Wanita Diserang Ular Piton 7 Meter di Maros, Nyaris Diseret ke Rawa
Senin, 26 Jan 2026 16:50
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros, Baso Tajong. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Seorang wanita paruh baya di Kabupaten Maros menjadi korban serangan ular piton sepanjang sekitar tujuh meter. Insiden tersebut terjadi di kawasan permukiman yang berdekatan dengan hutan dan rawa.
Peristiwa itu terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seekor ular piton jenis sanca kembang berhasil dilumpuhkan warga di pinggir jalan setelah menyerang korban.
Korban bernama Nursanti, seorang ibu rumah tangga. Ia digigit ular pada betis kiri saat hendak menuju rumah keluarganya. Saat itu, korban tengah menyusuri kubangan air di sekitar lokasi kejadian.
Ular tersebut kemudian melilit tubuh korban hingga ke bagian leher dan menyeretnya ke arah rawa. Beruntung, korban sempat berteriak meminta tolong sehingga warga sekitar segera memberikan pertolongan.
Dalam video yang diunggah, Nursanti mengaku hampir kehabisan napas akibat lilitan ular di lehernya.
“Ularnya sangat besar dan sudah melilit saya, hampir tercekik di leher,” tuturnya.
Kepala Dusun Batu Napara, Najamuddin, mengatakan kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 01.00 Wita. Saat itu, korban berniat menyeberangi kubangan air setinggi selutut untuk memasak dan memandikan mertuanya.
“Saat menyusuri kubangan air setinggi selutut, begitu kaki korban menyentuh air, langsung dipatuk ular dan dililit,” katanya.
Najamuddin menambahkan, ukuran ular tersebut tergolong sangat besar dan diyakini mampu memangsa anak kambing.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros, Baso Tajong, mengatakan pihaknya mengetahui peristiwa tersebut dari informasi warga, namun tidak menerima laporan resmi saat kejadian berlangsung.
“Beberapa waktu lalu kami memang mendapat informasi dari warga,” imbuhnya.
Menurut Baso, ular piton merupakan satwa liar yang hidup di habitat sekitar lokasi kejadian. Ia bersyukur korban dapat menyelamatkan diri berkat bantuan warga.
“Alhamdulillah, korban sempat berteriak dan ditolong oleh warga di sekitarnya. Namun secara resmi, tidak ada laporan yang masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran terkait keberadaan ular tersebut,” jelasnya.
Ia menduga kepanikan warga menjadi penyebab tidak adanya laporan resmi.
“Kemungkinan warga panik saat kejadian sehingga ular tersebut dipukul dan terbunuh, lalu tidak melaporkannya ke kami,” ujarnya.
Baso mengimbau masyarakat agar tidak bertindak sendiri jika menemukan satwa liar berbahaya di lingkungan permukiman.
“Apabila menemukan hewan buas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, agar segera melaporkannya ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros,” tegasnya.
Menurutnya, petugas memiliki prosedur khusus dalam menangani satwa liar agar aman bagi manusia maupun hewan.
“Nanti tim kami yang turun untuk melakukan evakuasi dan pengamanan. Selanjutnya biasanya kami lepasliarkan ke lokasi yang aman dan jauh dari aktivitas penduduk,” pungkasnya.
Peristiwa itu terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seekor ular piton jenis sanca kembang berhasil dilumpuhkan warga di pinggir jalan setelah menyerang korban.
Korban bernama Nursanti, seorang ibu rumah tangga. Ia digigit ular pada betis kiri saat hendak menuju rumah keluarganya. Saat itu, korban tengah menyusuri kubangan air di sekitar lokasi kejadian.
Ular tersebut kemudian melilit tubuh korban hingga ke bagian leher dan menyeretnya ke arah rawa. Beruntung, korban sempat berteriak meminta tolong sehingga warga sekitar segera memberikan pertolongan.
Dalam video yang diunggah, Nursanti mengaku hampir kehabisan napas akibat lilitan ular di lehernya.
“Ularnya sangat besar dan sudah melilit saya, hampir tercekik di leher,” tuturnya.
Kepala Dusun Batu Napara, Najamuddin, mengatakan kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 01.00 Wita. Saat itu, korban berniat menyeberangi kubangan air setinggi selutut untuk memasak dan memandikan mertuanya.
“Saat menyusuri kubangan air setinggi selutut, begitu kaki korban menyentuh air, langsung dipatuk ular dan dililit,” katanya.
Najamuddin menambahkan, ukuran ular tersebut tergolong sangat besar dan diyakini mampu memangsa anak kambing.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros, Baso Tajong, mengatakan pihaknya mengetahui peristiwa tersebut dari informasi warga, namun tidak menerima laporan resmi saat kejadian berlangsung.
“Beberapa waktu lalu kami memang mendapat informasi dari warga,” imbuhnya.
Menurut Baso, ular piton merupakan satwa liar yang hidup di habitat sekitar lokasi kejadian. Ia bersyukur korban dapat menyelamatkan diri berkat bantuan warga.
“Alhamdulillah, korban sempat berteriak dan ditolong oleh warga di sekitarnya. Namun secara resmi, tidak ada laporan yang masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran terkait keberadaan ular tersebut,” jelasnya.
Ia menduga kepanikan warga menjadi penyebab tidak adanya laporan resmi.
“Kemungkinan warga panik saat kejadian sehingga ular tersebut dipukul dan terbunuh, lalu tidak melaporkannya ke kami,” ujarnya.
Baso mengimbau masyarakat agar tidak bertindak sendiri jika menemukan satwa liar berbahaya di lingkungan permukiman.
“Apabila menemukan hewan buas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, agar segera melaporkannya ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros,” tegasnya.
Menurutnya, petugas memiliki prosedur khusus dalam menangani satwa liar agar aman bagi manusia maupun hewan.
“Nanti tim kami yang turun untuk melakukan evakuasi dan pengamanan. Selanjutnya biasanya kami lepasliarkan ke lokasi yang aman dan jauh dari aktivitas penduduk,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Damkar Maros Evakuasi Tiga Ular Besar di Pemukiman Warga
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Maros Jufri Samad yang ditemui wartawan di kantornya, mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga, Sabtu Malam sekitar pukul 21.50 WITA.
Senin, 29 Sep 2025 14:46
Sulsel
Diduga karena Korsleting Listrik, Satu Rumah Panggung di Maros Terbakar
Kebakaran melanda satu unit rumah milik warga di Desa Sambueja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Kamis (25/9/2025).
Kamis, 25 Sep 2025 16:46
Sulsel
Seekor Biawak Dievakuasi dari Loby Kantor Bupati Maros
Seekor biawak berukuran Panjang satu meter dievakuasi dari loby kantor Bupati Maros sore hari, sekitar pukul 17.30 wita, Rabu (7/5/2025).
Rabu, 07 Mei 2025 21:27
Sulsel
TPA Bontoramba Maros Terbakar, 11 Armada Damkar Diturunkan
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Bontoramba, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros terbakar sejak Kamis pagi, sekitar pukul 09.10 Wita.
Jum'at, 06 Sep 2024 13:09
Sulsel
Tiga Hektare Lahan TPA Bontoramba Kabupaten Maros Terbakar
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontoramba, Kecamatan Mandai, dilaporkan terbakar sejak Senin lalu (2/10/2023). Diperkirakan, luas lahan yang terbakar sudah hampir 3 hektare.
Kamis, 05 Okt 2023 23:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ketum Angela Dijadwalkan Lantik Hayat Gani Sebagai Ketua Perindo Sulsel
2
Politik Boleh Lupa, Tapi Kami Tidak
3
Imigrasi Makassar Ikuti Syukuran HBI ke-76: Momentum Perkuat Layanan dan Empati Sosial
4
PSI Sulsel Mendengar-Dialog bersama Akademisi Jelang Pelantikan Pengurus
5
Terpilih Lagi jadi Ketua PKB Sulsel, Azhar Arsyad Mulai Susun Struktur Pengurus
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ketum Angela Dijadwalkan Lantik Hayat Gani Sebagai Ketua Perindo Sulsel
2
Politik Boleh Lupa, Tapi Kami Tidak
3
Imigrasi Makassar Ikuti Syukuran HBI ke-76: Momentum Perkuat Layanan dan Empati Sosial
4
PSI Sulsel Mendengar-Dialog bersama Akademisi Jelang Pelantikan Pengurus
5
Terpilih Lagi jadi Ketua PKB Sulsel, Azhar Arsyad Mulai Susun Struktur Pengurus