Pemerintah Targetkan 1.285 Desa Terang hingga Akhir 2025
Jum'at, 17 Okt 2025 17:51
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Bupati Musi Banyuasin M. Toha Tohet dan Dirut PLN Darmawan saat meninjau lokasi proyek Program Listrik Desa di Desa Bandar Jaya. Foto/IST
MUSI BANYUASIN - Pemerintah terus mendorong pemerataan akses listrik di seluruh pelosok negeri melalui Program Listrik Desa (Lisdes). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan 1.285 desa akan mendapatkan infrastruktur kelistrikan hingga akhir 2025. Ini menjadi langkah nyata negara dalam menghadirkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Saat meninjau progres Lisdes dan penyalaan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Bandar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (16/10), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa listrik adalah hak dasar setiap warga negara. Pemerintah bersama PLN berkomitmen mewujudkan pemerataan listrik secara nasional hingga 2030.
“Target Bapak Presiden Prabowo adalah menyelesaikan pemerataan listrik di seluruh Indonesia pada 2029–2030. Kami sedang mengupayakannya secara bertahap,” ujar Bahlil.
Presiden Prabowo menargetkan lebih dari 5.700 desa dan 4.300 dusun terbebas dari kegelapan. Pemerintah berkomitmen mengejar target tersebut agar seluruh masyarakat dapat menikmati manfaat listrik, dari peningkatan kualitas hidup hingga kemajuan ekonomi lokal.
Bahlil mengakui, pembangunan jaringan listrik di daerah terpencil tidak selalu menguntungkan secara bisnis bagi PLN. Namun, menurutnya, negara tetap harus hadir untuk menjamin keadilan energi bagi semua.
“Biaya membangun listrik di desa memang tinggi, tapi negara tidak boleh abai. Presiden sangat konsen agar listrik bisa dirasakan sebagai bentuk keadilan sosial,” tegasnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menambahkan bahwa PLN siap mendukung program pemerintah hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Ia menyebut listrik sebagai pintu masuk perubahan besar di desa.
“Melalui listrik, taraf hidup meningkat, ekonomi bergerak, dan lapangan kerja terbuka. Kami siap menerangi seluruh negeri tanpa terkecuali,” kata Darmawan.
Untuk melistriki 1.285 desa, PLN akan membangun 4.770 kilometer jaringan tegangan menengah, 3.265 kilometer jaringan tegangan rendah, serta 94.040 kVA gardu distribusi. Proyek ini ditargetkan dapat membawa listrik ke lebih dari 77 ribu keluarga.
“Ini bukan sekadar angka. Ini tentang anak-anak yang bisa belajar di malam hari, dan desa yang makin maju,” imbuhnya.
Di Sumatera Selatan, ada 11 desa yang masuk dalam program Lisdes Tahun Anggaran 2025. Tujuh di antaranya berada di Kabupaten Musi Banyuasin, termasuk Desa Bandar Jaya.
Rosidin, Kepala Desa Bandar Jaya, mengungkapkan rasa syukur atas program ini. Warga Dusun 4 Sungai Putih, yang telah menanti selama hampir 10 tahun, akhirnya segera menikmati listrik.
“Alhamdulillah, penantian panjang kami segera terbayar. Terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Menteri ESDM atas perjuangan ini,” ujarnya.
Senada dengan Rosidin, Rohiya – warga Dusun 4 – berharap proses pemasangan berjalan lancar. Selama ini, ia harus mengandalkan genset dengan biaya hingga Rp25 ribu per malam.
“Kalau tak ada uang, ya gelap-gelapan. Semoga semuanya lancar agar kami bisa segera menikmati listrik seperti warga lain,” tuturnya.
Saat meninjau progres Lisdes dan penyalaan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Bandar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (16/10), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa listrik adalah hak dasar setiap warga negara. Pemerintah bersama PLN berkomitmen mewujudkan pemerataan listrik secara nasional hingga 2030.
“Target Bapak Presiden Prabowo adalah menyelesaikan pemerataan listrik di seluruh Indonesia pada 2029–2030. Kami sedang mengupayakannya secara bertahap,” ujar Bahlil.
Presiden Prabowo menargetkan lebih dari 5.700 desa dan 4.300 dusun terbebas dari kegelapan. Pemerintah berkomitmen mengejar target tersebut agar seluruh masyarakat dapat menikmati manfaat listrik, dari peningkatan kualitas hidup hingga kemajuan ekonomi lokal.
Bahlil mengakui, pembangunan jaringan listrik di daerah terpencil tidak selalu menguntungkan secara bisnis bagi PLN. Namun, menurutnya, negara tetap harus hadir untuk menjamin keadilan energi bagi semua.
“Biaya membangun listrik di desa memang tinggi, tapi negara tidak boleh abai. Presiden sangat konsen agar listrik bisa dirasakan sebagai bentuk keadilan sosial,” tegasnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menambahkan bahwa PLN siap mendukung program pemerintah hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Ia menyebut listrik sebagai pintu masuk perubahan besar di desa.
“Melalui listrik, taraf hidup meningkat, ekonomi bergerak, dan lapangan kerja terbuka. Kami siap menerangi seluruh negeri tanpa terkecuali,” kata Darmawan.
Untuk melistriki 1.285 desa, PLN akan membangun 4.770 kilometer jaringan tegangan menengah, 3.265 kilometer jaringan tegangan rendah, serta 94.040 kVA gardu distribusi. Proyek ini ditargetkan dapat membawa listrik ke lebih dari 77 ribu keluarga.
“Ini bukan sekadar angka. Ini tentang anak-anak yang bisa belajar di malam hari, dan desa yang makin maju,” imbuhnya.
Di Sumatera Selatan, ada 11 desa yang masuk dalam program Lisdes Tahun Anggaran 2025. Tujuh di antaranya berada di Kabupaten Musi Banyuasin, termasuk Desa Bandar Jaya.
Rosidin, Kepala Desa Bandar Jaya, mengungkapkan rasa syukur atas program ini. Warga Dusun 4 Sungai Putih, yang telah menanti selama hampir 10 tahun, akhirnya segera menikmati listrik.
“Alhamdulillah, penantian panjang kami segera terbayar. Terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Menteri ESDM atas perjuangan ini,” ujarnya.
Senada dengan Rosidin, Rohiya – warga Dusun 4 – berharap proses pemasangan berjalan lancar. Selama ini, ia harus mengandalkan genset dengan biaya hingga Rp25 ribu per malam.
“Kalau tak ada uang, ya gelap-gelapan. Semoga semuanya lancar agar kami bisa segera menikmati listrik seperti warga lain,” tuturnya.
(TRI)
Berita Terkait
Sulbar
Kisah Pengabdian Bidan Cahaya Husniati di Pelosok Majene
Perjalanan menuju pasien bisa memakan waktu berjam-jam, melewati jalan terjal, menyeberangi sungai, hingga dilanjutkan dengan berjalan kaki. Namun, bagi Husniati, medan berat bukan alasan untuk berhenti melayani.
Senin, 26 Okt 2026 17:26
News
PLN UIP Sulawesi Perkuat Kepatuhan Penggunaan Kawasan Hutan di Sulteng
PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mulai memproses evaluasi pengembalian Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) untuk dua proyek jaringan listrik di Sulawesi Tengah.
Jum'at, 23 Okt 2026 23:43
Ekbis
Promo Energi Berdikari, PLN Beri Diskon Tambah Daya hingga 50 Persen
PT PLN (Persero) menghadirkan diskon 50 persen biaya penyambungan tambah daya melalui promo Energi Berdikari untuk memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81.
Jum'at, 23 Okt 2026 12:42
Ekbis
Kendaraan Listrik di Sulselrabar Tumbuh 53,7 Persen, PLN Perluas Jaringan SPKLU
Pertumbuhan kendaraan listrik di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat mendorong kebutuhan infrastruktur pengisian daya yang semakin luas.
Senin, 19 Okt 2026 14:14
News
PLN Kebut Pembangunan SUTT 150 kV Bungku-ACN, Target Energize Desember 2026
Manajemen PLN UIP Sulawesi meninjau proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Bungku-ACN dan Gardu Induk (GI) 150 kV Bungku Extension di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Sabtu, 17 Okt 2026 12:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Arum Spink Pertanyakan MRC Bulukumba Tak Masuk Daftar Voters KLB PSSI Sulsel
2
Pemkab Gowa Harap Operasi Patuh Pallawa 2026 Pacu Kesadaran Berkendara
3
Wali Kota Makassar Minta Proyek Stadion Untia Libatkan Tenaga Kerja Lokal
4
Bupati Bone Ajak Warga Berbagi Kisah Inspiratif Lewat Tulisan
5
BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, UMKM Bidik Pasar Global
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Arum Spink Pertanyakan MRC Bulukumba Tak Masuk Daftar Voters KLB PSSI Sulsel
2
Pemkab Gowa Harap Operasi Patuh Pallawa 2026 Pacu Kesadaran Berkendara
3
Wali Kota Makassar Minta Proyek Stadion Untia Libatkan Tenaga Kerja Lokal
4
Bupati Bone Ajak Warga Berbagi Kisah Inspiratif Lewat Tulisan
5
BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, UMKM Bidik Pasar Global