BNNP Sulsel Amankan 70 Tersangka dan 20.878 Gram Narkoba Sepanjang 2025
Selasa, 30 Des 2025 15:48
Suasana Press Release Akhir Tahun 2025, di Gedung BNNP Sulsel, Kota Makassar, Selasa (30/12/2025). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan menggar Press Release Akhir Tahun Anggaran 2025, di Gedung BNNP Sulsel, Jalan Manunggal, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Selasa (30/12/2025).
Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sulsel, Kombes Pol. Ardiansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk menginformasikan secara terbuka kepada publik terkait hasil kerja penanganan permasalahan narkotika sepanjang tahun 2025.
"Sehingga masyarakat dapat mengetahui sekaligus memberikan penilaian atas kinerja dan segala kerja keras BNNP Sulawesi Selatan selama satu tahun. Masyarakat juga berhak mengetahui peruntukan uang pajak yang telah mereka bayarkan ke negara, yang telah dialokasikan khusus untuk membiayai pencegahan dan pemberantasan narkotika," jelasnya, Selasa (30/12/2025).
Berdasarkan seluruh kasus narkotika yang telah diungkap, BNNP Provinsi Selatan telah menyita barang bukti di antaranya 3.147,2 gram sabu; 17.509,33 gram ganja; 38,03 butir ekstasi; dan 222,45 gram tembakau sintetis.
"Terkait pelaksanaan Tim Asesmen Terpadu telah dilaksanakan tindakan asesmen sebanyak 1.595 tersangka dengan rekomendasi sebagai berikut. Rehab di lembaga rehabilitasi sebanyak 1.356 orang. Rehab di lapas dan rutan sebanyak 231 orang. Tidak rehab atau proses hukum sebanyak 9 orang," kata Kombes Pol. Ardiansyah.
Polisi berpangkat Tiga Bunga ini mengungkapkan, berdasarkan laporan Indonesia Drug Report 2025 yang dikeluarkan oleh BNN Republik Indonesia melaporkan, Provinsi Sulsel menempati urutan kelima jumlah tersangka kasus narkotika terbanyak di Indonesia sebanyak 3.641 tersangka.
"Bidang pemberantasan, dalam rangka menekan penyalahgunaan narkotika, BNNP Sulsel bersama stakeholder terkait di tahun 2025 sepanjang bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2025, telah mengungkap sebanyak 55 laporan kasus narkotika dengan 70 berkas perkara narkotika, padahal BNNP ini diberikan target di tahun 2025 ini sebanyak 20 berkas perkara," ungkapnya.
Akan tetapi, realisasi ada 70 berkas perkara yang sudah diungkap oleh BNNP Sulsel. Sehingga surplus terhadap target sekitar lebih 300 persen. Kemudian ada 38 berkas P21 dan 37 berkas perkara dalam proses penyelidikan.
"Kasus-kasus yang telah diungkap tersebut melibatkan 70 orang tersangka dengan rincian pria sebanyak 58 tersangka dan wanita sebanyak 12 orang tersangka," paparnya kepada awak media.
Kegiatan rilis akhir tahun 2025 BNNP Sulsel dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Gerakan Pemerhati Penyalahgunaan Narkoba (GPPN) Indonesia, Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulsel, dan para tamu undangan lainnya.
Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sulsel, Kombes Pol. Ardiansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk menginformasikan secara terbuka kepada publik terkait hasil kerja penanganan permasalahan narkotika sepanjang tahun 2025.
"Sehingga masyarakat dapat mengetahui sekaligus memberikan penilaian atas kinerja dan segala kerja keras BNNP Sulawesi Selatan selama satu tahun. Masyarakat juga berhak mengetahui peruntukan uang pajak yang telah mereka bayarkan ke negara, yang telah dialokasikan khusus untuk membiayai pencegahan dan pemberantasan narkotika," jelasnya, Selasa (30/12/2025).
Berdasarkan seluruh kasus narkotika yang telah diungkap, BNNP Provinsi Selatan telah menyita barang bukti di antaranya 3.147,2 gram sabu; 17.509,33 gram ganja; 38,03 butir ekstasi; dan 222,45 gram tembakau sintetis.
"Terkait pelaksanaan Tim Asesmen Terpadu telah dilaksanakan tindakan asesmen sebanyak 1.595 tersangka dengan rekomendasi sebagai berikut. Rehab di lembaga rehabilitasi sebanyak 1.356 orang. Rehab di lapas dan rutan sebanyak 231 orang. Tidak rehab atau proses hukum sebanyak 9 orang," kata Kombes Pol. Ardiansyah.
Polisi berpangkat Tiga Bunga ini mengungkapkan, berdasarkan laporan Indonesia Drug Report 2025 yang dikeluarkan oleh BNN Republik Indonesia melaporkan, Provinsi Sulsel menempati urutan kelima jumlah tersangka kasus narkotika terbanyak di Indonesia sebanyak 3.641 tersangka.
"Bidang pemberantasan, dalam rangka menekan penyalahgunaan narkotika, BNNP Sulsel bersama stakeholder terkait di tahun 2025 sepanjang bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2025, telah mengungkap sebanyak 55 laporan kasus narkotika dengan 70 berkas perkara narkotika, padahal BNNP ini diberikan target di tahun 2025 ini sebanyak 20 berkas perkara," ungkapnya.
Akan tetapi, realisasi ada 70 berkas perkara yang sudah diungkap oleh BNNP Sulsel. Sehingga surplus terhadap target sekitar lebih 300 persen. Kemudian ada 38 berkas P21 dan 37 berkas perkara dalam proses penyelidikan.
"Kasus-kasus yang telah diungkap tersebut melibatkan 70 orang tersangka dengan rincian pria sebanyak 58 tersangka dan wanita sebanyak 12 orang tersangka," paparnya kepada awak media.
Kegiatan rilis akhir tahun 2025 BNNP Sulsel dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Gerakan Pemerhati Penyalahgunaan Narkoba (GPPN) Indonesia, Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulsel, dan para tamu undangan lainnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Tingkatkan Budaya K3, Kalla Translog & BNN Sulsel Tes Narkoba Seluruh Pengemudi
Kalla Translog memperkuat komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan menggelar pemeriksaan tes narkoba bagi seluruh pengemudi (driver) di lingkup operasional perusahaan.
Selasa, 15 Sep 2026 12:38
News
Pelindo Gandeng BNN Perkuat Edukasi Antinarkoba bagi Pelajar di Makassar
Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar diperkuat melalui kolaborasi Pelindo Regional 4, BNN Provinsi Sulawesi Selatan, dan Yayasan Sustainable Impact.ID.
Kamis, 10 Sep 2026 10:22
News
Pelindo Gandeng BNN Edukasi Pelajar Makassar tentang Bahaya Narkoba
Pelindo mengajak pelajar di Kota Makassar untuk membangun keberanian untuk menolak penyalahgunaan narkoba melalui edukasi sejak dini.
Selasa, 01 Sep 2026 14:04
News
Sekolah Bersinar PT Vale Jadi Penggerak Gerakan Antinarkoba di Luwu Timur
PT Vale Indonesia Tbk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Luwu Timur melalui program Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba).
Selasa, 12 Mei 2026 14:22
News
Temuan Paket Mencurigakan di Pangkep Ternyata Sabu, Beratnya Hampir 1 Kg
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pangkep memastikan bungkusan mencurigakan yang ditemukan di pesisir Desa Pitue, Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkep, positif mengandung narkotika jenis sabu.
Sabtu, 25 Apr 2026 19:38
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Patarai Amir Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Ketua Golkar Maros
2
MBTS SD Kristen Makale 1 Sabet Juara Umum Divisi Junior PMC 2026
3
Sertifikat Halal Gratis dan Akses Perbankan Jadi Fokus UMKM Forum Sulsel 2026
4
Korban Pembobolan Kartu Kredit Rp341 Juta Pertanyakan Barang Bukti dalam Gelar Perkara Khusus
5
Bersama Unhas, Bupati Bantaeng Perkuat Edukasi Pencegahan Kanker Serviks
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Patarai Amir Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Ketua Golkar Maros
2
MBTS SD Kristen Makale 1 Sabet Juara Umum Divisi Junior PMC 2026
3
Sertifikat Halal Gratis dan Akses Perbankan Jadi Fokus UMKM Forum Sulsel 2026
4
Korban Pembobolan Kartu Kredit Rp341 Juta Pertanyakan Barang Bukti dalam Gelar Perkara Khusus
5
Bersama Unhas, Bupati Bantaeng Perkuat Edukasi Pencegahan Kanker Serviks