Pesawat ATR Indonesia Air Transport Terdeteksi Keluar Jalur Sebelum Kontak Terputus
Sabtu, 17 Jan 2026 20:31
Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan memberikan keterangan kepada awak media. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT dilaporkan hilang kontak saat melakukan pendekatan ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sabtu (17/1/2026).
Informasi tersebut disampaikan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui siaran pers bernomor 5/HS/DJPU/I/2026.
Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 itu terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Makassar, dengan pilot Capt. Andy Dahananto.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, mengatakan berdasarkan catatan Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC), komunikasi terakhir dengan pesawat terjadi pada pukul 04.23 UTC.
"Saat proses pendekatan, pesawat terdeteksi keluar dari jalur yang semestinya. ATC kemudian memberikan arahan ulang agar pesawat kembali ke koridor pendaratan runway 21 sesuai prosedur, Namun setelah instruksi terakhir disampaikan, komunikasi dengan pesawat terputus," jelasnya dalam siaran pers.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC langsung mendeklarasikan fase darurat DETRESFA. AirNav Indonesia Cabang MATSC kemudian berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas serta Polres Maros melalui Kapolsek Bandara untuk memulai operasi pencarian.
Pihak Bandara Sultan Hasanuddin juga menyiapkan Crisis Center di terminal keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi bagi keluarga dan pihak terkait.
Berdasarkan laporan awal, area pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros.
Lukman menjelaskan, AirNav Indonesia juga tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait aktivitas operasi pencarian dan pertolongan tersebut.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat, terdapat 10 orang di dalam pesawat, terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang.
Sementara itu, data awal menunjukkan kondisi cuaca dengan jarak pandang sekitar delapan kilometer dan cuaca dilaporkan sedikit berawan. Proses verifikasi detail cuaca masih dikoordinasikan dengan BMKG.
Lukman menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar dengan AirNav Indonesia, Basarnas, TNI AU, operator penerbangan, serta instansi terkait lainnya guna memastikan penanganan berjalan optimal.
Sebagai langkah antisipasi, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengimbau seluruh operator penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca, memperkuat perencanaan penerbangan, serta mematuhi batasan cuaca minimum saat dispatch, take off, dan landing.
Operator juga diminta mengimplementasikan Approach and Landing Accident Reduction (ALAR) Toolkit guna meminimalkan risiko insiden pada fase pendekatan dan pendaratan, khususnya di wilayah pegunungan atau saat kondisi cuaca tidak stabil.
Informasi tersebut disampaikan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui siaran pers bernomor 5/HS/DJPU/I/2026.
Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 itu terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Makassar, dengan pilot Capt. Andy Dahananto.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, mengatakan berdasarkan catatan Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC), komunikasi terakhir dengan pesawat terjadi pada pukul 04.23 UTC.
"Saat proses pendekatan, pesawat terdeteksi keluar dari jalur yang semestinya. ATC kemudian memberikan arahan ulang agar pesawat kembali ke koridor pendaratan runway 21 sesuai prosedur, Namun setelah instruksi terakhir disampaikan, komunikasi dengan pesawat terputus," jelasnya dalam siaran pers.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC langsung mendeklarasikan fase darurat DETRESFA. AirNav Indonesia Cabang MATSC kemudian berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas serta Polres Maros melalui Kapolsek Bandara untuk memulai operasi pencarian.
Pihak Bandara Sultan Hasanuddin juga menyiapkan Crisis Center di terminal keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi bagi keluarga dan pihak terkait.
Berdasarkan laporan awal, area pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros.
Lukman menjelaskan, AirNav Indonesia juga tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait aktivitas operasi pencarian dan pertolongan tersebut.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat, terdapat 10 orang di dalam pesawat, terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang.
Sementara itu, data awal menunjukkan kondisi cuaca dengan jarak pandang sekitar delapan kilometer dan cuaca dilaporkan sedikit berawan. Proses verifikasi detail cuaca masih dikoordinasikan dengan BMKG.
Lukman menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi intensif melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar dengan AirNav Indonesia, Basarnas, TNI AU, operator penerbangan, serta instansi terkait lainnya guna memastikan penanganan berjalan optimal.
Sebagai langkah antisipasi, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengimbau seluruh operator penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca, memperkuat perencanaan penerbangan, serta mematuhi batasan cuaca minimum saat dispatch, take off, dan landing.
Operator juga diminta mengimplementasikan Approach and Landing Accident Reduction (ALAR) Toolkit guna meminimalkan risiko insiden pada fase pendekatan dan pendaratan, khususnya di wilayah pegunungan atau saat kondisi cuaca tidak stabil.
(MAN)
Berita Terkait
News
WN Belgia Pelaku Aksi Berbahaya di Bali Diamankan di Bandara Hasanuddin
Petugas Imigrasi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar mengamankan seorang warga negara asing (WNA) asal Belgia berinisial SD.
Rabu, 01 Apr 2026 20:00
News
Arus Balik Lebaran 2026, Penumpang Bandara Sultan Hasanuddin Tembus 525 Ribu Orang
Arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga H+7 Lebaran, jumlah penumpang tercatat mencapai 525.938 orang.
Minggu, 29 Mar 2026 12:49
News
Posko Angkutan Lebaran Bandara Sultan Hasanuddin Resmi Beroperasi
Posko Angkutan Lebaran di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin resmi dibuka untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik Idulfitri 2026.
Jum'at, 13 Mar 2026 13:08
Sulsel
BMKG Prediksi Hujan Sedang Warnai Arus Mudik di Bandara Hasanuddin
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar selama periode arus mudik Lebaran.
Jum'at, 13 Mar 2026 09:42
News
Penumpang Lebaran di Bandara Sultan Hasanuddin Diprediksi Tembus 557 Ribu
PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG) menyatakan kesiapan menghadapi lonjakan penumpang pada periode Angkutan Lebaran 2026.
Kamis, 12 Mar 2026 21:27
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
300 Peserta Ramaikan Fun Run Dation 3 SIT Darul Fikri Makassar
2
Siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Village Observation di Desa Datara
3
Empat Rumah Warga di Kelara Jeneponto Ludes Terbakar
4
Prestasi Melonjak, Gowa Tembus Lima Besar MTQ XXXIV Sulsel
5
Kolaborasi Pemkab Gowa dan Lintas Sektor Berhasil Bedah Ratusan Rumah Warga
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
300 Peserta Ramaikan Fun Run Dation 3 SIT Darul Fikri Makassar
2
Siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga Gelar Village Observation di Desa Datara
3
Empat Rumah Warga di Kelara Jeneponto Ludes Terbakar
4
Prestasi Melonjak, Gowa Tembus Lima Besar MTQ XXXIV Sulsel
5
Kolaborasi Pemkab Gowa dan Lintas Sektor Berhasil Bedah Ratusan Rumah Warga