SPJM Perkenalkan Model Integrasi Energi & Pariwisata di Forum LNG Internasional

Rabu, 27 Mei 2026 18:39
SPJM Perkenalkan Model Integrasi Energi & Pariwisata di Forum LNG Internasional
SPJM memperkenalkan konsep pengelolaan Pelabuhan Benoa sebagai simpul energi nasional sekaligus destinasi pariwisata maritim di Forum LNG Internasional. Foto/IST
Comment
Share
MAKASSAR - Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai bagian dari Pelindo memperkenalkan konsep pengelolaan Pelabuhan Benoa sebagai simpul energi nasional sekaligus destinasi pariwisata maritim dalam ajang 11th Annual LNG Supply, Transport & Storage Forum 2026 yang berlangsung di Padma Resort, Bali, beberapa waktu lalu.

Direktur Operasi dan Teknik SPJM, Edward Danner Pardamean Napitupulu, hadir sebagai pembicara dengan membawakan materi bertajuk “The Benoa Model: How Bali’s FSRU and Maritime Tourism Hub Coexist Through Integrated Energy, Safety, and Environmental Governance.”

Forum bertema “Delivering Resilience: Enabling Regional Energy Access Through Flexible LNG Solutions for Infrastructure, Innovation & Integration” tersebut dihadiri para pemangku kepentingan sektor energi dan maritim. Di antaranya Kementerian ESDM, SKK Migas, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, PT PLN Energi Primer Indonesia, PT Pertamina Gas Negara, PT PELNI, operator FSRU, serta perusahaan pelayaran dan logistik LNG.

Dalam paparannya, Edward menjelaskan posisi strategis Pelabuhan Benoa sebagai critical national energy hub yang tetap menjalankan fungsi sebagai gerbang pariwisata maritim Bali. Terminal LNG Benoa berperan menopang kebutuhan kelistrikan Bali, sementara kawasan pelabuhan juga melayani kapal pesiar, feri antarpulau, dan kapal wisata.

“Keberhasilan Benoa terletak pada koordinasi terintegrasi antar seluruh pemangku kepentingan sehingga operasional energi dan aktivitas pariwisata dapat berjalan berdampingan secara aman dan optimal,” ujar Edward.

Pengelolaan tersebut dijalankan melalui Integrated Coordination Framework yang melibatkan KSOP, operator FSRU, PLN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), operator pariwisata, TNI AL, hingga Basarnas. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga keselamatan operasional, keamanan pelayaran, serta perlindungan lingkungan di kawasan pelabuhan.

Model pengelolaan Benoa pun dinilai sebagai contoh integrasi infrastruktur energi strategis dengan kawasan pariwisata maritim yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia. Melalui forum ini, SPJM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran Pelabuhan Benoa sebagai pelabuhan multifungsi yang mendukung ketahanan energi nasional sekaligus sektor pariwisata.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru