Tiga Pria Mabuk Bawa Sajam Teror Warga di Jeneponto

Sabtu, 10 Jan 2026 18:02
Tiga Pria Mabuk Bawa Sajam Teror Warga di Jeneponto
Tangkapan layar video amatir di lokasi kejadian. Foto: Istimewa
Comment
Share
JENEPONTO - Aksi teror meresahkan warga Lingkungan Sarroangin, Kelurahan Bontotangnga, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Tiga orang pria yang diduga preman bersaudara, dalam kondisi mabuk, mendatangi rumah warga sambil membawa senjata tajam jenis badik dan mengejar seorang perempuan yang diduga hendak ditikam.

Peristiwa mencekam tersebut terjadi pada Jumat' 9 Januari 2026 sekitar pukul 21.00 Wita dan membuat warga sekitar panik.

Menurut keterangan saksi mata, ketiga pria itu datang dengan sikap agresif, berteriak-teriak, serta mengacungkan badik di depan rumah warga.

"Situasi di rumah lagi kumpul-kumpul keluarga, lagi santai sambil minum minum kopi, kemudian datang satu orang lagi mabuk, sambil gas-gas motor di depan rumah kemudian cabuk badik dan mengejar seorang perempuan," jelas Rachmat Hidayat.

Rachmat melanjutkan, setelah pelaku berhasil dilerai, pelaku kembali pulang ke rumahnya, hanya berselang 25 menit, pelaku kemudian datang tiga bersama saudara diduga dalam kondisi mabuk minuman keras.

“Pelaku pertama pulang ke rumahnya, tidak cukup 30 menit pelaku datang lagi bersama tiga saudaranya. Ketiganya terlihat mabuk. Mereka bawa badik dan mengejar seorang perempuan, sampai kedepan rumah yang ada kiosnya dan aksinya terekam CCTV," ungkapnya.

Perempuan yang menjadi sasaran berhasil menyelamatkan diri. Sementara itu, warga sekitar tidak berani melakukan perlawanan karena khawatir menjadi korban.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian Polres Jeneponto dan Polsek Tamalatea. Satu orang telah berhasil diamankan di Polsek Tamalatea, sementara dua pelaku lainnya di laporkan ke Mapolres Jeneponto.

Warga Sarroangin berharap pihak kepolisian segera menangkap dua pelaku lainnya yang belum berhasil diamankan.

Mereka menilai aksi premanisme yang disertai penggunaan senjata tajam sudah sangat mengancam keselamatan masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
(MAN)
Berita Terbaru