Sidang Putusan Kasus Lakalantas Punagaya di PN Jeneponto Ricuh
Kamis, 18 Des 2025 20:25
Keluarga korban mengamuk di PN Jeneponto usai vonis Majelis Hakim dibacakan. Foto: SINDO Makassar/Sulaiman Nai
JENEPONTO - Sidang pembacaan putusan kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jeneponto, Sulawesi Selatan pada Kamis (18/12/2025) sore, diwarnai kericuhan.
Kericuhan pecah sesaat setelah majelis hakim membacakan amar putusan terhadap terdakwa Rahmatia Lobo pelaku penabrakan yang menyebabkan korban Imran bin Abdul Karim meninggal dunia.
Majelis hakim menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara kepada terdakwa. Putusan tersebut langsung memicu emosi orang tua dan keluarga korban yang hadir di ruang sidang. Mereka berteriak dan mengamuk karena menilai vonis hakim tidak sebanding dengan perbuatan terdakwa.
Sebelumnya, kecelakaan lalu lintas yang menewaskan korban atas nama Imran bin Abdul Karim terjadi pada Senin, 24 Maret 2025 lalu di Dusun Punagaya, Desa Bontorappo, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto.
Saat itu, kendaraan Daihatsu Grand Max warna silver DD 8154 GD yang dikemudikan oleh terdakwa Rahmatia Lobo binti Jumado, dengan penumpang Sunarti binti Muhammad Daeng Rate, bergerak dari arah Dusun Bontorappo menuju Lingkungan Bontoraya.
Setibanya di lokasi, pengemudi kendaraan bernama Rahmatia Lobo menabrak seorang bocah pejalan kaki bernama Imran bin Abd Karim yang tengah menyeberang jalan.
Akibat dari tabrakan tersebut korban mengalami luka serius dan mengalami luka patah tulang hingga saat itu dilarikan ke rumah sakit Prof Dr. Anwar Makkatutu di Kabupaten Bantaeng dan korban meninggal setelah sempat menjalani perawatan selama 2 hari.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa dengan hukuman 4 tahun penjara, karena terdakwa dianggap lalai hingga merenggut nyawa korban.
Namun pada sidang putusan yang digelar di ruang sidang Pengadilan Negeri Jeneponto, majelis hakim memiliki pertimbangan lain sehingga menjatuhkan hukuman lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Aparat kepolisian dan petugas pengadilan yang berjaga sempat kewalahan mengamankan dan menenangkan keluarga korban yang mengamuk lantaran kecewa dengan keputusan hakim.
Pihak keluarga korban menyatakan kecewa dan tidak terima atas vonis hakim tersebut. Keluarga korban menilai vonis tersebut terlalu ringan.
"Kami kecewa, karena vonis hukumannya terlalu rendah dan itu tidak sebanding dengan nyawa anak saya," jelas Dahniar, orang tua korban.
Sementara itu, Hamka selaku jaksa penuntut umum mengaku akan melakukan upaya banding.
"Sebelum 7 hari kita akan upaya hukum banding, sesuai pedoman jaksa Agung karena di bawah tuntutan kami," tegas Hamka.
Kericuhan pecah sesaat setelah majelis hakim membacakan amar putusan terhadap terdakwa Rahmatia Lobo pelaku penabrakan yang menyebabkan korban Imran bin Abdul Karim meninggal dunia.
Majelis hakim menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara kepada terdakwa. Putusan tersebut langsung memicu emosi orang tua dan keluarga korban yang hadir di ruang sidang. Mereka berteriak dan mengamuk karena menilai vonis hakim tidak sebanding dengan perbuatan terdakwa.
Sebelumnya, kecelakaan lalu lintas yang menewaskan korban atas nama Imran bin Abdul Karim terjadi pada Senin, 24 Maret 2025 lalu di Dusun Punagaya, Desa Bontorappo, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto.
Saat itu, kendaraan Daihatsu Grand Max warna silver DD 8154 GD yang dikemudikan oleh terdakwa Rahmatia Lobo binti Jumado, dengan penumpang Sunarti binti Muhammad Daeng Rate, bergerak dari arah Dusun Bontorappo menuju Lingkungan Bontoraya.
Setibanya di lokasi, pengemudi kendaraan bernama Rahmatia Lobo menabrak seorang bocah pejalan kaki bernama Imran bin Abd Karim yang tengah menyeberang jalan.
Akibat dari tabrakan tersebut korban mengalami luka serius dan mengalami luka patah tulang hingga saat itu dilarikan ke rumah sakit Prof Dr. Anwar Makkatutu di Kabupaten Bantaeng dan korban meninggal setelah sempat menjalani perawatan selama 2 hari.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa dengan hukuman 4 tahun penjara, karena terdakwa dianggap lalai hingga merenggut nyawa korban.
Namun pada sidang putusan yang digelar di ruang sidang Pengadilan Negeri Jeneponto, majelis hakim memiliki pertimbangan lain sehingga menjatuhkan hukuman lebih ringan dari tuntutan jaksa.
Aparat kepolisian dan petugas pengadilan yang berjaga sempat kewalahan mengamankan dan menenangkan keluarga korban yang mengamuk lantaran kecewa dengan keputusan hakim.
Pihak keluarga korban menyatakan kecewa dan tidak terima atas vonis hakim tersebut. Keluarga korban menilai vonis tersebut terlalu ringan.
"Kami kecewa, karena vonis hukumannya terlalu rendah dan itu tidak sebanding dengan nyawa anak saya," jelas Dahniar, orang tua korban.
Sementara itu, Hamka selaku jaksa penuntut umum mengaku akan melakukan upaya banding.
"Sebelum 7 hari kita akan upaya hukum banding, sesuai pedoman jaksa Agung karena di bawah tuntutan kami," tegas Hamka.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Tekan Kecelakaan, Wakapolres Maros Perintahkan Edukasi Masif Keselamatan Berkendara
Wakapolres Maros Kompol Ahmad Rosma menginstruksikan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Keselamatan untuk menggencarkan sosialisasi tertib dan etika berlalu lintas.
Senin, 09 Feb 2026 11:11
Sulsel
Tekan Pelanggaran dan Lakalantas, Satlantas Jeneponto Intensif Patroli
Satlantas Polres Jeneponto mengintensifkan patroli malam untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas di jalan raya.
Minggu, 08 Feb 2026 14:38
News
Uang Santunan Rp300 Ribu Jadi Pemicu Ricuh Sidang Lakalantas di PN Jeneponto
Sidang pembacaan putusan perkara kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Pengadilan Negeri Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Kamis sore kemarin berlangsung ricuh.
Jum'at, 19 Des 2025 14:46
News
Keluarga Korban Lakalantas di Makassar Minta Polisi Tegas
Keluarga korban tabrakan atas nama Imma, warga Jalan Barukang IV Makassar, Sulawesi Selatan meminta polisi bertindak tegas termasuk menyita mobil pelaku untuk dijadikan jaminan atau barang bukti.
Jum'at, 12 Des 2025 20:06
News
Tekan Kecelakaan Pelajar, Asmo Sulsel & Polres Parepare Gelar Edukasi Safety Riding
Asmo Sulsel kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan generasi muda melalui kegiatan edukasi safety riding.
Sabtu, 06 Des 2025 17:44
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Gubernur Malut Tawarkan Peluang Investasi Pangan ke Saudagar Bugis-Makassar
2
Waspada! Penipuan Pekerti Berbayar Rp1,8 Juta Catut Nama Plt Rektor UNM
3
El Nino Mengancam, Mentan Amran Klaim Cadangan Pangan Aman
4
Antisipasi El Nino, Pemkab Sidrap Percepat Musim Tanam
5
Di PSBM XXVI, Appi Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Gubernur Malut Tawarkan Peluang Investasi Pangan ke Saudagar Bugis-Makassar
2
Waspada! Penipuan Pekerti Berbayar Rp1,8 Juta Catut Nama Plt Rektor UNM
3
El Nino Mengancam, Mentan Amran Klaim Cadangan Pangan Aman
4
Antisipasi El Nino, Pemkab Sidrap Percepat Musim Tanam
5
Di PSBM XXVI, Appi Paparkan Strategi Penguatan Ekonomi Makassar