Kalla Institute Dorong Inovasi Global Lewat Konferensi ICTISB 2025
Kamis, 08 Jan 2026 20:20
Kalla Institute mengawali tahun 2026 melalui penyelenggaraan International Conference on Technology Innovation and Sustainable Business (ICTISB) 2025. Foto/IST
MAKASSAR - Kalla Institute mengawali tahun 2026 dengan langkah strategis di kancah internasional melalui penyelenggaraan International Conference on Technology Innovation and Sustainable Business (ICTISB) 2025. Konferensi internasional yang digelar secara daring ini menjadi upaya Kalla Institute dalam mendorong kolaborasi riset lintas negara serta memperkuat publikasi ilmiah di bidang inovasi teknologi dan bisnis berkelanjutan (7/1/26).
Mengusung tema “Technology Innovation and Sustainable Business: Merging Digitalization with Environmental Responsibility”, ICTISB 2025 diikuti oleh 190 peserta yang terdiri atas akademisi, peneliti, mahasiswa, serta praktisi industri dari dalam dan luar negeri. Konferensi ini juga dirangkaikan dengan Call for Paper sebagai wadah pertukaran gagasan serta pengembangan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Rektor Kalla Institute, Syamril, menegaskan bahwa ICTISB menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring dan kolaborasi global. “Konferensi ini diharapkan melahirkan ide baru, kolaborasi baru, dan pengetahuan baru bagi dosen, mahasiswa, serta praktisi. Kolaborasi lintas negara sangat penting untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga masyarakat global,” ujarnya.
ICTISB 2025 menghadirkan lima pembicara nasional dan internasional yang kompeten di bidangnya, di antaranya Dr. Nguyen-Anh Thu dan Yen Kieu-Thi dari Vietnam National University, Hanoi; Dr. Isma Addi Jumbri dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka; Dr. Syamsul Rijal, Vice Rector for Finance and Human Capital Kalla Institute; serta Anup P. Mahajan, Regional Public Engagement Specialist U.S. Embassy Jakarta.
Pada sesi awal, Nguyen-Anh Thu dan Yen Kieu-Thi menekankan pentingnya penerapan tiga pilar utama dalam organisasi dan institusi pendidikan, yakni Environmental, Social, and Governance (ESG), Education for Sustainable Development (ESD), serta Diversity, Equity, and Inclusion (DEI). Ketiga aspek tersebut dinilai krusial dalam pengelolaan dampak lingkungan, penguatan tanggung jawab sosial, pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan, serta penciptaan lingkungan yang adil dan inklusif.
Sementara itu, Dr. Isma Addi Jumbri menyoroti pentingnya integrasi dunia industri ke dalam kampus melalui pendekatan Bringing Industry to Campus. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali pengalaman praktis sejak dini agar siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
“Kampus harus menghadirkan kurikulum berbasis praktik, dosen praktisi, riset terapan, hingga proyek bisnis nyata agar lulusan memiliki keterampilan dan pola pikir profesional,” jelasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Syamsul Rijal memaparkan materi berjudul “Innovation from the East of ASEAN: Bridging Legacy & Future – Operationalizing Sustainability in Eastern Indonesia”. Ia menjelaskan peran Indonesia, khususnya Kalla Institute, dalam ASEAN Growth Triangle sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan.
Komitmen terhadap keberlanjutan telah menjadi agenda utama Kalla Institute sejak awal berdiri, mulai dari pengurangan penggunaan energi, plastik, dan kertas, hingga pelaksanaan program magang industri, kehadiran dosen praktisi, pengembangan inkubator bisnis, serta riset terapan dan proyek kolaboratif. Seluruh upaya ini didukung oleh ekosistem KALLA dalam mencetak lulusan yang siap berkontribusi di dunia industri maupun sebagai wirausaha.
Pada sesi penutup, Anup P. Mahajan menjelaskan manfaat program American Corner yang membuka ruang pembelajaran baru, dialog lintas budaya, serta pertukaran pengetahuan untuk memperkuat hubungan people to people antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Selain mengikuti konferensi, para peserta juga berpartisipasi dalam pengumpulan makalah yang dilaksanakan secara daring sejak 29 September hingga 1 Desember 2025.
Sebanyak 41 makalah terpilih dipresentasikan dalam sesi paralel dan berpeluang dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional.
Melalui penyelenggaraan ICTISB 2025, Kalla Institute menegaskan komitmennya untuk menjadikan konferensi ini sebagai agenda tahunan berskala global, sekaligus kontribusi nyata dunia akademik dalam membangun masa depan bisnis yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Technology Innovation and Sustainable Business: Merging Digitalization with Environmental Responsibility”, ICTISB 2025 diikuti oleh 190 peserta yang terdiri atas akademisi, peneliti, mahasiswa, serta praktisi industri dari dalam dan luar negeri. Konferensi ini juga dirangkaikan dengan Call for Paper sebagai wadah pertukaran gagasan serta pengembangan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Rektor Kalla Institute, Syamril, menegaskan bahwa ICTISB menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring dan kolaborasi global. “Konferensi ini diharapkan melahirkan ide baru, kolaborasi baru, dan pengetahuan baru bagi dosen, mahasiswa, serta praktisi. Kolaborasi lintas negara sangat penting untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga masyarakat global,” ujarnya.
ICTISB 2025 menghadirkan lima pembicara nasional dan internasional yang kompeten di bidangnya, di antaranya Dr. Nguyen-Anh Thu dan Yen Kieu-Thi dari Vietnam National University, Hanoi; Dr. Isma Addi Jumbri dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka; Dr. Syamsul Rijal, Vice Rector for Finance and Human Capital Kalla Institute; serta Anup P. Mahajan, Regional Public Engagement Specialist U.S. Embassy Jakarta.
Pada sesi awal, Nguyen-Anh Thu dan Yen Kieu-Thi menekankan pentingnya penerapan tiga pilar utama dalam organisasi dan institusi pendidikan, yakni Environmental, Social, and Governance (ESG), Education for Sustainable Development (ESD), serta Diversity, Equity, and Inclusion (DEI). Ketiga aspek tersebut dinilai krusial dalam pengelolaan dampak lingkungan, penguatan tanggung jawab sosial, pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan, serta penciptaan lingkungan yang adil dan inklusif.
Sementara itu, Dr. Isma Addi Jumbri menyoroti pentingnya integrasi dunia industri ke dalam kampus melalui pendekatan Bringing Industry to Campus. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali pengalaman praktis sejak dini agar siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
“Kampus harus menghadirkan kurikulum berbasis praktik, dosen praktisi, riset terapan, hingga proyek bisnis nyata agar lulusan memiliki keterampilan dan pola pikir profesional,” jelasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Syamsul Rijal memaparkan materi berjudul “Innovation from the East of ASEAN: Bridging Legacy & Future – Operationalizing Sustainability in Eastern Indonesia”. Ia menjelaskan peran Indonesia, khususnya Kalla Institute, dalam ASEAN Growth Triangle sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan.
Komitmen terhadap keberlanjutan telah menjadi agenda utama Kalla Institute sejak awal berdiri, mulai dari pengurangan penggunaan energi, plastik, dan kertas, hingga pelaksanaan program magang industri, kehadiran dosen praktisi, pengembangan inkubator bisnis, serta riset terapan dan proyek kolaboratif. Seluruh upaya ini didukung oleh ekosistem KALLA dalam mencetak lulusan yang siap berkontribusi di dunia industri maupun sebagai wirausaha.
Pada sesi penutup, Anup P. Mahajan menjelaskan manfaat program American Corner yang membuka ruang pembelajaran baru, dialog lintas budaya, serta pertukaran pengetahuan untuk memperkuat hubungan people to people antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Selain mengikuti konferensi, para peserta juga berpartisipasi dalam pengumpulan makalah yang dilaksanakan secara daring sejak 29 September hingga 1 Desember 2025.
Sebanyak 41 makalah terpilih dipresentasikan dalam sesi paralel dan berpeluang dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional.
Melalui penyelenggaraan ICTISB 2025, Kalla Institute menegaskan komitmennya untuk menjadikan konferensi ini sebagai agenda tahunan berskala global, sekaligus kontribusi nyata dunia akademik dalam membangun masa depan bisnis yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
News
Dies Natalis Ke-7 Kalla Institute, Perkuat Kepemimpinan & Kepedulian Sosial
Kalla Institute memperingati Dies Natalis ke-7 dengan menghadirkan rangkaian kegiatan yang menekankan nilai kepemimpinan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rabu, 22 Jul 2026 20:17
Ekbis
PPBM Kalla Institute Hadirkan Indonesia Best CEO 2025 Berbagi Strategi Kepemimpinan
Pusat Pengembangan Bisnis dan Manajemen Kalla Institute (PPBM-KI) menghadirkan CEO Kalla Toyota sekaligus peraih penghargaan Indonesia Best CEO 2025 dari Majalah SWA, Robby Wijaya untuk berbagi strategi kepemimpinan.
Kamis, 16 Jul 2026 17:33
News
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan institusional, melalui program Penguatan Kepemimpinan Strategis dan Pengembangan Talenta Institusional Tahun 2026.
Kamis, 16 Jul 2026 11:52
News
Kalla Institute - Pelindo Regional 4 Perkuat Sinergi Pendidikan & Industri
Kalla Institute memperkuat kolaborasi dengan dunia industri melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar.
Jum'at, 10 Jul 2026 13:32
News
Kalla Institute Dorong Transformasi Sekolah melalui Pelatihan OKR
Perubahan yang berlangsung semakin cepat menuntut lembaga pendidikan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga memiliki arah transformasi yang jelas dan terukur.
Selasa, 30 Jun 2026 17:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Setelah 20 Tahun Vakum, Road Race Resmi Kembali Hadir di Gowa
2
Merasa Dirugikan, Ketua HAM-LUTIM Minta Dua Media Cabut Kutipan Pernyataannya
3
Telkomsel Terus Bertumbuh, Laba Bersih Capai Rp10,4 Triliun di Semester I 2026
4
Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Resmi Meluncur, Dibekali Fitur Keamanan Baru
5
Roadshow Ketimpangan, Ajak Publik Kritisi Jurang Kekayaan dan Dorong Kebijakan Pajak Berkeadilan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Setelah 20 Tahun Vakum, Road Race Resmi Kembali Hadir di Gowa
2
Merasa Dirugikan, Ketua HAM-LUTIM Minta Dua Media Cabut Kutipan Pernyataannya
3
Telkomsel Terus Bertumbuh, Laba Bersih Capai Rp10,4 Triliun di Semester I 2026
4
Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Resmi Meluncur, Dibekali Fitur Keamanan Baru
5
Roadshow Ketimpangan, Ajak Publik Kritisi Jurang Kekayaan dan Dorong Kebijakan Pajak Berkeadilan