Yovie Widianto Ajak Mahasiswa Unhas Bangun Kedaulatan Budaya Lewat Inovasi
Jum'at, 24 Apr 2026 18:04
Suasana kuliah umum generasi kreatif di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Unhas Tamalanrea, Kamis (23/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kuliah umum bertajuk Creative Generation: Turning Ideas, Culture, and Creativity into Global IP di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Unhas Tamalanrea, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, sebagai narasumber utama untuk berbagi pandangan tentang pentingnya kreativitas, budaya, dan inovasi dalam membangun daya saing global.
Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Yovie Widianto di kampus Unhas. Menurutnya, keterlibatan Staf Khusus Presiden tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat wawasan generasi muda untuk mengelola potensi budaya menjadi kekayaan intelektual global.
“Selamat datang di Unhas, Universitas Hasanuddin memiliki kreativitas yang dibuktikan dengan Unhas menjuarai Pimnas dua kali berturut-turut dan menjadi salah satu prestasi yang luar biasa,” katanya dalam sambutan.
Prof Jamaluddin Jompa atau yang akrab disapa Prof JJ menilai kreativitas merupakan kunci utama bagi perguruan tinggi dalam meraih berbagai prestasi. Ia berharap semangat kreativitas terus diperkuat untuk menjadi elemen pemersatu dalam membangun bangsa.
“Unhas bisa meraih trofi itu karena kreativitas. Saya kira pak Yovie bisa menarasikan ulang tentang kreativitas. Kita butuh hal-hal yang menyatukan kita untuk membangun negeri,” imbuhnya.
Sementara itu, Yovie Widianto menekankan pentingnya menjaga nilai autentik manusia di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Secanggih apa pun sebuah kebohongan, tetaplah itu kebohongan. Jadi AI produknya tidak jadi bohong, jadi beneran, tapi tidak lahir dari filosofi kesejatian itu. Berjuanglah buat manusia sejati esensinya, bukan pada AI-nya. Gunakan AI di mesin kita," paparnya.
Pianis dan musikus ternama Indonesia itu juga menegaskan bahwa inovasi bukan berarti meninggalkan akar budaya, melainkan menggubahnya agar tetap relevan bagi generasi baru.
Ia mengibaratkan proses tersebut seperti menciptakan aransemen baru pada lagu lama, di mana tradisi dapat hadir dalam bentuk kontemporer, gaya hidup, hingga pengalaman kreatif yang mampu menyentuh generasi muda.
"Inovasi bukan berarti meninggalkan akar tetapi menggubahnya. Seperti aransemen baru atas lagu lama budaya dapat hadir dalam bentuk kontemporer, gaya hidup, hingga pengalaman kreatif yang menyentuh generasi baru. Di titik inilah tradisi menemukan daya saingnya," lanjut Yovie.
Menurutnya, budaya Nusantara adalah akar yang membuat bangsa berpijak sekaligus sayap yang membawa Indonesia terbang ke panggung internasional.
"Melalui branding, storytelling, dan distribusi digital, nilai budaya dapat melintas batas ruang, waktu dan pasar, yang kemudian menjadikan cerita indonesia mendunia. Budaya nusantara adalah akar yang membuat kita berpijak, sekaligus sayap yang membawa kita terbang," jelasnya.
Yovie juga mengajak generasi muda untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan membangun kolaborasi agar budaya dapat menjadi produk ekonomi kreatif bernilai tinggi dan berkelanjutan.
"Melalul inovasi, teknologi, dan kolaborasi, budaya dapht menjadl produk ekonomi kreatif bernilar tinggi, berkelas, berdaya saing dan tentu saja berkelanjutan. Tugas kita adalah memastikan inovasi terus tumbuh, dan terus membanggakan indonesia di mata dunia," imbaunya.
Kegiatan tersebut menghadirkan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, sebagai narasumber utama untuk berbagi pandangan tentang pentingnya kreativitas, budaya, dan inovasi dalam membangun daya saing global.
Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Yovie Widianto di kampus Unhas. Menurutnya, keterlibatan Staf Khusus Presiden tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat wawasan generasi muda untuk mengelola potensi budaya menjadi kekayaan intelektual global.
“Selamat datang di Unhas, Universitas Hasanuddin memiliki kreativitas yang dibuktikan dengan Unhas menjuarai Pimnas dua kali berturut-turut dan menjadi salah satu prestasi yang luar biasa,” katanya dalam sambutan.
Prof Jamaluddin Jompa atau yang akrab disapa Prof JJ menilai kreativitas merupakan kunci utama bagi perguruan tinggi dalam meraih berbagai prestasi. Ia berharap semangat kreativitas terus diperkuat untuk menjadi elemen pemersatu dalam membangun bangsa.
“Unhas bisa meraih trofi itu karena kreativitas. Saya kira pak Yovie bisa menarasikan ulang tentang kreativitas. Kita butuh hal-hal yang menyatukan kita untuk membangun negeri,” imbuhnya.
Sementara itu, Yovie Widianto menekankan pentingnya menjaga nilai autentik manusia di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Secanggih apa pun sebuah kebohongan, tetaplah itu kebohongan. Jadi AI produknya tidak jadi bohong, jadi beneran, tapi tidak lahir dari filosofi kesejatian itu. Berjuanglah buat manusia sejati esensinya, bukan pada AI-nya. Gunakan AI di mesin kita," paparnya.
Pianis dan musikus ternama Indonesia itu juga menegaskan bahwa inovasi bukan berarti meninggalkan akar budaya, melainkan menggubahnya agar tetap relevan bagi generasi baru.
Ia mengibaratkan proses tersebut seperti menciptakan aransemen baru pada lagu lama, di mana tradisi dapat hadir dalam bentuk kontemporer, gaya hidup, hingga pengalaman kreatif yang mampu menyentuh generasi muda.
"Inovasi bukan berarti meninggalkan akar tetapi menggubahnya. Seperti aransemen baru atas lagu lama budaya dapat hadir dalam bentuk kontemporer, gaya hidup, hingga pengalaman kreatif yang menyentuh generasi baru. Di titik inilah tradisi menemukan daya saingnya," lanjut Yovie.
Menurutnya, budaya Nusantara adalah akar yang membuat bangsa berpijak sekaligus sayap yang membawa Indonesia terbang ke panggung internasional.
"Melalui branding, storytelling, dan distribusi digital, nilai budaya dapat melintas batas ruang, waktu dan pasar, yang kemudian menjadikan cerita indonesia mendunia. Budaya nusantara adalah akar yang membuat kita berpijak, sekaligus sayap yang membawa kita terbang," jelasnya.
Yovie juga mengajak generasi muda untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan membangun kolaborasi agar budaya dapat menjadi produk ekonomi kreatif bernilai tinggi dan berkelanjutan.
"Melalul inovasi, teknologi, dan kolaborasi, budaya dapht menjadl produk ekonomi kreatif bernilar tinggi, berkelas, berdaya saing dan tentu saja berkelanjutan. Tugas kita adalah memastikan inovasi terus tumbuh, dan terus membanggakan indonesia di mata dunia," imbaunya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Puncak Peringatan Dies Natalis ke 74 FH Unhas, Momentum Bangkitkan Ikatan Alumni
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mendukung penuh Puncak Perayaan Dies Natalis ke-74 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang berlangsung pada Sabtu (23/5/2026).
Sabtu, 23 Mei 2026 16:54
News
Appi Dorong Kekuatan Jejaring Alumni Bangun Masa Depan Generasi
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri langsung kegiatan puncak Dies Natalis ke-74 Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas), di halaman FH Unhas
Sabtu, 23 Mei 2026 14:40
News
Dies Natalis FH Unhas, Prof Amir Ilyas Dorong Silaturahmi dan Peran Aktif Alumni Bangun Kampus
Guru Besar Hukum Pidana FH Unhas, Prof Amir Ilyas, mengungkapkan bahwa di tengah jumlah mahasiswa yang terus bertambah besar, FH Unhas berkomitmen penuh untuk mengimbanginya dengan peningkatan mutu pendidikan yang selaras.
Sabtu, 23 Mei 2026 14:35
News
BPJS Kesehatan & Unhas Kampanyekan Gaya Hidup Sehat Lewat Fun Run 5K
Kampanye hidup sehat terus digaungkan BPJS Kesehatan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan kalangan akademisi.
Jum'at, 22 Mei 2026 16:39
News
Unhas dan Gojek Hadirkan Zona Muda, Ruang Kolaborasi Anak Muda Berkarya di Era Digital
Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Gojek kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui program Zona Muda.
Kamis, 21 Mei 2026 16:20
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Hadirkan Pakar Dunia dalam Konferensi Internasional Pembangunan Berkelanjutan
2
PKS Desak Pemkot Makassar Siapkan Solusi Bagi Siswa Tak Tertampung di SMP Negeri
3
Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Maros, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
4
PLN UID Sulselrabar Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Electrifying Agriculture
5
Pengaspalan hingga Drainase Dikebut, Pemprov Sulsel Percepat Pembangunan Jalan Strategis
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Hadirkan Pakar Dunia dalam Konferensi Internasional Pembangunan Berkelanjutan
2
PKS Desak Pemkot Makassar Siapkan Solusi Bagi Siswa Tak Tertampung di SMP Negeri
3
Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Maros, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
4
PLN UID Sulselrabar Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Electrifying Agriculture
5
Pengaspalan hingga Drainase Dikebut, Pemprov Sulsel Percepat Pembangunan Jalan Strategis