PLN Kebut Proyek SUTT Palu 3–Tambu, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026

Rabu, 06 Mei 2026 19:20
PLN Kebut Proyek SUTT Palu 3–Tambu, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026
Secara keseluruhan, pembangunan SUTT 150 kV PLTU Palu 3–Tambu mencakup 197 tower dengan capaian progres sekitar 80 persen. Foto/Istimewa
Comment
Share
PALU - Upaya percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan di Sulawesi Tengah terus dilakukan. Salah satunya melalui peninjauan langsung proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV PLTU Palu 3–Tambu oleh General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal sekaligus mengakselerasi penyelesaian proyek strategis tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi oleh Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tengah (UPP Sulteng), Qadri. Peninjauan difokuskan pada kesiapan lapangan, terutama proses penyediaan ruang bebas (right of way/ROW) yang saat ini masih dalam tahap persiapan.

Secara keseluruhan, pembangunan SUTT 150 kV PLTU Palu 3–Tambu mencakup 197 tower dengan capaian progres sekitar 80 persen. Proyek ini ditargetkan dapat beroperasi (energize) pada akhir tahun 2026.

Kehadiran jaringan transmisi ini akan memperkuat penyaluran daya listrik dari PLTU Palu 3 menuju wilayah Tambu dan sekitarnya yang selama ini masih mengandalkan pembangkit diesel. Selain itu, sistem ini juga akan terhubung dengan Gardu Induk 150 kV Tambu berkapasitas 30 MVA.

I Gusti Made Aditya San Adinatha menegaskan bahwa pembangunan jaringan transmisi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Tengah sekaligus mendorong efisiensi operasional.

“SUTT ini akan menjadi tulang punggung penyaluran daya dari PLTU Palu 3 ke Tambu. Dengan beroperasinya jaringan ini, pasokan listrik akan lebih andal dan efisien serta mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer PLN UPP Sulawesi Tengah, Qadri, menyampaikan bahwa tim proyek saat ini fokus mengoptimalkan tahapan akhir pekerjaan agar target penyelesaian dapat tercapai.

"Kami memprioritaskan percepatan penyelesaian ROW dan penarikan konduktor sebagai tahapan krusial menuju energize. Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis proyek ini dapat selesai tepat waktu dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal dan berkelanjutan. Hal ini penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di Sulawesi Tengah. Peninjauan ini menjadi bagian dari langkah pengawasan agar setiap proyek berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru