Guru dan Orang Tua Tinjau Langsung Dapur MBG di Makassar
Kamis, 16 Okt 2025 16:53
SPPG selaku pengelola program MBG di Makassar, Sulawesi Selatan, mengundang para guru, kepala sekolah, dan orang tua murid penerima manfaat ke dapur MBG. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Makassar, Sulawesi Selatan, mengundang para guru, kepala sekolah, dan orang tua murid penerima manfaat ke dapur MBG.
Dalam kunjungan tersebut, para guru dan orang tua murid diajak melihat langsung proses pengolahan makanan serta mencicipi menu yang akan dibagikan kepada para siswa.
Kegiatan ini berlangsung di salah satu dapur MBG yang berlokasi di BTN Makkio Baji, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala. Puluhan guru dari sekolah penerima manfaat dan sejumlah orang tua murid hadir untuk meninjau proses produksi makanan.
Langkah ini dilakukan untuk menumbuhkan kepercayaan pihak sekolah dan orang tua, terutama karena sebelumnya sempat ditemukan praktik yayasan yang bekerja sama dengan sekolah meski belum memiliki dapur dan fasilitas memadai.
Kepala SPPG, Hairul Qalam Hakim, menyampaikan pihaknya mengundang para guru untuk meyakinkan program MBG dijalankan sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional alias BGN. Dengan begitu, program ini tidak merugikan murid.
"Alasan kami itu mengundang mereka, sebagai wujud bahwa SPPG kami itu sedang melakukan perebutan penerima manfaat antar sesama SPPG. Jadi ada biasa istilahnya yayasan nakal, yang melakukan penandatangan kerja sama antar sekolah. Padahal dapurnya itu belum jalan, belum ada Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia atau (SPPI)-nya," ujar dia.
"Tujuannya kami panggil guru-guru dan kepala sekolah, untuk meyakinkan kepada siswanya bahwa program ini sudah sesuai SOP atau standar yang diberikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Untuk kelengkapan, sedang dalam kepengerusuan, karena kami belum melakukan operasional, lagi dalam pengajuan,” sambung Hairul.
Pihak SPPG menyebutkan bahwa sertifikat kelayakan dapur MBG saat ini masih dalam proses pengurusan. Meski begitu, kegiatan dapur tetap berjalan sesuai standar dan terus diawasi agar kualitas makanan yang disalurkan tetap terjaga.
Dapur MBG ini berdiri di atas lahan seluas 350 meter persegi dan mempekerjakan 47 relawan, termasuk seorang kepala dapur dan satu ahli gizi. Makanan yang disiapkan memiliki harga per porsi sebesar Rp8.000 dan terdiri dari menu bergizi seperti nasi dengan ayam dan sayur, atau nasi dengan telur, sayur, buah, dan susu.
Para guru dan orang tua juga diberi kesempatan mencicipi menu yang akan disajikan kepada anak-anak. Kegiatan ini disambut baik oleh kepala sekolah.
“Karena kepala sekolah yang paling bertanggung jawab, saya senang bisa melihat langsung. Tadi saya coba makanannya, enak dan bersih. Anak-anak kami yang berasal dari keluarga pemulung pasti senang,” kata Herna, Kepala TK Islam Impian.
Senada, Kepala SD Al-Qur'an Wahdah Islamiyah 02 Makassar, Muhammad Arif, menyatakan puas setelah melihat langsung proses pengolahan dan mencicipi makanan MBG.
“Kita sudah cek semua bagian dapur. Alhamdulillah, semua sesuai standar S-O-P. Menunya pun anak-anak pasti suka,” ujarnya.
Rencananya, dapur MBG ini akan melayani 3.200 murid dari jenjang TK dan SD di 16 sekolah berbeda, termasuk dua sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga pemulung.
Meski saat ini sertifikat kelayakan dapur masih dalam proses pengurusan, pengelola memastikan seluruh proses sudah mengikuti panduan dari Badan Gizi Nasional.
Dalam kunjungan tersebut, para guru dan orang tua murid diajak melihat langsung proses pengolahan makanan serta mencicipi menu yang akan dibagikan kepada para siswa.
Kegiatan ini berlangsung di salah satu dapur MBG yang berlokasi di BTN Makkio Baji, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala. Puluhan guru dari sekolah penerima manfaat dan sejumlah orang tua murid hadir untuk meninjau proses produksi makanan.
Langkah ini dilakukan untuk menumbuhkan kepercayaan pihak sekolah dan orang tua, terutama karena sebelumnya sempat ditemukan praktik yayasan yang bekerja sama dengan sekolah meski belum memiliki dapur dan fasilitas memadai.
Kepala SPPG, Hairul Qalam Hakim, menyampaikan pihaknya mengundang para guru untuk meyakinkan program MBG dijalankan sesuai standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional alias BGN. Dengan begitu, program ini tidak merugikan murid.
"Alasan kami itu mengundang mereka, sebagai wujud bahwa SPPG kami itu sedang melakukan perebutan penerima manfaat antar sesama SPPG. Jadi ada biasa istilahnya yayasan nakal, yang melakukan penandatangan kerja sama antar sekolah. Padahal dapurnya itu belum jalan, belum ada Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia atau (SPPI)-nya," ujar dia.
"Tujuannya kami panggil guru-guru dan kepala sekolah, untuk meyakinkan kepada siswanya bahwa program ini sudah sesuai SOP atau standar yang diberikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Untuk kelengkapan, sedang dalam kepengerusuan, karena kami belum melakukan operasional, lagi dalam pengajuan,” sambung Hairul.
Pihak SPPG menyebutkan bahwa sertifikat kelayakan dapur MBG saat ini masih dalam proses pengurusan. Meski begitu, kegiatan dapur tetap berjalan sesuai standar dan terus diawasi agar kualitas makanan yang disalurkan tetap terjaga.
Dapur MBG ini berdiri di atas lahan seluas 350 meter persegi dan mempekerjakan 47 relawan, termasuk seorang kepala dapur dan satu ahli gizi. Makanan yang disiapkan memiliki harga per porsi sebesar Rp8.000 dan terdiri dari menu bergizi seperti nasi dengan ayam dan sayur, atau nasi dengan telur, sayur, buah, dan susu.
Para guru dan orang tua juga diberi kesempatan mencicipi menu yang akan disajikan kepada anak-anak. Kegiatan ini disambut baik oleh kepala sekolah.
“Karena kepala sekolah yang paling bertanggung jawab, saya senang bisa melihat langsung. Tadi saya coba makanannya, enak dan bersih. Anak-anak kami yang berasal dari keluarga pemulung pasti senang,” kata Herna, Kepala TK Islam Impian.
Senada, Kepala SD Al-Qur'an Wahdah Islamiyah 02 Makassar, Muhammad Arif, menyatakan puas setelah melihat langsung proses pengolahan dan mencicipi makanan MBG.
“Kita sudah cek semua bagian dapur. Alhamdulillah, semua sesuai standar S-O-P. Menunya pun anak-anak pasti suka,” ujarnya.
Rencananya, dapur MBG ini akan melayani 3.200 murid dari jenjang TK dan SD di 16 sekolah berbeda, termasuk dua sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga pemulung.
Meski saat ini sertifikat kelayakan dapur masih dalam proses pengurusan, pengelola memastikan seluruh proses sudah mengikuti panduan dari Badan Gizi Nasional.
(TRI)
Berita Terkait
Sulsel
Guru dan Orang Tua Siswa TKN Pembina Jeneponto Berbagi Takjil
Sejumlah guru dan orang tua siswa dari TK Negeri (TKN) Pembina Kabupaten Jeneponto menggelar aksi berbagi takjil kepada pengguna jalan di Jalan Pahlawan Karisa, tepatnya di depan Bank BSI Jeneponto, Jumat sore.
Jum'at, 06 Mar 2026 21:18
Sulsel
Pemkab Gowa Percepat Distribusi MBG untuk Bumil, Busui dan Balita Non PAUD
Pemkab Gowa melaksanakan Rapat Koordinasi dalam rangka mendorong percepatan pendistribusian MBG pada sasaran Bumil, Busui, dan Balita Non PAUD (3B) di Ruang Rapat Kantor Dinas PPKB Kabupaten Gowa.
Jum'at, 27 Feb 2026 14:14
Sulsel
Hampir Setahun Berjalan, SPPG Pertama di Parepare Ternyata Belum Kantongi SLHS
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Parepare sudah hampir berjalan satu tahun. Namun, masih ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mengantongi Surat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) yang menjadi salah satu syarat memperkuat keamanan pangan.
Senin, 23 Feb 2026 16:11
Sulsel
BGN Tutup Sementara Dapur SPPG Ujung Mallusetasi di Parepare
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujung Mallusetasi, Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Kota Parepare.
Selasa, 17 Feb 2026 22:06
Sulsel
Seminggu Ini, 10 SPPG di Parepare Hanya Layani B3
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Parepare dalam satu minggu ini, tidak melayani peserta didik dan tenaga pendidik.
Selasa, 17 Feb 2026 10:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Islam Ibadah dan Islam Politik
2
Pemkot Makassar Batasi Mutasi ASN, Fokus Kendalikan Belanja Pegawai
3
Golkar Sulsel Konsolidasi Kader di Malam Nuzul Quran, Santuni Ratusan Anak Yatim
4
Luncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Kegiatan Usaha Dan Ekosistem Bulion
5
Double Group Latih Mahasiswa Makassar Jadi Talenta Event Profesional
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Islam Ibadah dan Islam Politik
2
Pemkot Makassar Batasi Mutasi ASN, Fokus Kendalikan Belanja Pegawai
3
Golkar Sulsel Konsolidasi Kader di Malam Nuzul Quran, Santuni Ratusan Anak Yatim
4
Luncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Kegiatan Usaha Dan Ekosistem Bulion
5
Double Group Latih Mahasiswa Makassar Jadi Talenta Event Profesional