Pemkab Gowa Percepat Distribusi MBG untuk Bumil, Busui dan Balita Non PAUD
Jum'at, 27 Feb 2026 14:14
Rapat Koordinasi percepatan pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Ruang Rapat Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Jumat (27/2). Foto: Istimewa
GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melaksanakan Rapat Koordinasi dalam rangka mendorong percepatan pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada sasaran Bumil, Busui, dan Balita Non PAUD (3B) di Ruang Rapat Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Jumat (27/2).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengungkapkan komitmennya agar Kabupaten Gowa mampu menjadi salah satu daerah percontohan di Sulawesi Selatan dalam pelaksanaan program MBG yang merupakan program prioritas Presiden RI tersebut.
Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, khususnya dalam memastikan ketepatan sasaran distribusi.
“Program MBG ini adalah program prioritas nasional. Tidak akan sempurna tanpa kolaborasi seluruh pihak. Kita ingin sasarannya lebih tepat lagi, apalagi stunting juga menjadi program prioritas pusat,” ungkapnya.
Menurut Bupati Talenrang, kolaborasi antara SPPG dan pemerintah daerah, khususnya Dinas PPKB, menjadi sangat penting. Terlebih Gowa memiliki Program Gassing Nganre yang selaras dengan intervensi 3B sehingga perlu disinergikan secara optimal.
“Capaian penurunan stunting di Kabupaten Gowa saat ini berada di angka 17 persen dan menjadi kabupaten yang terendah di Sulawesi Selatan. Capaian tersebut diharapkan dapat terus ditekan melalui kolaborasi bersama SPPG,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rakor ini dilakukan juga untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan sesuai standar gizi, sekaligus memastikan adanya pendampingan dan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat makanan yang didistribusikan.
“Pentingnya pengawasan di lapangan, termasuk penguatan peran Satgas dan petugas distribusi agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga serta penerima manfaat merasa puas dengan program tersebut,” lanjutnya.
Olehnya ia berharap, melalui rapat koordinasi ini terbangun komitmen bersama antar perangkat daerah, kader TPK, MBG, serta mitra kerja lainnya untuk memperluas cakupan dan memastikan distribusi MBG kepada sasaran 3B berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Shodiqin menyampaikan intervensi gizi pada sasaran 3B sangat penting dalam mencegah stunting, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Menurutnya, BKKBN memiliki basis data sasaran 3B hingga tingkat desa melalui kader yang tersebar di seluruh wilayah. Di Sulawesi Selatan sendiri terdapat 589 SPPG, di mana 348 di antaranya atau sekitar 60 persen telah menyasar kelompok 3B.
“Khusus di Kabupaten Gowa terdapat sekitar 60 SPPG dan 52 telah menyasar 3B dengan total sasaran sekitar 16 ribu penerima manfaat. Semoga seluruh SPPG dapat segera menyalurkan 100 persen intervensi kepada sasaran 3B, dengan memperkuat koordinasi antara penyuluh KB, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan pengelola SPPG agar distribusi tepat sasaran dan tidak terjadi kehilangan kontrol di lapangan,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, menjelaskan rapat koordinasi ini merupakan forum penguatan komitmen lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas keluarga di Kabupaten Gowa.
Program MBG sendiri merupakan program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi kelompok sasaran.
Lebih lanjut, dirinya membeberkan saat ini total sasaran MBG 3B di Kabupaten Gowa mencapai 46.808 orang, terdiri dari 3.998 ibu hamil, 3.655 ibu menyusui, dan 39.155 Balita Non PAUD, dengan dukungan 1.770 kader TPK.
“Hingga Februari jumlah sasaran yang telah diintervensi sebanyak 16.379 orang atau 34,99 persen. Terdiri dari 1.321 ibu hamil, 2.142 ibu menyusui, dan 12.916 Balita Non PAUD. Dari 18 kecamatan, masih terdapat 5 kecamatan yang belum melaksanakan intervensi MBG 3B. Sementara dari 167 desa/kelurahan, baru 62 desa/kelurahan yang menjalankan program tersebut,” bebernya.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengungkapkan komitmennya agar Kabupaten Gowa mampu menjadi salah satu daerah percontohan di Sulawesi Selatan dalam pelaksanaan program MBG yang merupakan program prioritas Presiden RI tersebut.
Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, khususnya dalam memastikan ketepatan sasaran distribusi.
“Program MBG ini adalah program prioritas nasional. Tidak akan sempurna tanpa kolaborasi seluruh pihak. Kita ingin sasarannya lebih tepat lagi, apalagi stunting juga menjadi program prioritas pusat,” ungkapnya.
Menurut Bupati Talenrang, kolaborasi antara SPPG dan pemerintah daerah, khususnya Dinas PPKB, menjadi sangat penting. Terlebih Gowa memiliki Program Gassing Nganre yang selaras dengan intervensi 3B sehingga perlu disinergikan secara optimal.
“Capaian penurunan stunting di Kabupaten Gowa saat ini berada di angka 17 persen dan menjadi kabupaten yang terendah di Sulawesi Selatan. Capaian tersebut diharapkan dapat terus ditekan melalui kolaborasi bersama SPPG,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rakor ini dilakukan juga untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan sesuai standar gizi, sekaligus memastikan adanya pendampingan dan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat makanan yang didistribusikan.
“Pentingnya pengawasan di lapangan, termasuk penguatan peran Satgas dan petugas distribusi agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga serta penerima manfaat merasa puas dengan program tersebut,” lanjutnya.
Olehnya ia berharap, melalui rapat koordinasi ini terbangun komitmen bersama antar perangkat daerah, kader TPK, MBG, serta mitra kerja lainnya untuk memperluas cakupan dan memastikan distribusi MBG kepada sasaran 3B berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Shodiqin menyampaikan intervensi gizi pada sasaran 3B sangat penting dalam mencegah stunting, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Menurutnya, BKKBN memiliki basis data sasaran 3B hingga tingkat desa melalui kader yang tersebar di seluruh wilayah. Di Sulawesi Selatan sendiri terdapat 589 SPPG, di mana 348 di antaranya atau sekitar 60 persen telah menyasar kelompok 3B.
“Khusus di Kabupaten Gowa terdapat sekitar 60 SPPG dan 52 telah menyasar 3B dengan total sasaran sekitar 16 ribu penerima manfaat. Semoga seluruh SPPG dapat segera menyalurkan 100 persen intervensi kepada sasaran 3B, dengan memperkuat koordinasi antara penyuluh KB, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan pengelola SPPG agar distribusi tepat sasaran dan tidak terjadi kehilangan kontrol di lapangan,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, menjelaskan rapat koordinasi ini merupakan forum penguatan komitmen lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas keluarga di Kabupaten Gowa.
Program MBG sendiri merupakan program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi kelompok sasaran.
Lebih lanjut, dirinya membeberkan saat ini total sasaran MBG 3B di Kabupaten Gowa mencapai 46.808 orang, terdiri dari 3.998 ibu hamil, 3.655 ibu menyusui, dan 39.155 Balita Non PAUD, dengan dukungan 1.770 kader TPK.
“Hingga Februari jumlah sasaran yang telah diintervensi sebanyak 16.379 orang atau 34,99 persen. Terdiri dari 1.321 ibu hamil, 2.142 ibu menyusui, dan 12.916 Balita Non PAUD. Dari 18 kecamatan, masih terdapat 5 kecamatan yang belum melaksanakan intervensi MBG 3B. Sementara dari 167 desa/kelurahan, baru 62 desa/kelurahan yang menjalankan program tersebut,” bebernya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
90 Putra-Putri Asal Gowa Siap Belajar di Sekolah Rakyat Terpadu
Sebanyak 90 putra dan putri asal Kabupaten Gowa akan mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 usai dilepas secara simbolik, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Selasa (14/7).
Rabu, 15 Jul 2026 07:29
Sulsel
Pemkab Gowa Perkuat Kualitas Data Statistik Sektoral Lewat Evaluasi EPSS
Pemerintah Kabupaten Gowa melalui DiskominfoSP melengkapi bukti dukung dalam EPSS 2025 sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola data dan mengoptimalkan nilai IPS.
Selasa, 14 Jul 2026 19:23
News
TP PKK Gowa Raih Penghargaan dari Menkes RI dan Ketum TP PKK Pusat
Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dan Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian di Claro Hotel Makassar, Sabtu (11/7).
Senin, 13 Jul 2026 20:07
Sulsel
Mendagri Kenakan Wastra Sutra Gowa Saat Tutup Rangkaian HUT Dekranas
Stand Pameran Dekranasda Gowa menjadi salah satu yang paling banyak diminati oleh pengunjung pada Pameran Kriya dan Wastra Nusantara yang berlangsung berlangsung 8-12 Juli 2026 di Mal Trans Studio Makassar.
Senin, 13 Jul 2026 15:05
Sulsel
Omset Penjualan Kriya dan Wastra Nusantara Dekranasda Gowa Capai Rp45 Juta
Stand Pameran Dekranasda Gowa menjadi salah satu yang paling banyak diminati oleh pengunjung pada Pameran Kriya dan Wastra Nusantara yang berlangsung berlangsung 8-12 Juli 2026 di Mal Trans Studio Makassar.
Senin, 13 Jul 2026 11:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Himatik FT-UNM Resmi Buka Ice Sport 2026, Diikuti 22 Kelas JTIK
2
Senyum Polisi hingga Dokter Cilik Warnai MPLS SIT Alif Cendekia Gowa
3
Kuota Haji 2027 Kabupaten Maros Capai 453 Orang, Baru 90% yang Melapor
4
HNSI Sulsel Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga BBM Nelayan
5
Kecam Tindakan Bupati Husniah, DPRD Gowa Tidak akan Lakukan Pemanggilan Ulang
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Himatik FT-UNM Resmi Buka Ice Sport 2026, Diikuti 22 Kelas JTIK
2
Senyum Polisi hingga Dokter Cilik Warnai MPLS SIT Alif Cendekia Gowa
3
Kuota Haji 2027 Kabupaten Maros Capai 453 Orang, Baru 90% yang Melapor
4
HNSI Sulsel Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga BBM Nelayan
5
Kecam Tindakan Bupati Husniah, DPRD Gowa Tidak akan Lakukan Pemanggilan Ulang