PLN Amankan Aset PLTU Punagaya, Perkuat Sinergi dengan Kementerian ATR/BPN
Senin, 03 Nov 2025 10:01
PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi resmi menerima Surat Keputusan (SK) Hak Tanah untuk lokasi PLTU Punagaya 2 x 100 MW di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Foto/Istimewa
JAKARTA - PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi resmi menerima Surat Keputusan (SK) Hak Tanah untuk lokasi PLTU Punagaya 2 x 100 MW di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
SK atas lahan seluas 61 hektare ini diserahkan langsung oleh Direktur Pengaturan Tanah Pemerintah, Tanah Ulayat, dan Tanah Komunal Kementerian ATR/BPN, Suwito, kepada General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (28/10).
Sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas), PLTU Punagaya berperan penting menjaga keandalan pasokan listrik di sistem kelistrikan Sulawesi Selatan. Untuk memperkuat legalitas aset tersebut, PLN UIP Sulawesi bersama Kementerian ATR/BPN, Kanwil BPN Sulawesi Selatan, dan Kantor BPN Jeneponto telah melakukan koordinasi intensif guna menyinkronkan data dan mempercepat penerbitan SK Hak.
Penyerahan SK Hak ini menjadi tahapan penting dalam proses sertifikasi aset tanah PLTU Punagaya, sekaligus menjadi dasar penerbitan Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) oleh BPN Jeneponto. Dengan adanya SK ini, proses sertifikasi aset PLN kini memiliki arah yang lebih jelas dan kepastian hukum yang kuat—langkah strategis dalam pengamanan aset negara di sektor ketenagalistrikan.
General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Kementerian ATR/BPN. Ia bilang penyerahan SK Hak Tanah ini merupakan wujud nyata sinergi antara PLN dan pemerintah dalam memperkuat kepastian hukum aset ketenagalistrikan.
"Legalitas lahan ini menjadi pondasi bagi keberlanjutan proyek PLTU Punagaya guna meningkatkan keandalan pasokan listrik di Sulawesi,” ujar Wisnu.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan penerbitan SK ini adalah hasil kolaborasi dan komitmen kuat antarinstansi.
“Sinergi antara PLN UIP Sulawesi, BPN Jeneponto, Kanwil BPN Sulawesi Selatan, dan Kementerian ATR/BPN menjadi kunci keberhasilan proses ini. Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak dan berharap kerja sama ini terus berlanjut untuk mempercepat legalisasi aset-aset PLN lainnya,” imbuhnya.
Dengan terbitnya SK Hak Tanah tersebut, PLN UIP Sulawesi menegaskan komitmennya untuk mengelola dan mengamankan aset negara secara profesional, akuntabel, dan transparan, demi mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal dan berkelanjutan di wilayah Sulawesi.
SK atas lahan seluas 61 hektare ini diserahkan langsung oleh Direktur Pengaturan Tanah Pemerintah, Tanah Ulayat, dan Tanah Komunal Kementerian ATR/BPN, Suwito, kepada General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (28/10).
Sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas), PLTU Punagaya berperan penting menjaga keandalan pasokan listrik di sistem kelistrikan Sulawesi Selatan. Untuk memperkuat legalitas aset tersebut, PLN UIP Sulawesi bersama Kementerian ATR/BPN, Kanwil BPN Sulawesi Selatan, dan Kantor BPN Jeneponto telah melakukan koordinasi intensif guna menyinkronkan data dan mempercepat penerbitan SK Hak.
Penyerahan SK Hak ini menjadi tahapan penting dalam proses sertifikasi aset tanah PLTU Punagaya, sekaligus menjadi dasar penerbitan Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) oleh BPN Jeneponto. Dengan adanya SK ini, proses sertifikasi aset PLN kini memiliki arah yang lebih jelas dan kepastian hukum yang kuat—langkah strategis dalam pengamanan aset negara di sektor ketenagalistrikan.
General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Kementerian ATR/BPN. Ia bilang penyerahan SK Hak Tanah ini merupakan wujud nyata sinergi antara PLN dan pemerintah dalam memperkuat kepastian hukum aset ketenagalistrikan.
"Legalitas lahan ini menjadi pondasi bagi keberlanjutan proyek PLTU Punagaya guna meningkatkan keandalan pasokan listrik di Sulawesi,” ujar Wisnu.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan penerbitan SK ini adalah hasil kolaborasi dan komitmen kuat antarinstansi.
“Sinergi antara PLN UIP Sulawesi, BPN Jeneponto, Kanwil BPN Sulawesi Selatan, dan Kementerian ATR/BPN menjadi kunci keberhasilan proses ini. Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak dan berharap kerja sama ini terus berlanjut untuk mempercepat legalisasi aset-aset PLN lainnya,” imbuhnya.
Dengan terbitnya SK Hak Tanah tersebut, PLN UIP Sulawesi menegaskan komitmennya untuk mengelola dan mengamankan aset negara secara profesional, akuntabel, dan transparan, demi mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal dan berkelanjutan di wilayah Sulawesi.
(TRI)
Berita Terkait
News
Safari Ramadan PLN Group di Luwuk, Bantu Anak Panti hingga Marbot
Suasana Ramadan di Kabupaten Banggai semakin terasa hangat dengan hadirnya kegiatan Safari Ramadan yang digelar PT PLN (Persero) Group Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo).
Rabu, 18 Mar 2026 18:30
News
Safari Ramadan, PLN UIP Sulawesi Santuni Anak Yatim dan Duafa
PLN menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim dhuafa dan para santri di Kota Manado sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Bantuan tersebut disalurkan dalam kegiatan Safari Ramadan.
Selasa, 17 Mar 2026 08:33
News
YBM PLN UIP Sulawesi Berbagi Bingkisan Ramadan untuk Santri Tahfidz Maros
Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali diwujudkan oleh YBM PLN UIP Sulawesi melalui penyaluran bingkisan kepada para santri Pesantren Tahfidzul Qur’an Hidayatullah Maros.
Minggu, 15 Mar 2026 17:06
News
Safari Ramadan, PLN UIP Sulawesi Santuni Anak Panti & Santri
Melalui kegiatan Safari Ramadan yang digelar di Kantor Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tenggara, Kota Kendari, Senin (09/03), PLN menyalurkan bantuan bagi anak-anak panti asuhan dan para santri.
Sabtu, 14 Mar 2026 12:34
Makassar City
Relawan Katimbang Bersihkan Drainase Bersama Dukungan PLN UIP Sulawesi
Semangat gotong royong mewarnai pagi di Kelurahan Katimbang pada bulan Ramadan. Sebanyak 40 relawan Tim Katimbang Siaga Bencana (KSB) bersama masyarakat, pemerintah kelurahan, dan petugas Linmas melakukan aksi pembersihan drainase sepanjang kurang lebih 200 meter
Jum'at, 13 Mar 2026 13:54
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler