Butuh Biaya Operasi Istri, Akademisi Unhas Keluhkan Dana di Bank BUMN Sulit Dicairkan
Selasa, 14 Apr 2026 19:17
Gambar Ilustrasi pencairan uang. Foto: Ilustrasi
MAKASSAR - Akademisi Universitas Hasanuddin, Dr Hasrullah, mengaku mengalami kesulitan saat hendak mencairkan tabungannya di salah satu bank BUMN pada Selasa (14/4/2026). Dana tersebut rencananya digunakan untuk membiayai pengobatan istrinya yang tengah dirawat di rumah sakit.
Hasrullah menuturkan, sang istri saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RS Unhas setelah menjalani operasi selama tiga hari. Kondisi tersebut membuatnya membutuhkan biaya tambahan untuk perawatan lanjutan hingga proses kepulangan dari rumah sakit.
Dalam situasi mendesak, Hasrullah berinisiatif mencairkan sebagian dana tabungannya. Ia mengaku telah mengikuti prosedur yang berlaku dan sempat mendapatkan informasi awal dari pihak bank bahwa pencairan dapat dilakukan dengan solusi tertentu.
“Saya hanya ingin mencairkan sebagian dana karena kebutuhan mendesak. Istri saya harus segera keluar dari rumah sakit, tapi dana saya justru sulit dicairkan,” ujar Hasrullah.
Namun, proses pencairan tersebut disebut berlarut-larut hingga lebih dari sepekan tanpa kejelasan. Padahal, ia telah menyampaikan kondisi darurat yang dihadapi, termasuk bukti bahwa istrinya tengah dirawat intensif.
Hasrullah menilai pelayanan yang diterimanya tidak mencerminkan empati terhadap nasabah, khususnya dalam situasi krisis. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk menerima konsekuensi berupa pemotongan atau penalti atas pencairan dana sebelum jatuh tempo.
“Saya tidak masalah kalau ada potongan. Tapi jangan sampai hak nasabah dihalangi dalam kondisi seperti ini,” tegasnya.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih produk perbankan, terutama deposito, apabila sewaktu-waktu membutuhkan dana cepat untuk kebutuhan darurat.
Lebih lanjut, Hasrullah mendesak pimpinan cabang bank BUMN tersebut di Sulawesi Selatan untuk melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan. Ia juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum jika ditemukan adanya pelanggaran prosedur.
“Saya minta ada evaluasi serius. Kalau memang ada kesalahan, saya akan proses secara hukum,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak bank terkait belum memberikan keterangan resmi atas keluhan tersebut.
Hasrullah menuturkan, sang istri saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RS Unhas setelah menjalani operasi selama tiga hari. Kondisi tersebut membuatnya membutuhkan biaya tambahan untuk perawatan lanjutan hingga proses kepulangan dari rumah sakit.
Dalam situasi mendesak, Hasrullah berinisiatif mencairkan sebagian dana tabungannya. Ia mengaku telah mengikuti prosedur yang berlaku dan sempat mendapatkan informasi awal dari pihak bank bahwa pencairan dapat dilakukan dengan solusi tertentu.
“Saya hanya ingin mencairkan sebagian dana karena kebutuhan mendesak. Istri saya harus segera keluar dari rumah sakit, tapi dana saya justru sulit dicairkan,” ujar Hasrullah.
Namun, proses pencairan tersebut disebut berlarut-larut hingga lebih dari sepekan tanpa kejelasan. Padahal, ia telah menyampaikan kondisi darurat yang dihadapi, termasuk bukti bahwa istrinya tengah dirawat intensif.
Hasrullah menilai pelayanan yang diterimanya tidak mencerminkan empati terhadap nasabah, khususnya dalam situasi krisis. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk menerima konsekuensi berupa pemotongan atau penalti atas pencairan dana sebelum jatuh tempo.
“Saya tidak masalah kalau ada potongan. Tapi jangan sampai hak nasabah dihalangi dalam kondisi seperti ini,” tegasnya.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih produk perbankan, terutama deposito, apabila sewaktu-waktu membutuhkan dana cepat untuk kebutuhan darurat.
Lebih lanjut, Hasrullah mendesak pimpinan cabang bank BUMN tersebut di Sulawesi Selatan untuk melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan. Ia juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum jika ditemukan adanya pelanggaran prosedur.
“Saya minta ada evaluasi serius. Kalau memang ada kesalahan, saya akan proses secara hukum,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak bank terkait belum memberikan keterangan resmi atas keluhan tersebut.
(UMI)
Berita Terkait
News
Mahasiswa KKN-T Unhas Ajak Siswa SD Belajar Peduli Lingkungan Lewat Ecoprint
Mahasiswa KKN-T Pengelolaan Sampah Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengajak siswa UPTD SD Negeri 56 Parepare belajar mencintai lingkungan melalui Workshop Pelatihan dan Pembuatan Tote Bag Ecoprint.
Selasa, 04 Agu 2026 15:05
News
Mahasiswa Unhas Ciptakan RICEVA, Paper Strip Alami untuk Usir Kutu Beras
Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan inovasi pengusir kutu beras bernama RICEVA (Rice Protection with Natural Volatile Aroma).
Sabtu, 01 Agu 2026 18:23
News
Mahasiswa KKN Unhas Latih Warga Desa Kalempang Olah Limbah Dapur Jadi Pupuk
Mahasiswa KKN Gelombang 116 Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah dapur di Desa Kalempang, Senin (27/7/2026).
Rabu, 29 Jul 2026 18:13
News
FEB Unhas Edukasi Masyarakat Balleangin Kelola Sampah Bernilai Ekonomi
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Hibah Internal Peningkatan Kinerja Utama (KIPKU) FEB Unhas yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-78 FEB Unhas.
Senin, 27 Jul 2026 17:53
Sulsel
Mahasiswa KKN Unhas Edukasi dan Skrining Hipertensi bagi Ibu Hamil di Sidrap
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar program BUMIL SIAGA: Edukasi dan Skrining Hipertensi untuk Ibu dan Bayi Sehat di Pustu Desa Teppo, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sabtu (25/7/2026).
Sabtu, 25 Jul 2026 22:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Panaskan Mesin Politik di Rakorda, DM: Satukan Perjuangan Menangkan Gerindra di Pemilu 2029
2
Ubah Kebiasaan Warga Jadi Tantangan Program Pemilahan Sampah di Kelurahan Kapasa
3
5 Bupati Dikukuhkan, Gerindra Kini Punya 10 Kader Sebagai Kepala Daerah di Sulsel
4
Sikap Muzakkir Aqil Soal Peluangnya Maju di Musda Demokrat Sulsel
5
Semangat Kemerdekaan Hidup di Tawa Anak-anak BTN Minasa Upa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Panaskan Mesin Politik di Rakorda, DM: Satukan Perjuangan Menangkan Gerindra di Pemilu 2029
2
Ubah Kebiasaan Warga Jadi Tantangan Program Pemilahan Sampah di Kelurahan Kapasa
3
5 Bupati Dikukuhkan, Gerindra Kini Punya 10 Kader Sebagai Kepala Daerah di Sulsel
4
Sikap Muzakkir Aqil Soal Peluangnya Maju di Musda Demokrat Sulsel
5
Semangat Kemerdekaan Hidup di Tawa Anak-anak BTN Minasa Upa