Tim DVI Identifikasi Korban ATR 42-500 Florencia Lolita Wibisono
Rabu, 21 Jan 2026 15:05
Jenazah korban kedua yang berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel, Selasa (20/1/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi korban kedua insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500. Jenazah tersebut ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Rabu (21/1/2026).
Kepala Bidang Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris, mengonfirmasi korban kedua adalah Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan.
Dalam proses identifikasi, tim DVI menerapkan metode ilmiah sesuai standar operasional untuk memastikan akurasi data korban.
“Jenazah dengan nomor post mortem 62B-01 cocok dengan ante mortem nomor AM 004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, jenis kelamin perempuan, umur 33 tahun, dengan alamat Jakarta Timur,” paparnya dalam konferensi pers.
Haris menegaskan seluruh tahapan identifikasi dilakukan secara cermat guna meminimalkan potensi kesalahan.
“Melalui sidik jari, data gigi dan properti serta ciri medis,” terangnya kepada wartawan.
Sebelumnya, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Florencia Lolita Wibisono dari medan terjal di puncak Gunung Bulusaraung. Setelah dievakuasi, jenazah diserahkan kepada tim DVI untuk proses identifikasi.
Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dan tiba pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 22.38 Wita. Selanjutnya, jenazah disemayamkan di ruang instalasi forensik untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengapresiasi soliditas dan kerja sama seluruh unsur tim gabungan dalam pelaksanaan misi kemanusiaan di medan yang sulit.
“Alhamdulillah semua berjalan lancar hingga sampai di sini, berkat kerja sama dengan tim gabungan,” ujarnya kepada wartawan.
Terkait operasi kemanusiaan jatuhnya pesawat ATR 42-500, Bangun menyampaikan bahwa laporan resmi telah disampaikan kepada pimpinan TNI.
“Untuk kegiatan kemanusiaan ataupun SAR gabungan ATR 42-500 di Pangkep ini saya sudah melaporkan baik kepada Bapak Kasad maupun Bapak Panglima TNI,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, medan berat dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama selama operasi, sehingga diperlukan dukungan logistik tambahan.
“Saya sudah menganalisa di daerah operasi bahwa kondisi medan dan cuaca cukup ekstrem, sehingga kami memohon bantuan kepada Bapak Kasad. Hari ini sudah terkirim lima ton bantuan logistik, seharusnya enam ton, namun karena keterbatasan kapasitas pesawat, baru lima ton yang bisa dikirim dan sudah tiba di Lanud,” jelas Bangun.
Untuk menjaga ketahanan personel, bantuan logistik yang disalurkan terdiri atas tiga jenis utama.
“Ada tiga macam, pertama eprokal, kedua naraga yang cukup bergizi dan sering digunakan di daerah operasi, dan ketiga pemanas untuk memasak naraga tersebut,” terangnya.
Tim DVI Polda Sulsel menegaskan proses identifikasi seluruh korban pesawat ATR 42-500 tetap menjadi prioritas, seiring dengan operasi evakuasi yang masih berlangsung di lereng Gunung Bulusaraung.
Kepala Bidang Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris, mengonfirmasi korban kedua adalah Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan.
Dalam proses identifikasi, tim DVI menerapkan metode ilmiah sesuai standar operasional untuk memastikan akurasi data korban.
“Jenazah dengan nomor post mortem 62B-01 cocok dengan ante mortem nomor AM 004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, jenis kelamin perempuan, umur 33 tahun, dengan alamat Jakarta Timur,” paparnya dalam konferensi pers.
Haris menegaskan seluruh tahapan identifikasi dilakukan secara cermat guna meminimalkan potensi kesalahan.
“Melalui sidik jari, data gigi dan properti serta ciri medis,” terangnya kepada wartawan.
Sebelumnya, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Florencia Lolita Wibisono dari medan terjal di puncak Gunung Bulusaraung. Setelah dievakuasi, jenazah diserahkan kepada tim DVI untuk proses identifikasi.
Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dan tiba pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 22.38 Wita. Selanjutnya, jenazah disemayamkan di ruang instalasi forensik untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengapresiasi soliditas dan kerja sama seluruh unsur tim gabungan dalam pelaksanaan misi kemanusiaan di medan yang sulit.
“Alhamdulillah semua berjalan lancar hingga sampai di sini, berkat kerja sama dengan tim gabungan,” ujarnya kepada wartawan.
Terkait operasi kemanusiaan jatuhnya pesawat ATR 42-500, Bangun menyampaikan bahwa laporan resmi telah disampaikan kepada pimpinan TNI.
“Untuk kegiatan kemanusiaan ataupun SAR gabungan ATR 42-500 di Pangkep ini saya sudah melaporkan baik kepada Bapak Kasad maupun Bapak Panglima TNI,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, medan berat dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama selama operasi, sehingga diperlukan dukungan logistik tambahan.
“Saya sudah menganalisa di daerah operasi bahwa kondisi medan dan cuaca cukup ekstrem, sehingga kami memohon bantuan kepada Bapak Kasad. Hari ini sudah terkirim lima ton bantuan logistik, seharusnya enam ton, namun karena keterbatasan kapasitas pesawat, baru lima ton yang bisa dikirim dan sudah tiba di Lanud,” jelas Bangun.
Untuk menjaga ketahanan personel, bantuan logistik yang disalurkan terdiri atas tiga jenis utama.
“Ada tiga macam, pertama eprokal, kedua naraga yang cukup bergizi dan sering digunakan di daerah operasi, dan ketiga pemanas untuk memasak naraga tersebut,” terangnya.
Tim DVI Polda Sulsel menegaskan proses identifikasi seluruh korban pesawat ATR 42-500 tetap menjadi prioritas, seiring dengan operasi evakuasi yang masih berlangsung di lereng Gunung Bulusaraung.
(MAN)
Berita Terkait
News
Jenazah Pertama Korban ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi via Udara
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah pertama korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya ditemukan di wilayah Lampeso, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros.
Rabu, 21 Jan 2026 09:41
News
Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi dari Medan Ekstrem
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban kedua insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 dari jurang sedalam sekitar 500 meter, Selasa (20/1/2026).
Selasa, 20 Jan 2026 22:48
News
Komisi V DPR RI Minta KNKT Investigasi Jatuhnya Pesawat ATR IAT di Maros
Komisi V DPR RI merespons insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di pegunungan Maros, Sulawesi Selatan.
Selasa, 20 Jan 2026 22:10
News
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
Proses evakuasi korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di kawasan Pegunungan Bulu Saraung, Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, dilakukan melalui operasi berisiko.
Selasa, 20 Jan 2026 19:19
News
Korban Pertama Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi Melalui Jalur Camba
Memasuki hari ke empat pascajatuhnya pesawat ATR 42-500, Tim SAR masih berjibaku dengan proses evakuasi korban.
Selasa, 20 Jan 2026 16:07
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
2
Slow Communication di Tengah Histeria Media Sosial
3
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar
4
Unhas Tak Jadikan TKA Penentu Kelulusan SNBP 2026
5
Andi Hadi Sebut Usulan Musrenbang Berulang Dipicu Perbaikan Infrastruktur Tak Tuntas
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
2
Slow Communication di Tengah Histeria Media Sosial
3
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar
4
Unhas Tak Jadikan TKA Penentu Kelulusan SNBP 2026
5
Andi Hadi Sebut Usulan Musrenbang Berulang Dipicu Perbaikan Infrastruktur Tak Tuntas