Kinerja Positif Pelindo Regional 4 : Trafik Penumpang, Peti Kemas & Kapal Naik

Selasa, 16 Jun 2026 12:51
Kinerja Positif Pelindo Regional 4 : Trafik Penumpang, Peti Kemas & Kapal Naik
PT Pelindo Regional 4 bersama sejumlah anak usaha membukukan kinerja operasional yang tetap tumbuh positif sepanjang Januari hingga Mei 2026. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - PT Pelindo Regional 4 bersama sejumlah anak usaha membukukan kinerja operasional yang tetap tumbuh positif sepanjang Januari hingga Mei 2026. Seluruh indikator utama menunjukkan peningkatan, mulai dari arus peti kemas, penumpang, hingga pergerakan kapal. Capaian ini sekaligus menegaskan kuatnya aktivitas logistik dan transportasi laut di kawasan timur Indonesia.

Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menilai tren positif tersebut tidak lepas dari strategi operasional yang dijalankan perusahaan dalam menjaga kelancaran layanan logistik dan mobilitas masyarakat.

“Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan dinamika perdagangan, kami tetap mampu menjaga pertumbuhan pada sejumlah indikator utama. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem kepelabuhanan di Regional 4 terus bergerak positif dan memberikan kontribusi terhadap konektivitas nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.

Berdasarkan data konsolidasi Pelindo Regional 4 hingga Mei 2026, arus peti kemas tumbuh 2,1% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sejumlah pelabuhan menjadi motor pertumbuhan, di antaranya Kendari yang mencatat kinerja terbaik berkat tambahan throughput dari layanan PT Meratus.

Kontributor lainnya meliputi Merauke yang terdorong proyek strategis nasional di Papua Selatan, Manokwari akibat pembangunan fasilitas publik, Sorong yang meningkat pada aktivitas transshipment, serta Parepare yang didukung arus distribusi beras dan kebutuhan pokok.

Pada sisi arus penumpang, pertumbuhan lebih kuat tercatat mencapai 10,2% YoY. Kenaikan ini ditopang peningkatan mobilitas di sejumlah pelabuhan utama.Kendari kembali mencatat performa tertinggi setelah dibukanya rute baru Kendari–Wawonii melalui Pangkalan Perahu.

Sementara itu, Balikpapan mengalami lonjakan penumpang pada periode mudik dan libur panjang. Di kawasan timur lainnya, Ambon mencatat kenaikan aktivitas penumpang kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dan kapal perintis, Ternate terbantu implementasi tiket elektronik, serta Parepare yang meningkat signifikan saat musim mudik Lebaran.

Untuk arus kapal secara konsolidasi, pertumbuhan tercatat sebesar 6% YoY, menandakan aktivitas pelayanan kapal tetap stabil di seluruh wilayah kerja Regional 4. Kinerja tertinggi dipimpin Balikpapan yang didorong aktivitas kapal tongkang batu bara dan kapal penumpang. Disusul Ternate dengan peningkatan kapal penumpang dan kegiatan Lawui, serta Samarinda yang mengalami kenaikan kunjungan tugboat dan tongkang di kawasan Muara Muntai dan Muara Pegah.

Selain itu, Bontang mencatat pertumbuhan pada segmen kapal curah dan tugboat-tongkang, sementara Ambon tumbuh pada layanan kapal ro-ro, kapal penumpang, dan pengangkut BBM.

Secara keseluruhan, lima pelabuhan dengan kinerja terbaik pada arus kapal adalah Balikpapan, Ternate, Samarinda, Bontang, dan Ambon. Untuk arus peti kemas, lima besar ditempati Kendari, Merauke, Manokwari, Sorong, dan Parepare. Adapun pada arus penumpang, lima pelabuhan terbaik meliputi Kendari, Balikpapan, Ambon, Ternate, dan Parepare.

Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menyebut capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara Regional 4 dan seluruh anak usaha dalam mengoptimalkan layanan operasional di setiap pelabuhan.

“Kami terus melakukan penguatan layanan operasional, peningkatan kinerja dan produktivitas, serta pemanfaatan peluang pasar di setiap wilayah kerja. Hasilnya terlihat dari pertumbuhan arus peti kemas dan penumpang yang positif serta kemampuan sejumlah pelabuhan mencatatkan kinerja terbaik di masing-masing sektor layanan,” katanya.

Ia menambahkan, ke depan Pelindo Regional 4 akan terus meningkatkan kualitas layanan kapal, barang, dan penumpang melalui penguatan infrastruktur dan suprastruktur, digitalisasi layanan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Upaya ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas logistik nasional agar semakin efisien dan kompetitif di kawasan timur Indonesia.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru