Mudik Lebaran, Pelindo Regional 4 Prediksi Arus Penumpang Naik 5%

Senin, 09 Mar 2026 16:20
Mudik Lebaran, Pelindo Regional 4 Prediksi Arus Penumpang Naik 5%
Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis memaparkan kesiapan terkait Angkutan Lebaran 2026. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memproyeksikan jumlah penumpang pada periode Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Indonesia Timur mencapai 882.620 orang. Angka ini meningkat sekitar 5 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat 840.590 penumpang.

Proyeksi tersebut mencerminkan tren kenaikan mobilitas masyarakat yang memanfaatkan transportasi laut dalam beberapa tahun terakhir.Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis mengatakan bahwa periode mudik Lebaran masih menjadi momentum dengan pergerakan penumpang tertinggi di pelabuhan yang dikelola Pelindo di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Berdasarkan proyeksi operasional kami, arus penumpang pada masa Angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 882.620 orang, atau meningkat sekitar 5% dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan ini sejalan dengan tren peningkatan mobilitas masyarakat serta semakin kuatnya konektivitas transportasi laut di wilayah Indonesia Timur,” ujar Abdul Azis.

Ia menjelaskan, tren peningkatan arus penumpang di pelabuhan yang berada di bawah pengelolaan Regional 4 terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022 jumlah penumpang tercatat sekitar 594.263 orang, kemudian naik menjadi 715.256 orang pada 2023, meningkat lagi menjadi 764.010 orang pada 2024, dan mencapai 840.590 orang pada periode Angkutan Lebaran 2025. Tahun ini, jumlah tersebut diperkirakan kembali bertambah hingga 882.620 penumpang.

Menurut Abdul Azis, Pelindo Regional 4 telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran layanan selama musim mudik, mulai dari kesiapan infrastruktur terminal penumpang hingga penguatan koordinasi dengan operator kapal dan berbagai instansi terkait.

“Kami memastikan seluruh fasilitas terminal penumpang dalam kondisi siap operasional, serta melakukan penguatan koordinasi dengan seluruh stakeholder guna memastikan pelayanan mudik berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Division Head Operasi Pelindo Regional 4 Yusida M. Palesang mengungkapkan bahwa sejumlah pelabuhan utama di Kawasan Timur Indonesia diperkirakan kembali menjadi titik dengan arus penumpang terbesar selama periode mudik tahun ini.

Berdasarkan data Angkutan Lebaran 2025, lima pelabuhan dengan arus penumpang tertinggi di Regional 4 adalah Pelabuhan Makassar dengan 126.006 penumpang, Balikpapan sebanyak 112.531 penumpang, Ambon 103.679 penumpang, Parepare 97.174 penumpang, serta Ternate 67.460 penumpang.

Pada Angkutan Lebaran 2026, jumlah penumpang di pelabuhan-pelabuhan tersebut diproyeksikan kembali meningkat. Makassar diperkirakan mencapai 132.306 penumpang, Balikpapan 118.158 penumpang, Ambon 108.863 penumpang, Parepare 102.033 penumpang, dan Ternate sekitar 70.833 penumpang.

“Pelabuhan Makassar diproyeksikan tetap menjadi pelabuhan dengan arus penumpang tertinggi di Regional 4 selama masa mudik Lebaran, diikuti Balikpapan dan Ambon. Oleh karena itu kami menyiapkan penguatan pengelolaan arus penumpang serta optimalisasi layanan terminal penumpang di pelabuhan-pelabuhan tersebut,” kata Yusida.

Pada periode Angkutan Lebaran tahun lalu, puncak arus mudik tercatat terjadi pada H-3 Lebaran dengan jumlah penumpang mencapai 41.049 orang, sedangkan puncak arus balik terjadi pada H+7 dengan total 40.197 penumpang. Pola pergerakan ini diperkirakan akan kembali terjadi pada musim mudik tahun ini.

Selama periode Angkutan Lebaran 2026, Pelindo Regional 4 mengoperasikan 20 terminal penumpang untuk memastikan pelayanan berjalan optimal bagi masyarakat pengguna transportasi laut di wilayah Indonesia Timur.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Pelindo optimistis layanan kepelabuhanan selama musim mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas logistik di Kawasan Timur Indonesia.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru