FK UMI Gelar Baksos Akbar 2025 di Kendari dan Konawe

Sabtu, 29 Nov 2025 16:38
FK UMI Gelar Baksos Akbar 2025 di Kendari dan Konawe
FK UMI Makassar kembali menggelar rangkaian Bakti Sosial Akbar 2025, yang tahun ini dipusatkan di dua wilayah Sultra yakni Kota Kendari dan Kabupaten Konawe. Foto/IST
Comment
Share
KENDARI - Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) Makassar kembali menggelar rangkaian Bakti Sosial Akbar 2025, yang tahun ini dipusatkan di dua wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni Kota Kendari dan Kabupaten Konawe.

Rangkaian kegiatan meliputi seminar kesehatan, roadshow, hingga try out, yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara yang diwakili Staf Ahli Gubernur, La Ode Fasikin bersama Wali Kota Kendari dr. Siska Karina Imran.

Acara yang berlangsung di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra ini menjadi wujud komitmen FK UMI dalam memperluas pengabdian masyarakat serta memperkuat edukasi kesehatan lintas daerah.

Dekan FK UMI Makassar, dr. Nasrudin Andi Mappaware, menjelaskan bahwa pelaksanaan baksos tahun ini terwujud melalui kolaborasi erat antara FK UMI dan pemerintah daerah di Sultra.

“Kami dari Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia kota Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel), bekerjasama dengan pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota Kendari, dan pemerintah daerah Kabupaten Konawe hari ini melakukan kerja sama dalam kegiatan bakti sosial akbar 2025,” ujarnya.

Di Kendari, kegiatan diawali dengan seminar kesehatan yang mengangkat tiga tema utama yakni kesehatan reproduksi remaja, kesehatan mental, dan penyakit degeneratif. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi.

“Tadi dalam acara seminar ini kurang lebih dihadiri 800 orang peserta, termasuk ibu-ibu dharma wanita, ibu-ibu Persit dan juga siswa-siswi di 40 SMA di Sulawesi Tenggara ini,” kata Nasrudin.

Setelah seminar, acara dilanjutkan dengan talkshow promosi FK UMI dan try out bagi pelajar SMA/SMK se-Kota Kendari sebagai upaya menjaring calon mahasiswa baru berkualitas untuk tahun akademik 2026.

“Insya Allah kita akan lanjutkan dengan kegiatan talkshow promosi FK UMI di Sulawesi Tenggara ini, dan juga kegiatan try out dalam rangka mencari bibit unggul,” tambahnya.

Agenda baksos berikutnya akan digelar di Kabupaten Konawe dengan fokus tema yang lebih menyoroti isu kesehatan masyarakat yang mendesak, yakni stunting dan TBC.

“Disana nantinya akan ada rangkaian seminar tentang kesehatan juga, topiknya adalah masalah stunting dan penyakit TBC,” jelas Dekan FK UMI itu.

Selain seminar, FK UMI juga membuka pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Seluruh dokter spesialis FK UMI diterjunkan untuk memberikan pemeriksaan medis, termasuk layanan untuk ibu hamil, pasien dengan masalah kandungan, serta pemeriksaan pap smear dan IVA.

“Kami telah menghadirkan seluruh dokter spesialis dari berbagai bidang dari FK UMI untuk melayani masyarakat juga pemeriksaan kesehatan geratis untuk ibu hamil, dan yang memiliki masalah kandungan, dan juga pemeriksaan pap smear dan IVA,” terang Nasrudin.

Masyarakat umum juga mendapat pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), sebuah keterampilan penting yang dibutuhkan dalam kondisi darurat.

“Hal lain adalah kita melakukan pelatihan Bantuan dasar di beberapa titik lokasi untuk masyarakat awam, karena bantuan ini penting dalam rangka pertolongan dasar ketika ada masalah di masyarakat,” ucapnya.

Momentum baksos tahun ini terasa lebih personal bagi Nasrudin. Sebagai putra asli Konawe sekaligus alumni SMAN 1 Unaaha, ia akan menutup rangkaian kegiatan di sekolah tempat ia dahulu menimba ilmu.

“InsyaAllah kami tutup kegiatan di SMAN 1 Unaaaha Kabupaten Konawe, kami buat kelas inspirasi, kebetulan saya sendiri adalah putra daerah asli Sulawesi Tenggara, sehingga besok kita melakukan kelas inspirasi sekaligus talkshow dan Try out juga untuk anak-anak SMAN 1 negri Unaaha,” ungkap Alumni SMAN 1 Unaaha itu.

Ia menambahkan bahwa Baksos Akbar FK UMI telah menjadi agenda tahunan dengan jangkauan yang terus meluas. Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan serupa digelar di Kalimantan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Ambon, hingga Ternate.

Tahun ini, Sulawesi Tenggara menjadi fokus utama dengan dua lokasi pelaksanaan. “Kami sudah keliling kemana-mana, dan memang tahun ini kita giatkan di Sulawesi Tenggara, di dua titik yaitu kota kendari dan kabupaten Konawe,” kata Nasrudin.

Di luar agenda tahunan tersebut, FK UMI juga rutin menjalankan program pengabdian masyarakat setiap triwulan di Makassar dan seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

“Artinya kami mengambil atau mengusung tema bahwa memang FK UMI atau institusi tidak hanya memiliki faedah kedalam, tapi juga harus berdampak terhadap pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dengan jangkauan peserta yang luas dan fokus pada isu kesehatan yang relevan, Baksos Akbar FK UMI 2025 menjadi salah satu kontribusi pendidikan kesehatan terbesar di Sulawesi Tenggara pada penghujung tahun ini.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru