Perputaran Uang di MTQ Sulsel XXXIV di Maros Ditarget Tembus Rp50 Miliar
Senin, 13 Apr 2026 07:41
Salah satu pelaku UMKM yang meramaikan perhelatan MTQ Sulsel di Kabupaten Maros. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Perputaran uang selama perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros, yang berlangsung pada 12β18 April 2026, ditargetkan mencapai Rp30 miliar hingga Rp50 miliar.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Kopumdag) Maros, Andi Syam Sophyan, mengatakan bahwa angka tersebut mencakup seluruh aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.
"Angka ini termasuk transaksi pedagang di luar stand UMKM, seperti kuliner di sekitar lokasi kegiatan, di kawasan PTB. Transportasi, akomodasi, hingga jasa lainnya,β katanya saat dihubungi media.
Ia menjelaskan, pihaknya menyiapkan 150 tenant yang terdiri atas 110 UMKM lokal dan 40 UMKM dari luar daerah.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan omzet pelaku usaha. Sejumlah pelaku usaha dilaporkan mengalami lonjakan pendapatan selama kegiatan berlangsung.
"Banyak pelaku usaha melaporkan omzet naik dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa, bahkan ada yang mencapai empat sampai lima kali lipat pada puncak acara," jelasnya.
Selain peningkatan omzet, ajang ini juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Mereka dapat bertemu langsung dengan pengunjung dari berbagai daerah, sehingga memperluas jaringan pelanggan dan mitra bisnis.
"Ini juga menjadi promosi gratis bagi produk unggulan daerah. Pelaku usaha bisa memperkenalkan produknya ke khalayak luas dan meningkatkan brand awareness," katanya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, turut memberikan dukungan melalui event organizer (EO), seperti penyediaan stand dengan biaya terjangkau serta bantuan teknis untuk meningkatkan kualitas produk.
"Dampaknya juga berkelanjutan. Ada pelaku usaha yang mendapatkan pesanan berulang setelah acara selesai," imbuhnya.
Untuk kisaran omzet, ia menyebutkan bahwa pedagang UMKM kecil, khususnya kuliner, dapat meraih Rp300 ribu hingga Rp2 juta per hari.
Sementara itu, pedagang suvenir dan kerajinan dapat memperoleh omzet hingga Rp5 juta sampai Rp6 juta per malam, terutama saat malam pembukaan dan penutupan MTQ.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah.
βIni adalah kehormatan besar bagi Kabupaten Maros. Kami menyambut seluruh kafilah dengan penuh kebanggaan dan kebahagiaan di Butta Salewangang,β ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Kopumdag) Maros, Andi Syam Sophyan, mengatakan bahwa angka tersebut mencakup seluruh aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.
"Angka ini termasuk transaksi pedagang di luar stand UMKM, seperti kuliner di sekitar lokasi kegiatan, di kawasan PTB. Transportasi, akomodasi, hingga jasa lainnya,β katanya saat dihubungi media.
Ia menjelaskan, pihaknya menyiapkan 150 tenant yang terdiri atas 110 UMKM lokal dan 40 UMKM dari luar daerah.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan omzet pelaku usaha. Sejumlah pelaku usaha dilaporkan mengalami lonjakan pendapatan selama kegiatan berlangsung.
"Banyak pelaku usaha melaporkan omzet naik dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa, bahkan ada yang mencapai empat sampai lima kali lipat pada puncak acara," jelasnya.
Selain peningkatan omzet, ajang ini juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Mereka dapat bertemu langsung dengan pengunjung dari berbagai daerah, sehingga memperluas jaringan pelanggan dan mitra bisnis.
"Ini juga menjadi promosi gratis bagi produk unggulan daerah. Pelaku usaha bisa memperkenalkan produknya ke khalayak luas dan meningkatkan brand awareness," katanya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, turut memberikan dukungan melalui event organizer (EO), seperti penyediaan stand dengan biaya terjangkau serta bantuan teknis untuk meningkatkan kualitas produk.
"Dampaknya juga berkelanjutan. Ada pelaku usaha yang mendapatkan pesanan berulang setelah acara selesai," imbuhnya.
Untuk kisaran omzet, ia menyebutkan bahwa pedagang UMKM kecil, khususnya kuliner, dapat meraih Rp300 ribu hingga Rp2 juta per hari.
Sementara itu, pedagang suvenir dan kerajinan dapat memperoleh omzet hingga Rp5 juta sampai Rp6 juta per malam, terutama saat malam pembukaan dan penutupan MTQ.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah.
βIni adalah kehormatan besar bagi Kabupaten Maros. Kami menyambut seluruh kafilah dengan penuh kebanggaan dan kebahagiaan di Butta Salewangang,β ujarnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkab Maros Salurkan Susu untuk Anak Usia 5 hingga 8 Tahun
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros membagikan paket susu kepada anak-anak usia 5 hingga 8 tahun sebagai salah satu upaya mencegah stunting.
Rabu, 14 Okt 2026 14:33
Ekbis
Listrik Andal, UMKM Tumbuh: PLN UID Sulselrabar Perkuat Ekonomi Masyarakat
PLN UID Sulselrabar memperkuat dukungan terhadap UMKM melalui penyediaan energi listrik sekaligus program pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha lokal.
Rabu, 14 Okt 2026 08:46
Sulsel
Pilkades Serentak Maros Digelar April 2027, Diikuti 64 Desa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mulai mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung April 2027.
Selasa, 13 Okt 2026 13:50
Sulsel
Bupati Maros Bagi-bagi Masker ke ASN
Bupati Maros, AS Chaidir Syam membagi-bagikan masker kepada seluruh ASN. Pembagian masker dilakukan saat apel rutin Pemkab Maros di Lapangan Pallantikang, Senin (12/10/2026).
Senin, 12 Okt 2026 09:58
Ekbis
Vale Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Pemberdayaan UMKM & Koperasi
PT Vale Indonesia Tbk terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penguatan koperasi.
Minggu, 11 Okt 2026 10:02
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Kualitas Udara Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
4
Bursa Calon Ketua Demokrat Sulsel Resmi Dibuka, Kader Baru Bisa Langsung Maju
5
Pemkot Makassar-Pertamina Rumuskan Skema Baru Distribusi BBM Subsidi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Kualitas Udara Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
4
Bursa Calon Ketua Demokrat Sulsel Resmi Dibuka, Kader Baru Bisa Langsung Maju
5
Pemkot Makassar-Pertamina Rumuskan Skema Baru Distribusi BBM Subsidi