Pelindo Regional 4 Teguhkan Komitmen Antikorupsi lewat FGD Hakordia 2025
Selasa, 16 Des 2025 15:00
Suasana Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Foto/IST
BALIKPAPAN - Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Assoc. Prof. Supardi, menegaskan pentingnya upaya pencegahan korupsi yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Menurutnya, sektor strategis seperti kepelabuhanan memiliki peran vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta kelancaran distribusi logistik nasional, sehingga membutuhkan tata kelola yang berintegritas.
Penegasan tersebut disampaikan Supardi saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Kegiatan ini berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (15/12/2025).
FGD Hakordia 2025 dihadiri Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, bersama jajaran pejabat dan manajemen Pelindo Group Wilayah Kerja Kalimantan Timur. Forum ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis di wilayah Kalimantan Timur.
Dalam paparannya, Supardi menekankan bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari penguatan sistem dan budaya organisasi. Transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci utama. “Kejaksaan tidak hanya berperan dalam penindakan, tetapi juga memiliki fungsi preventif melalui pendampingan hukum dan edukasi,” kata dia.
Kepala Kejati Kaltim tersebut turut mengapresiasi inisiatif Pelindo Regional 4 yang secara aktif melibatkan Kejaksaan dan para stakeholder dalam forum diskusi terbuka. Langkah ini dinilainya sebagai bentuk komitmen nyata dalam membangun tata kelola perusahaan yang bersih dan berintegritas.
“Sinergi antara BUMN dan aparat penegak hukum seperti ini sangat penting untuk meminimalkan potensi pelanggaran hukum dan menciptakan kepastian hukum dalam pelaksanaan kegiatan usaha,” imbuhnya.
Sementara itu, Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hakordia tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat budaya integritas di seluruh lini organisasi Pelindo.
“Hari Anti Korupsi Sedunia menjadi pengingat bagi kita semua bahwa integritas adalah fondasi utama dalam menjalankan bisnis dan pelayanan kepelabuhanan. Pelindo berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan transformasi BUMN dan tuntutan publik terhadap pelayanan yang berintegritas,” ujar Abdul Azis.
Ia menjelaskan bahwa Pelindo Regional 4 secara konsisten mengimplementasikan berbagai kebijakan pencegahan korupsi. Upaya tersebut meliputi penguatan sistem pengendalian internal, penerapan manajemen risiko, kepatuhan terhadap regulasi, hingga internalisasi budaya AKHLAK sebagai nilai inti BUMN.
“FGD ini menjadi ruang diskusi yang penting untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kesadaran risiko, serta memperkuat sinergi antara Pelindo dan para pemangku kepentingan, khususnya aparat penegak hukum, dalam menciptakan ekosistem kepelabuhanan yang berintegritas dan bebas dari praktik korupsi,” tambahnya.
Diskusi yang dipandu Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 4, Erisanty, berlangsung dalam format dialog interaktif yang mendorong keterbukaan dan refleksi bersama. Para peserta membahas berbagai isu strategis, mulai dari tantangan pencegahan korupsi di lingkungan operasional pelabuhan, peran kepemimpinan dalam menanamkan nilai integritas, hingga optimalisasi sistem pengawasan dan pelaporan sebagai bagian dari mitigasi risiko.
Melalui FGD Hakordia 2025 ini, Pelindo Regional 4 berharap seluruh insan Pelindo dan stakeholder yang terlibat semakin memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam mencegah tindak pidana korupsi, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi terwujudnya layanan kepelabuhanan yang profesional, berdaya saing, dan berintegritas.
Penegasan tersebut disampaikan Supardi saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Kegiatan ini berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (15/12/2025).
FGD Hakordia 2025 dihadiri Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, bersama jajaran pejabat dan manajemen Pelindo Group Wilayah Kerja Kalimantan Timur. Forum ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis di wilayah Kalimantan Timur.
Dalam paparannya, Supardi menekankan bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari penguatan sistem dan budaya organisasi. Transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci utama. “Kejaksaan tidak hanya berperan dalam penindakan, tetapi juga memiliki fungsi preventif melalui pendampingan hukum dan edukasi,” kata dia.
Kepala Kejati Kaltim tersebut turut mengapresiasi inisiatif Pelindo Regional 4 yang secara aktif melibatkan Kejaksaan dan para stakeholder dalam forum diskusi terbuka. Langkah ini dinilainya sebagai bentuk komitmen nyata dalam membangun tata kelola perusahaan yang bersih dan berintegritas.
“Sinergi antara BUMN dan aparat penegak hukum seperti ini sangat penting untuk meminimalkan potensi pelanggaran hukum dan menciptakan kepastian hukum dalam pelaksanaan kegiatan usaha,” imbuhnya.
Sementara itu, Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hakordia tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat budaya integritas di seluruh lini organisasi Pelindo.
“Hari Anti Korupsi Sedunia menjadi pengingat bagi kita semua bahwa integritas adalah fondasi utama dalam menjalankan bisnis dan pelayanan kepelabuhanan. Pelindo berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan transformasi BUMN dan tuntutan publik terhadap pelayanan yang berintegritas,” ujar Abdul Azis.
Ia menjelaskan bahwa Pelindo Regional 4 secara konsisten mengimplementasikan berbagai kebijakan pencegahan korupsi. Upaya tersebut meliputi penguatan sistem pengendalian internal, penerapan manajemen risiko, kepatuhan terhadap regulasi, hingga internalisasi budaya AKHLAK sebagai nilai inti BUMN.
“FGD ini menjadi ruang diskusi yang penting untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kesadaran risiko, serta memperkuat sinergi antara Pelindo dan para pemangku kepentingan, khususnya aparat penegak hukum, dalam menciptakan ekosistem kepelabuhanan yang berintegritas dan bebas dari praktik korupsi,” tambahnya.
Diskusi yang dipandu Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 4, Erisanty, berlangsung dalam format dialog interaktif yang mendorong keterbukaan dan refleksi bersama. Para peserta membahas berbagai isu strategis, mulai dari tantangan pencegahan korupsi di lingkungan operasional pelabuhan, peran kepemimpinan dalam menanamkan nilai integritas, hingga optimalisasi sistem pengawasan dan pelaporan sebagai bagian dari mitigasi risiko.
Melalui FGD Hakordia 2025 ini, Pelindo Regional 4 berharap seluruh insan Pelindo dan stakeholder yang terlibat semakin memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam mencegah tindak pidana korupsi, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi terwujudnya layanan kepelabuhanan yang profesional, berdaya saing, dan berintegritas.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Tingkatkan Kualitas SDM, Pelindo Regional 4 Gelar Pelatihan Business Presentation Skill
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program pengembangan kompetensi
Senin, 26 Jan 2026 14:56
Ekbis
Wujud Kepedulian Sosial di Bulan K3, Pelindo Group Wilayah Makassar Gelar Donor Darah
Dalam rangka Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2026, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar menggelar kegiatan donor darah
Jum'at, 23 Jan 2026 11:17
News
Nataru 2025/2026, Polri dan Pelindo Perkuat Sinergi Pengamanan Pelabuhan
Pelabuhan dinilai sebagai simpul transportasi strategis dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi, sehingga membutuhkan pengamanan dan koordinasi yang optimal.
Selasa, 23 Des 2025 19:26
News
Peringati Hakordia 2025, SPJM Perkuat Budaya Antikorupsi Lewat Webinar Ilmiah
SPJM menggelar Webinar Ilmiah dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025.
Minggu, 21 Des 2025 13:11
News
Pelindo Pastikan 63 Terminal Penumpang Siap Sambut Nataru 2025/2026
Sebanyak 63 terminal telah dipersiapkan untuk memberikan layanan optimal bagi masyarakat selama periode Nataru, sejalan dengan semangat “Libur Nataru, Hadirkan Kebaikan Kuatkan Harapan”.
Senin, 15 Des 2025 16:13
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Membaca Hijrah Politik Rusdi Masse
2
Stabilkan Harga LPG 3Kg, Wabup Lutim Instruksikan Sanksi Berat bagi Pangkalan Nakal
3
Perkuat Sinergi Pedoman Kerja Teknis Keamanan Objek Vital Nasional
4
Peduli Kemanusiaan, SPJM Gelar Kegiatan Donor Darah
5
PLN dan Kejaksaan Tinggi Sulteng Perkuat Sinergi Pendampingan Hukum PSN
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Membaca Hijrah Politik Rusdi Masse
2
Stabilkan Harga LPG 3Kg, Wabup Lutim Instruksikan Sanksi Berat bagi Pangkalan Nakal
3
Perkuat Sinergi Pedoman Kerja Teknis Keamanan Objek Vital Nasional
4
Peduli Kemanusiaan, SPJM Gelar Kegiatan Donor Darah
5
PLN dan Kejaksaan Tinggi Sulteng Perkuat Sinergi Pendampingan Hukum PSN