Mahasiswa KKN-T Unhas Ajak Siswa SD Belajar Peduli Lingkungan Lewat Ecoprint
Selasa, 04 Agu 2026 15:05
Mahasiswa KKN-T Pengelolaan Sampah Gelombang 116 Unhas mengajak siswa UPTD SD Negeri 56 Parepare belajar mencintai lingkungan melalui Workshop Pelatihan dan Pembuatan Tote Bag Ecoprint. Foto/IST
PAREPARE - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pengelolaan Sampah Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengajak siswa UPTD SD Negeri 56 Parepare belajar mencintai lingkungan melalui Workshop Pelatihan dan Pembuatan Tote Bag Ecoprint dengan Teknik Pounding, Jumat (24/7). Kegiatan ini menjadi upaya menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini melalui aktivitas kreatif yang menyenangkan.
Penanggung jawab kegiatan, Farhana Nashirah Khadafi, mengatakan program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya timbunan sampah plastik di lingkungan. Menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu diperkenalkan sejak usia sekolah dasar dengan metode yang mudah dipahami dan melibatkan praktik secara langsung.
"Sampah plastik sekali pakai membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Kalau terus menumpuk, tentu akan mencemari lingkungan. Karena itu, anak-anak perlu mengenal persoalan ini sejak dini, tetapi dengan cara yang menyenangkan, bukan hanya melalui penjelasan di kelas," ujar Farhana yang akrab disapa Inoy.
Dalam workshop tersebut, para siswa diperkenalkan pada teknik ecoprint, yaitu metode mencetak motif pada kain menggunakan daun dan bunga alami tanpa cat sintetis maupun bahan kimia. Farhana, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas, memilih teknik pounding karena sederhana dan mudah dipraktikkan oleh anak-anak.
Proses pembuatannya dilakukan dengan menyusun daun dan bunga di atas kain tote bag, kemudian menutupnya menggunakan plastik sebelum dipukul perlahan menggunakan palu hingga warna dan bentuk daun berpindah ke permukaan kain. Agar motif lebih tahan lama, hasil cetakan kemudian diberi fiksatif berupa tawas atau kapur.
Sejak sesi pemaparan materi hingga praktik berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan. Meski bahan alami telah disiapkan oleh mahasiswa KKN-T, setiap tote bag menghasilkan motif yang unik sesuai kreativitas masing-masing peserta dalam menyusun dan memukul daun serta bunga di atas kain.
Farhana menjelaskan, kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas, tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta tujuan ke-13 tentang penanganan perubahan iklim.
Ia berharap penggunaan tote bag yang dapat dipakai berulang kali mampu menjadi langkah sederhana untuk mengurangi ketergantungan pada kantong plastik sekali pakai sekaligus membangun kebiasaan ramah lingkungan di kalangan anak-anak.
"Yang paling penting, tas ini bisa digunakan berkali-kali sehingga tidak perlu lagi bergantung pada kantong plastik. Harapan saya, dari kegiatan kecil ini adik-adik mulai terbiasa mencintai lingkungan sejak dini," tutupnya.
Penanggung jawab kegiatan, Farhana Nashirah Khadafi, mengatakan program tersebut lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya timbunan sampah plastik di lingkungan. Menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu diperkenalkan sejak usia sekolah dasar dengan metode yang mudah dipahami dan melibatkan praktik secara langsung.
"Sampah plastik sekali pakai membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Kalau terus menumpuk, tentu akan mencemari lingkungan. Karena itu, anak-anak perlu mengenal persoalan ini sejak dini, tetapi dengan cara yang menyenangkan, bukan hanya melalui penjelasan di kelas," ujar Farhana yang akrab disapa Inoy.
Dalam workshop tersebut, para siswa diperkenalkan pada teknik ecoprint, yaitu metode mencetak motif pada kain menggunakan daun dan bunga alami tanpa cat sintetis maupun bahan kimia. Farhana, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas, memilih teknik pounding karena sederhana dan mudah dipraktikkan oleh anak-anak.
Proses pembuatannya dilakukan dengan menyusun daun dan bunga di atas kain tote bag, kemudian menutupnya menggunakan plastik sebelum dipukul perlahan menggunakan palu hingga warna dan bentuk daun berpindah ke permukaan kain. Agar motif lebih tahan lama, hasil cetakan kemudian diberi fiksatif berupa tawas atau kapur.
Sejak sesi pemaparan materi hingga praktik berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan. Meski bahan alami telah disiapkan oleh mahasiswa KKN-T, setiap tote bag menghasilkan motif yang unik sesuai kreativitas masing-masing peserta dalam menyusun dan memukul daun serta bunga di atas kain.
Farhana menjelaskan, kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas, tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta tujuan ke-13 tentang penanganan perubahan iklim.
Ia berharap penggunaan tote bag yang dapat dipakai berulang kali mampu menjadi langkah sederhana untuk mengurangi ketergantungan pada kantong plastik sekali pakai sekaligus membangun kebiasaan ramah lingkungan di kalangan anak-anak.
"Yang paling penting, tas ini bisa digunakan berkali-kali sehingga tidak perlu lagi bergantung pada kantong plastik. Harapan saya, dari kegiatan kecil ini adik-adik mulai terbiasa mencintai lingkungan sejak dini," tutupnya.
(TRI)
Berita Terkait
News
Unhas Raih 3 Penghargaan di Satria Data 2026, Tembus 5 Besar Nasional
Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui ajang Statistika Ria dan Festival Sains Data (Satria Data) 2026.
Selasa, 03 Nov 2026 15:56
News
Unhas Lepas 34 Tim Menuju Pimnas ke-39, Target Juara Umum
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menekankan pentingnya kesiapan mental, kepercayaan diri, dan kekompakan tim bagi mahasiswa yang akan berlaga pada Pimnas ke-39.
Kamis, 29 Okt 2026 18:05
News
Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Rektor Unhas Tekankan Tiga Karakter Utama Pemuda
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Jamaluddin Jompa, memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda bertajuk "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia ke-98", di Lapangan PKM Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu, (28/102026).
Rabu, 28 Okt 2026 19:09
Makassar City
Unhas Boyong 40 Mahasiswa Internasional Belajar di Kepulauan Sangkarrang
Pengalaman belajar yang mempertemukan mahasiswa internasional dengan masyarakat, budaya lokal, dan persoalan lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun kampus berwawasan global.
Selasa, 27 Okt 2026 12:18
Sulsel
Bersama Unhas, Bupati Bantaeng Perkuat Edukasi Pencegahan Kanker Serviks
Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzi Nurdin, menghadiri sekaligus membuka seminar kesehatan dalam rangka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas)
Sabtu, 24 Okt 2026 08:32
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hadapi Lonjakan Nataru, PELNI Makassar Siapkan 14 Kapal Penumpang
2
Nomor Presiden RI, Media hingga Tokoh Politik Diduga Disadap Sejak 2025
3
Rektor UIN Alauddin Takjub Kemampuan Multilingual Siswa SIT Darul Fikri Makassar
4
Jelang Porprov 2026, Bupati dan Wabup Bone Pastikan Kesiapan Stadion Lapatau
5
Sengkarut Bernegara: Ketika Penjaga Hukum Berhadapan dengan Hukum
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hadapi Lonjakan Nataru, PELNI Makassar Siapkan 14 Kapal Penumpang
2
Nomor Presiden RI, Media hingga Tokoh Politik Diduga Disadap Sejak 2025
3
Rektor UIN Alauddin Takjub Kemampuan Multilingual Siswa SIT Darul Fikri Makassar
4
Jelang Porprov 2026, Bupati dan Wabup Bone Pastikan Kesiapan Stadion Lapatau
5
Sengkarut Bernegara: Ketika Penjaga Hukum Berhadapan dengan Hukum