Keluarga Korban Lakalantas di Makassar Minta Polisi Tegas
Jum'at, 12 Des 2025 20:06
Salah satu pos polisi yang terletak di Jalan Kartini Kota Makassar
MAKASSAR - Keluarga korban tabrakan atas nama Imma, warga Jalan Barukang IV Makassar, Sulawesi Selatan meminta polisi bertindak tegas termasuk menyita mobil pelaku untuk dijadikan jaminan atau barang bukti.
Danil selaku anak korban mengatakan sudah bertemu dengan pelaku di hadapan penyidik di Unit Lakalantas Polrestabes Makassar, Kamis (11/12/2025), tapi belum menemui titik temu.
"Kami oleh penyidik diminta membicarakan hal ini secara kekeluargaan (damai) lebih dulu. Tapi susah sekali dihubungi dan sepertinya tidak serius. Makanya keluarga ingin polisi bertindak," ujarnya.
Dirinya juga mengaku cukup tertekan saat pemeriksaan dengan adanya seseorang yang mengaku LSM sekaligus perantara pihak pelaku yang seolah-olah sebagai saksi dan justru memperkeruh suasana. Akibatnya dirinya dan pelaku bernama Abri tidak bisa berkomunikasi secara baik.
Dalam pertemuan di hadapan penyidik, Danil menjelaskan, dirinya telah menyampaikan ada keinginan keluarga agar tidak perlu melanjutkan laporannya dengan kompensasi berupa pemberian ganti rugi.
Menurut dia, meskipun biaya rumah sakit selama beberapa hari termasuk biaya operasi kaki yang dijalani telah tercover oleh Jasa Raharja, namun dirinya harus membeli kebutuhan lain termasuk popok, perbaikan motor dan sebagainnya.
Namun dari pelaku, kata dia, hanya bersedia memberikan uang Rp500 ribu sebagai biaya ganti rugi. Hal itu oleh keluarga korban justru dianggap yang bersangkutan tidak serius sehingga pihaknya meminta polisi melanjutkan laporannya.
Sementara Ibu Imma selaku korban ditemui dirumahnya mengaku masih harus melalukan rawat jalan usai diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
"Dokter minta untuk melakukan check-up karena masih ingin dilihat bagaimana perkembangan setelah operasi," ujarnya.
Danil selaku anak korban mengatakan sudah bertemu dengan pelaku di hadapan penyidik di Unit Lakalantas Polrestabes Makassar, Kamis (11/12/2025), tapi belum menemui titik temu.
"Kami oleh penyidik diminta membicarakan hal ini secara kekeluargaan (damai) lebih dulu. Tapi susah sekali dihubungi dan sepertinya tidak serius. Makanya keluarga ingin polisi bertindak," ujarnya.
Dirinya juga mengaku cukup tertekan saat pemeriksaan dengan adanya seseorang yang mengaku LSM sekaligus perantara pihak pelaku yang seolah-olah sebagai saksi dan justru memperkeruh suasana. Akibatnya dirinya dan pelaku bernama Abri tidak bisa berkomunikasi secara baik.
Dalam pertemuan di hadapan penyidik, Danil menjelaskan, dirinya telah menyampaikan ada keinginan keluarga agar tidak perlu melanjutkan laporannya dengan kompensasi berupa pemberian ganti rugi.
Menurut dia, meskipun biaya rumah sakit selama beberapa hari termasuk biaya operasi kaki yang dijalani telah tercover oleh Jasa Raharja, namun dirinya harus membeli kebutuhan lain termasuk popok, perbaikan motor dan sebagainnya.
Namun dari pelaku, kata dia, hanya bersedia memberikan uang Rp500 ribu sebagai biaya ganti rugi. Hal itu oleh keluarga korban justru dianggap yang bersangkutan tidak serius sehingga pihaknya meminta polisi melanjutkan laporannya.
Sementara Ibu Imma selaku korban ditemui dirumahnya mengaku masih harus melalukan rawat jalan usai diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
"Dokter minta untuk melakukan check-up karena masih ingin dilihat bagaimana perkembangan setelah operasi," ujarnya.
(GUS)
Berita Terkait
News
Uang Santunan Rp300 Ribu Jadi Pemicu Ricuh Sidang Lakalantas di PN Jeneponto
Sidang pembacaan putusan perkara kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Pengadilan Negeri Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Kamis sore kemarin berlangsung ricuh.
Jum'at, 19 Des 2025 14:46
News
Sidang Putusan Kasus Lakalantas Punagaya di PN Jeneponto Ricuh
Sidang pembacaan putusan kasus kecelakaan lalu lintas yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jeneponto, Sulawesi Selatan pada Kamis (18/12/2025) sore, diwarnai kericuhan.
Kamis, 18 Des 2025 20:25
News
Tekan Kecelakaan Pelajar, Asmo Sulsel & Polres Parepare Gelar Edukasi Safety Riding
Asmo Sulsel kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan generasi muda melalui kegiatan edukasi safety riding.
Sabtu, 06 Des 2025 17:44
News
Putrinya Ditabrak, Ayah Justru Jadi Terlapor: Penabrak Disebut Anak Polisi
Seorang ayah anak korban bernama Ari (46) diperiksa polisi atas dugaan tindak pidana yang dilaporkan pelapor perempuan inisial ITR dengan menuduhnya melakukan ancaman kekerasan terhadap anak, padahal anaknya menabrak anak korban di Jalanan Desa Berutallassa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Rabu, 26 Nov 2025 22:34
News
Tekan Lakalantas Pelajar, Asmo Sulsel Gelar Edukasi Safety Riding di SMA Batara Gowa
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar melalui kegiatan edukasi safety riding.
Rabu, 22 Okt 2025 19:28
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Guru Besar Unhas Nilai Penempatan Polri di Bawah Presiden Sudah Konstitusional
2
Pemkab Maros Terima Piagam UHC Award 2026
3
Amankan Pasokan BBM dari Poso, Polres Luwu Timur Siagakan Personel di 3 SPBU Utama
4
DPRD Sulsel Dalami Persoalan Dampak Penghentian Dana Sharing Bantuan PBI BPJS di Jeneponto
5
Ray Suryadi Desak Pemkot Makassar Segera Lakukan Perbaikan Total Pasar Paotere
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Guru Besar Unhas Nilai Penempatan Polri di Bawah Presiden Sudah Konstitusional
2
Pemkab Maros Terima Piagam UHC Award 2026
3
Amankan Pasokan BBM dari Poso, Polres Luwu Timur Siagakan Personel di 3 SPBU Utama
4
DPRD Sulsel Dalami Persoalan Dampak Penghentian Dana Sharing Bantuan PBI BPJS di Jeneponto
5
Ray Suryadi Desak Pemkot Makassar Segera Lakukan Perbaikan Total Pasar Paotere