Komisi V DPR RI Minta KNKT Investigasi Jatuhnya Pesawat ATR IAT di Maros
Selasa, 20 Jan 2026 22:10
Komisi V DPR RI merespons insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di pegunungan Maros, Sulawesi Selatan. Foto: Parlementaria
JAKARTA - Komisi V DPR RI merespons insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di pegunungan Maros, Sulawesi Selatan. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mengungkapkan bahwa berdasarkan koordinasi dengan BMKG, kondisi cuaca saat itu di lokasi kejadian memang dilaporkan terdapat awan tebal. Selain itu, terdapat hambatan (obstacle) berupa pegunungan di titik jatuhnya pesawat.
Meski demikian, Lasarus menegaskan bahwa DPR tidak dalam kapasitas untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan. Ia menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan teknis kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BMKG, Kepala BNPP/Basarnas, dan Korlantas Polri dalam rangka Evaluasi Terhadap Pelaksanaan Layanan Infrastruktur dan Transportasi Dalam Rangka Libur Natal 2025 Dan Tahun Baru 2026 di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
"Mohon (kecelakaan) ini nanti diinvestigasi secara menyeluruh. Kita serius menangani ini, jangan sampai ada kejadian yang sama terulang kembali. KNKT harus mendalami sesuai dengan kewenangannya," ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Selain faktor cuaca, ia mengaku menerima laporan mengenai kondisi teknis armada yang perlu didalami lebih lanjut. Ia juga menyebut bahwa jatuhnya pesawat ini menjadi sorotan serius karena menarik perhatian dunia internasional.
"Kami mendapatkan informasi bahwa pesawat ini mengalami kerusakan mesin beberapa waktu sebelumnya. Ada beberapa informasi yang sudah kita kumpulkan dari kejadian ini," urainya.
Lebih lanjut, Lasarus juga menyoroti keanehan rute pesawat sebelum hilang kontak. Ia menerima informasi awal bahwa pesawat berbelok ke arah yang bukan jalurnya, tetapi hal tersebut masih harus dibuktikan melalui data teknis.
Ia mewanti-wanti agar proses investigasi dilakukan secara transparan dan berbasis data yang akurat. Menurutnya, akuntabilitas hasil investigasi menjadi taruhan bagi kredibilitas keselamatan transportasi udara Indonesia di mata dunia.
"Kalau sudah investigasi ini tidak bisa ngarang. Ini harus berdasarkan data-data teknis dan data-data empiris yang bisa dipertanggungjawabkan sumbernya," jelasnya.
Meski demikian, Lasarus menegaskan bahwa DPR tidak dalam kapasitas untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan. Ia menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan teknis kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BMKG, Kepala BNPP/Basarnas, dan Korlantas Polri dalam rangka Evaluasi Terhadap Pelaksanaan Layanan Infrastruktur dan Transportasi Dalam Rangka Libur Natal 2025 Dan Tahun Baru 2026 di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
"Mohon (kecelakaan) ini nanti diinvestigasi secara menyeluruh. Kita serius menangani ini, jangan sampai ada kejadian yang sama terulang kembali. KNKT harus mendalami sesuai dengan kewenangannya," ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Selain faktor cuaca, ia mengaku menerima laporan mengenai kondisi teknis armada yang perlu didalami lebih lanjut. Ia juga menyebut bahwa jatuhnya pesawat ini menjadi sorotan serius karena menarik perhatian dunia internasional.
"Kami mendapatkan informasi bahwa pesawat ini mengalami kerusakan mesin beberapa waktu sebelumnya. Ada beberapa informasi yang sudah kita kumpulkan dari kejadian ini," urainya.
Lebih lanjut, Lasarus juga menyoroti keanehan rute pesawat sebelum hilang kontak. Ia menerima informasi awal bahwa pesawat berbelok ke arah yang bukan jalurnya, tetapi hal tersebut masih harus dibuktikan melalui data teknis.
Ia mewanti-wanti agar proses investigasi dilakukan secara transparan dan berbasis data yang akurat. Menurutnya, akuntabilitas hasil investigasi menjadi taruhan bagi kredibilitas keselamatan transportasi udara Indonesia di mata dunia.
"Kalau sudah investigasi ini tidak bisa ngarang. Ini harus berdasarkan data-data teknis dan data-data empiris yang bisa dipertanggungjawabkan sumbernya," jelasnya.
(UMI)
Berita Terkait
News
Unhas dan Badan Keahlian DPR RI Jalin Kerja Sama Perkuat Riset dan Kebijakan
Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.
Selasa, 20 Okt 2026 19:15
News
357 Tahun Sulsel, Andi Muzakkir Aqil Dorong Potensi Daerah Berdampak Nyata
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) II Sulawesi Selatan, Andi Muzakkir Aqil, berharap pemerintah terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kesejahteraan rakyat semakin meningkat.
Senin, 19 Okt 2026 14:03
Ekbis
OJK dan Komisi XI DPR RI Perkuat Literasi Keuangan Warga Soppeng
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Komisi XI DPR RI memperkuat edukasi keuangan bagi masyarakat di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Senin (19/10).
Senin, 19 Okt 2026 12:47
Sulsel
PAN Sulsel Target 5 Kursi DPR RI dan 10 Kursi DPRD Provinsi di Pileg 2029
Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi mematok target tinggi usai dilantik untuk periode kelimanya memimpin partai ini. Ia dikukuhkan langsung oleh Ketum DPP Zulkifli Hasan di Makassar pada Rabu (7/10/2026).
Rabu, 07 Okt 2026 18:16
News
BHS Ingatkan Kemenhub: Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau karena Kebijakan Panik
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), meminta Kementerian Perhubungan tidak membatasi jumlah penumpang kapal hanya berdasarkan kapasitas sekoci.
Rabu, 07 Okt 2026 09:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IM3 Platinum Plus Hadirkan Bundling iPhone 18 Pro dengan Kuota 175GB
2
Athirah Cup Vol XIII Asah Karakter dan Kepemimpinan Siswa
3
SIT Darul Fikri Makassar Gelar Talkshow Inclusive Education Bersama Wagub Sulsel
4
ASUS Hadirkan ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional pakai NVIDIA RTX Spark Pertama di Indonesia
5
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham, Sisa Anggaran Lebih dari Rp3 Triliun
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IM3 Platinum Plus Hadirkan Bundling iPhone 18 Pro dengan Kuota 175GB
2
Athirah Cup Vol XIII Asah Karakter dan Kepemimpinan Siswa
3
SIT Darul Fikri Makassar Gelar Talkshow Inclusive Education Bersama Wagub Sulsel
4
ASUS Hadirkan ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional pakai NVIDIA RTX Spark Pertama di Indonesia
5
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham, Sisa Anggaran Lebih dari Rp3 Triliun