuk membiayai pengobatan, tetapi juga untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pencegahan. Investasi terbaik untuk masa depan bangsa adalah memastikan generasi mudanya tumbuh sehat,” ungkap Ghufron pada acara Kick Off Pekan Sehat Mahasiswa Universitas Hasanuddin, Selasa (22/04).
Ghufron juga mengungkapkan bahwa saat ini, lebih dari 279,6 juta jiwa penduduk Indonesia telah terdaftar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), atau sekitar 98,13% dari total penduduk. Meskipun hampir seluruh penduduk Indonesia telah terlindungi, tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan kualitas layanan kesehatan tetap optimal, mengingat cakupan peserta yang sangat besar.
“Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tentunya menjadi tantangan bagi kami dalam menjaga kualitas layanan kesehatan agar tetap setara di seluruh wilayah Indonesia. Untuk menciptakan generasi emas, salah satu pendekatan utama yang perlu diperkuat adalah upaya promotif dan preventif, termasuk melalui skrining riwayat kesehatan,” lanjut Ghufron.
Sebagai langkah konkret, Ghufron mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fitur Skrining Riwayat Kesehatan dalam Aplikasi Mobile JKN, yang memungkinkan pengguna mengetahui potensi risiko penyakit dan mengambil langkah pencegahan sejak dini. Selain itu, BPJS Kesehatan juga menggandeng kalangan akademisi untuk memperkuat literasi mengenai Jaminan Kesehatan Nasional.
Dalam kesempatan ini, BPJS Kesehatan memberikan apresiasi kepada 14 universitas, khususnya Departemen Ilmu Kesehatan, yang telah bekerja sama dalam mengembangkan kurikulum JKN untuk mahasiswa kedokteran.
“Kami mendorong civitas academica, khususnya di Universitas Hasanuddin, untuk memahami dengan mendalam sistem JKN, agar kelak mereka bisa menjadi agen perubahan dan memastikan keberlanjutan program ini. Literasi yang kuat di masyarakat akan menjadi fondasi bagi keberlanjutan jaminan kesehatan di Indonesia,” tutup Ghufron.
Melalui kolaborasi ini, BPJS Kesehatan berharap lebih banyak elemen masyarakat yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan memahami peran strategis jaminan kesehatan dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera.
Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa kesehatan adalah salah satu kekayaan paling berharga yang perlu dijaga sejak dini, untuk mendukung terwujudnya generasi emas.
“Salah satu langkah yang kami lakukan di Universitas Hasanuddin adalah menciptakan civitas academica yang lebih sehat. Kami juga mendorong manajemen rumah sakit untuk memberikan layanan terbaik, tidak hanya untuk civitas academica, tetapi juga untuk masyarakat luas,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dengan komitmen dan sinergi yang terjalin, diharapkan upaya BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat dapat didukung dengan baik.
“Kami bertekad untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, kami percaya bisa membantu menciptakan generasi emas yang sehat, sehingga cita-cita pemerintah untuk mewujudkan generasi sehat dapat tercapai dengan lebih mudah melalui kolaborasi kita bersama,” tegasnya.
(TRI)
Berita Terkait
Sulsel
Satu-satunya di Luar Jawa, Pemkot Makassar Sabet Paritrana Award
Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Paritrana Award sebagai kabupaten/kota terbaik se-Indonesia, Jumat (8/5/2026).
Sabtu, 09 Mei 2026 06:20
News
Sinergi dengan Media, BPJS Kesehatan Dorong Penguatan Program JKN
BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah IX menggandeng insan pers untuk membangun pemahaman bersama sekaligus mempererat sinergi dalam penyampaian informasi kepada publik.
Selasa, 05 Mei 2026 11:39
News
Unhas Bikin Sejarah, Kampus Pertama dengan Dapur MBG di Lingkup PTN-BH
Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di samping Masjid Ikhtiar, Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (28/4/2026).
Selasa, 28 Apr 2026 16:49
News
Unhas Jadi Tuan Rumah U25 Leaders Forum PTN-BH
Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Pembukaan Pertemuan U25 Leaders Forum Rektor Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia, Selasa (28/4/2026).
Selasa, 28 Apr 2026 12:42
News
Rektor Unhas Tegaskan Tak Tolerir Pelaku Kekerasan di Lingkungan Kampus
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan pada periode kepemimpinannya.
Selasa, 28 Apr 2026 09:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
3
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
4
OJK Tingkatkan Strategi Anti-Scam Bersama Australia, Fokus Perlindungan Konsumen
5
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
3
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
4
OJK Tingkatkan Strategi Anti-Scam Bersama Australia, Fokus Perlindungan Konsumen
5
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa