Sekolah Bersinar PT Vale Jadi Penggerak Gerakan Antinarkoba di Luwu Timur

Selasa, 12 Mei 2026 14:22
Sekolah Bersinar PT Vale Jadi Penggerak Gerakan Antinarkoba di Luwu Timur
PT Vale Indonesia Tbk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Luwu Timur melalui program Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba). Foto/Istimewa
Comment
Share
LUWU TIMUR - PT Vale Indonesia Tbk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Luwu Timur melalui program Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba). Melibatkan 37 sekolah menengah atas, perusahaan membangun kolaborasi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, serta Forum Generasi Berencana (GenRe) untuk menjadikan pelajar sebagai garda terdepan dalam memutus rantai peredaran narkoba.

Inisiatif tersebut lahir di tengah tingginya ancaman penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Selatan. Berdasarkan data BNN periode 2023-2025, provinsi ini berada di peringkat keempat nasional dengan angka penyalahgunaan dan kasus narkoba tertinggi. Kondisi itu menjadi perhatian serius mengingat Luwu Timur merupakan kawasan industri sekaligus jalur perlintasan yang dinilai cukup rentan terhadap peredaran narkotika.

Komitmen bersama itu ditegaskan melalui Deklarasi Sekolah Bersinar yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Luwu Timur, awal Mei lalu. Deklarasi tersebut menjadi penanda dimulainya penguatan gerakan antinarkoba berbasis sekolah yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, aparat, dan lingkungan pendidikan.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengatakan posisi geografis daerahnya membuat wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap masuknya jaringan peredaran narkoba.

"Di Lutim, saya bisa bilang dengan garis merah karena area perlintasan dan industri. Cukup 'seksi' untuk aliran pengedaran narkobanya," ujarnya.

Menurut Irwan, keberadaan Sekolah Bersinar menjadi langkah strategis untuk memperkuat pencegahan sejak dini. Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada seremoni deklarasi, tetapi benar-benar diimplementasikan di setiap sekolah melalui keterlibatan guru, siswa, dan satuan tugas antinarkoba.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sendiri telah membentuk Satgas Antinarkoba serta menerapkan kebijakan terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Ke depan, pemerintah daerah juga mendorong pembentukan BNN Kabupaten guna memperkuat koordinasi penanganan narkoba.

Sementara itu, Kepala BNN Sulawesi Selatan Agung Prabowo menilai pendekatan pencegahan harus semakin adaptif karena bentuk penyalahgunaan narkoba terus berkembang, termasuk melalui zat berbahaya yang disalahgunakan lewat media seperti vape.

Ia menegaskan bahwa kelompok usia produktif, terutama rentang 15 hingga 64 tahun, masih menjadi sasaran utama penyalahgunaan narkoba sehingga pelajar perlu dilibatkan sebagai agen perubahan.

"Ini adalah tantangan besar. Jika tidak kita hadapi bersama, maka akan merusak generasi penerus bangsa. Sekolah Bersinar membutuhkan penggiat, dan penggiat itu adalah para siswa sendiri," katanya.

Melalui program tersebut, para pelajar tidak hanya memperoleh edukasi mengenai bahaya narkoba, tetapi juga didorong menjadi pelopor kampanye hidup sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Penguatan itu dilakukan melalui integrasi program Ananda (Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak) dan IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba), sehingga pendidikan antinarkoba menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa.

Sebagai bagian dari implementasi program, PT Vale juga memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang aktif mengampanyekan gerakan antinarkoba sekaligus memilih Duta Pelajar Anti Narkoba tingkat SMA se-Luwu Timur.

Dari sekitar 100 peserta yang mengikuti seleksi sejak tahun lalu, Putu Adyana dari SMAN 6 Luwu Timur terpilih sebagai Duta Pelajar Anti Narkoba kategori putra, sedangkan kategori putri diraih Kahirunnisa Mukhtar dari SMAN 1 Luwu Timur. Penghargaan juga diberikan pada kategori Best Influencer, Best Personality, dan Best Advocacy.

Para duta pelajar tersebut berkomitmen menjalankan berbagai program edukasi di sekolah, mulai dari kampanye digital, sosialisasi interaktif, hingga festival edukasi untuk memperluas penyebaran pesan antinarkoba di kalangan generasi muda.

Apresiasi Sekolah Bersinar juga diberikan kepada SMAN 1 Luwu Timur, SMAN 3 Luwu Timur, SMAN 6 Luwu Timur, SMAN 10 Luwu Timur, serta SMA YPS Sorowako.

Senior Coordinator PPM Health PT Vale, Baso Haris, mengatakan Sekolah Bersinar merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun generasi yang sehat, tangguh, dan terbebas dari ancaman narkoba.

Menurutnya, program tersebut tidak berhenti pada deklarasi maupun pemilihan duta pelajar. Hingga saat ini, sebanyak 37 sekolah di Luwu Timur telah membentuk Satgas Antinarkoba sebagai tindak lanjut gerakan tersebut, dan ke depan implementasinya akan diperluas hingga jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

"Gerakan ini tidak hanya berhenti di deklarasi dan pemilihan duta. Ini baru awal perjalanan Sekolah Bersinar. Hingga saat ini, tercatat 37 sekolah di Luwu Timur telah membentuk satgas anti narkoba sebagai bagian dari gerakan ini. Ke depan, perusahaan akan menyasar tingkat SMP," ujarnya.

Program Sekolah Bersinar menjadi bagian dari implementasi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Hingga triwulan I 2026, perusahaan terus mengalokasikan investasi sosial untuk mendukung berbagai program strategis di wilayah pemberdayaan. Di sektor pendidikan, PT Vale menjalankan penyediaan transportasi sekolah, beasiswa jenjang magister dan doktor, hingga penguatan pendidikan anak usia dini.

Sementara di bidang kesehatan, perusahaan aktif mendukung peningkatan layanan kesehatan masyarakat, percepatan penurunan stunting, serta berbagai kampanye promotif dan preventif, termasuk edukasi hidup sehat melalui implementasi Sekolah Bersinar.

Di luar itu, PT Vale juga menjalankan berbagai program pemberdayaan UMKM, pengembangan agribisnis, penguatan ekonomi desa, serta pelestarian sosial budaya dan lingkungan. Komitmen terhadap pembangunan daerah juga tercermin dari komposisi tenaga kerja perusahaan, di mana sekitar 80 persen karyawannya berasal dari talenta lokal Luwu Timur.

Melalui pendekatan tersebut, PT Vale menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari investasi sosial yang mampu melahirkan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki ketahanan terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru