Jelang Libur Lebaran, BRI Imbau Waspada Ancaman Penipuan File APK

Senin, 16 Mar 2026 14:30
Jelang Libur Lebaran, BRI Imbau Waspada Ancaman Penipuan File APK
Bank BRI mengingatkan nasabah agar lebih berhati-hati menjaga keamanan rekening, khususnya terhadap file digital yang berasal dari sumber tidak dikenal. Foto/IST
Comment
Share
MAKASSAR - Menjelang periode libur Lebaran, aktivitas komunikasi dan transaksi digital masyarakat biasanya meningkat. Dalam situasi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengingatkan nasabah agar lebih berhati-hati menjaga keamanan rekening, khususnya terhadap file digital yang berasal dari sumber tidak dikenal.

Salah satu modus yang kerap terjadi adalah pengiriman pesan melalui WhatsApp oleh oknum yang mengaku berasal dari lembaga atau instansi tertentu. Pesan tersebut biasanya disertai narasi yang meyakinkan dan melampirkan file berformat .APK. Lampiran tersebut bisa berupa undangan digital, surat yang mengatasnamakan layanan perpajakan, resi pengiriman paket, hingga dokumen lain yang dikemas seolah-olah merupakan informasi penting.

Apabila file tersebut diunduh dan dipasang pada perangkat, file .APK itu berpotensi menjadi pintu masuk program berbahaya atau malware. Program ini dapat digunakan untuk mencuri data, merusak sistem perangkat, hingga mengambil alih kendali perangkat tanpa diketahui pengguna.

Selain itu, aplikasi .APK dari sumber tidak tepercaya juga bisa meminta izin akses tertentu pada perangkat, yang kemudian dimanfaatkan untuk memantau aktivitas pengguna. Kondisi tersebut berpotensi membuka celah penyalahgunaan akses terhadap layanan keuangan yang tersimpan di perangkat.

Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi menjelaskan bahwa pola kejahatan digital terus berkembang sehingga menuntut peningkatan kewaspadaan dari berbagai pihak.

“Perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian yang dijalankan secara konsisten,” ujarnya.

BRI pun mengimbau nasabah agar tidak mengklik, mengunduh, maupun menginstal aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya. Nasabah juga diminta tidak meneruskan pesan, file, atau tautan yang mencurigakan kepada pihak lain.

Jika menerima pesan yang terlihat tidak wajar—misalnya menggunakan nada mendesak, menawarkan hadiah, meminta pembaruan atau “verifikasi” data, atau menyertakan lampiran file dari nomor tidak dikenal meskipun mengatasnamakan bank atau layanan penting lainnya—nasabah diminta memastikan kebenaran identitas pengirim dan melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. Penggunaan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) juga dianjurkan guna menambah perlindungan pada akses layanan digital.

Apabila nasabah terlanjur mengunduh atau memasang file .APK yang mencurigakan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mematikan koneksi data seluler dan Wi-Fi, kemudian menghapus aplikasi yang telah terpasang. Setelah itu, nasabah dapat segera mengganti username, PIN, serta password akun BRImo maupun akun email yang terhubung.

Pengguna juga disarankan melakukan reset setelan pabrik melalui pengaturan perangkat untuk memastikan perangkat terbebas dari potensi kendali pihak yang tidak dikenal.

Selain itu, nasabah dapat memblokir nomor pengirim jika pesan terindikasi sebagai penipuan. Jika menemukan aktivitas yang mencurigakan pada rekening, nasabah disarankan segera menghubungi Contact BRI di 1500017.

“BRI menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama pesan yang disertai file atau tautan dari sumber tidak dikenal.

Pengenalan indikasi ancaman sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah akses tidak sah terhadap data nasabah. Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman,” pungkas Saladin.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru