PKS Desak Pemkot Makassar Siapkan Solusi Bagi Siswa Tak Tertampung di SMP Negeri
Senin, 08 Jun 2026 16:41
Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, di Kantor Sementara DPRD Kota Makassar, Jalan Hertasning, Senin (8/6/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk lebih serius menangani persoalan keterbatasan daya tampung sekolah negeri, khususnya jenjang SMP selama tahapan Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Menurut Azwar, pemerintah daerah harus memastikan akses pendidikan dapat dinikmati seluruh anak usia sekolah di Kota Makassar.
"Kalau SPMB itu mestinya memang harus diseriusi oleh pemerintah kota untuk bagaimana supaya anak-anak kita dan orang tua siswa itu mudah dalam memasukkan anaknya di SD dan SMP," jelasnya kepada wartawan, Senin (8/6/2026).
Ia menilai jumlah lulusan SD setiap tahun masih jauh lebih besar dibanding kapasitas SMP negeri yang tersedia. Kondisi tersebut menyebabkan banyak siswa tidak memperoleh kursi di sekolah negeri.
"Pemerintah kota harus serius. Kasihan anak-anak kita, lulusan SD tidak semuanya tercover di SMP negeri. Hampir seperempat hingga setengah lulusan tidak mendapatkan tempat. Ini tugas pemerintah yang diamanatkan undang-undang untuk memberikan solusi," ujarnya.
Karena itu, Fraksi PKS mendorong Pemkot Makassar menghadirkan solusi konkret. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah pemberian subsidi biaya pendidikan bagi siswa yang melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.
"Kasihan anak-anak kita, apalagi luaran kelulusan SD, khusus SMP ini, luaran kelulusan SD itu, lebih besar dari jumlah SMP yang ada. Bahkan, hampir seperempat atau setengah dari lulusan itu tidak tercover di SMP. Kita harus ada solusi," tegas Azwar.
Azwar mengatakan Fraksi PKS telah menginstruksikan anggotanya, khususnya yang bertugas di Komisi D DPRD Makassar, untuk mengawal persoalan tersebut dan meminta penjelasan pemerintah kota terkait langkah strategis yang akan ditempuh.
"Serius mempertanyakan itu langkah-langkah strategis konkret dari pemerintah kota dalam mengantisipasi SPMB dan siswa-siswa yang tidak bisa tercover dalam sekolah-sekolah negeri, harus ada langkah-langkah strategis dari pemerintah. Jangan seperti tahun-tahun kemarin yang tidak ada solusi efektif bagi siswa dan orang tua siswa," tuturnya saat ditemui di Kantor Sementara DPRD Kota Makassar, Jalan Hertasning.
Terkait wacana kerja sama dengan sekolah swasta, Azwar mengaku akan meminta kejelasan mengenai realisasi kebijakan tersebut.
"Itulah juga kita pertanyakan. Harusnya, sudah ada kan, skam, saya sendiri pernah mempertanyakan di LPj, bahkan memberikan saran itu atau saran menyekolahkan di swasta tapi dibiayai oleh pemerintah daerah. Jadi, harus di kita tanyakan terakhir katanya, opsi itu ada. Ya, tapi saya belum konfirmasi lagi," terangnya.
Ia menambahkan, pembahasan mengenai opsi tersebut akan terus dikawal oleh anggota Komisi D DPRD Makassar dari Fraksi PKS dalam rapat bersama pemerintah kota.
"Itu terakhir kan kemarin reses itu kebanyakan itu masalah soal zonasi, ya to? Iya. Nah, itu ada, bagaimana? Ada enggak solusi dari fraksi PKS itu? Makanya itu tadi, kan pasti akan semrawut gara-gara setiap zonasi tidak cukup, sekolah di situ," akunya.
Azwar juga menyoroti ketimpangan akses pendidikan akibat sistem zonasi. Menurutnya, masih terdapat sejumlah kelurahan di Kota Makassar yang belum memiliki sekolah tingkat SMP.
"Ada kelurahan yang tidak ada sama sekali SMP-nya. Harusnya ada solusi, bisa dibantu biayai di sekolah swasta atau solusi lain misalkan, dia tetap sekolah negeri kita hanya menyewa gedung sekolahnya, bisa saja juga begitu," urainya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Azwar menawarkan beberapa alternatif, seperti pembiayaan siswa di sekolah swasta, penyewaan gedung sekolah swasta untuk digunakan sebagai ruang belajar tambahan, hingga pemanfaatan gedung yang tersedia di tingkat kelurahan dengan dukungan tenaga pengajar dari pemerintah.
"Jadi ada opsi, kita sekolahkan di sekolah swasta dibiayai atau kita sewa sekolah, uh, gedung sekolah swasta yang di hari, misalkan, jam kerja, jam sekolah, sekolah malam atau apa. Itu bisa jadi solusi. Jadi disewa gedungnya, bisa. Solusi. Ya. Atau disewa gedung di kelurahan, cari gedung yang bisa di Kelurahan itu, disewa dan diberikan tenaga pengajar. Laksanakan pendidikan di situ, pelaksanaan pendidikan," pungkasnya.
Menurut Azwar, pemerintah daerah harus memastikan akses pendidikan dapat dinikmati seluruh anak usia sekolah di Kota Makassar.
"Kalau SPMB itu mestinya memang harus diseriusi oleh pemerintah kota untuk bagaimana supaya anak-anak kita dan orang tua siswa itu mudah dalam memasukkan anaknya di SD dan SMP," jelasnya kepada wartawan, Senin (8/6/2026).
Ia menilai jumlah lulusan SD setiap tahun masih jauh lebih besar dibanding kapasitas SMP negeri yang tersedia. Kondisi tersebut menyebabkan banyak siswa tidak memperoleh kursi di sekolah negeri.
"Pemerintah kota harus serius. Kasihan anak-anak kita, lulusan SD tidak semuanya tercover di SMP negeri. Hampir seperempat hingga setengah lulusan tidak mendapatkan tempat. Ini tugas pemerintah yang diamanatkan undang-undang untuk memberikan solusi," ujarnya.
Karena itu, Fraksi PKS mendorong Pemkot Makassar menghadirkan solusi konkret. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah pemberian subsidi biaya pendidikan bagi siswa yang melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.
"Kasihan anak-anak kita, apalagi luaran kelulusan SD, khusus SMP ini, luaran kelulusan SD itu, lebih besar dari jumlah SMP yang ada. Bahkan, hampir seperempat atau setengah dari lulusan itu tidak tercover di SMP. Kita harus ada solusi," tegas Azwar.
Azwar mengatakan Fraksi PKS telah menginstruksikan anggotanya, khususnya yang bertugas di Komisi D DPRD Makassar, untuk mengawal persoalan tersebut dan meminta penjelasan pemerintah kota terkait langkah strategis yang akan ditempuh.
"Serius mempertanyakan itu langkah-langkah strategis konkret dari pemerintah kota dalam mengantisipasi SPMB dan siswa-siswa yang tidak bisa tercover dalam sekolah-sekolah negeri, harus ada langkah-langkah strategis dari pemerintah. Jangan seperti tahun-tahun kemarin yang tidak ada solusi efektif bagi siswa dan orang tua siswa," tuturnya saat ditemui di Kantor Sementara DPRD Kota Makassar, Jalan Hertasning.
Terkait wacana kerja sama dengan sekolah swasta, Azwar mengaku akan meminta kejelasan mengenai realisasi kebijakan tersebut.
"Itulah juga kita pertanyakan. Harusnya, sudah ada kan, skam, saya sendiri pernah mempertanyakan di LPj, bahkan memberikan saran itu atau saran menyekolahkan di swasta tapi dibiayai oleh pemerintah daerah. Jadi, harus di kita tanyakan terakhir katanya, opsi itu ada. Ya, tapi saya belum konfirmasi lagi," terangnya.
Ia menambahkan, pembahasan mengenai opsi tersebut akan terus dikawal oleh anggota Komisi D DPRD Makassar dari Fraksi PKS dalam rapat bersama pemerintah kota.
"Itu terakhir kan kemarin reses itu kebanyakan itu masalah soal zonasi, ya to? Iya. Nah, itu ada, bagaimana? Ada enggak solusi dari fraksi PKS itu? Makanya itu tadi, kan pasti akan semrawut gara-gara setiap zonasi tidak cukup, sekolah di situ," akunya.
Azwar juga menyoroti ketimpangan akses pendidikan akibat sistem zonasi. Menurutnya, masih terdapat sejumlah kelurahan di Kota Makassar yang belum memiliki sekolah tingkat SMP.
"Ada kelurahan yang tidak ada sama sekali SMP-nya. Harusnya ada solusi, bisa dibantu biayai di sekolah swasta atau solusi lain misalkan, dia tetap sekolah negeri kita hanya menyewa gedung sekolahnya, bisa saja juga begitu," urainya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Azwar menawarkan beberapa alternatif, seperti pembiayaan siswa di sekolah swasta, penyewaan gedung sekolah swasta untuk digunakan sebagai ruang belajar tambahan, hingga pemanfaatan gedung yang tersedia di tingkat kelurahan dengan dukungan tenaga pengajar dari pemerintah.
"Jadi ada opsi, kita sekolahkan di sekolah swasta dibiayai atau kita sewa sekolah, uh, gedung sekolah swasta yang di hari, misalkan, jam kerja, jam sekolah, sekolah malam atau apa. Itu bisa jadi solusi. Jadi disewa gedungnya, bisa. Solusi. Ya. Atau disewa gedung di kelurahan, cari gedung yang bisa di Kelurahan itu, disewa dan diberikan tenaga pengajar. Laksanakan pendidikan di situ, pelaksanaan pendidikan," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Antrean BBM Mulai Stabil, Pemkot Makassar Cabut Kebijakan Belajar Daring
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) kembali memberlakukan pembelajaran secara luring atau tatap muka bagi seluruh murid jenjang TK, SD, dan SMP mulai Rabu, 16 September 2026.
Rabu, 16 Sep 2026 00:32
Makassar City
Komisi B Puji Langkah PDAM Makassar Perkuat Distribusi Air di Tengah Kemarau
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Andi Syahrum bersama Plt Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar menghadiri rapat kerja dengan Komisi B DPRD Kota Makassar di Kantor DPRD Kota Makassar, Jalan AP Pettarani, Senin (14/9/2026).
Senin, 14 Sep 2026 17:59
Sulsel
Wali Kota Makassar Usulkan Ojol Dikecualikan dari Ganjil-Genap
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta PT Pertamina mengevaluasi disparitas harga serta menyesuaikan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Senin, 14 Sep 2026 15:35
Makassar City
Temui Wali Kota, Jajaran Pertamina Paparkan Progres Distribusi BBM
PT Pertamina Patra Niaga memastikan langkah konkret untuk mempercepat penanganan antrean BBM di sejumlah SPBU Kota Makassar.
Senin, 14 Sep 2026 06:42
Makassar City
Dampak Kelangkaan BBM, Pemkot Makassar Berlakukan WFH untuk ASN
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi memberlakukan kebijakan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Makassar.
Senin, 14 Sep 2026 06:27
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Jeneponto Disebut Berhasil Naikkan Anggaran Pasar Turatea jadi Rp172 M
2
192 Atlet Siap Bertanding di Kejurda Pelajar Shorinji Kempo IV Sulsel
3
Menteri UMKM Ancam Tindak Petugas Bank yang Nekat Minta Agunan KUR
4
Antrean BBM Mulai Stabil, Pemkot Makassar Cabut Kebijakan Belajar Daring
5
Potensi Jadi Calon Rektor UNM, Manajerial Kepemimpinan Prof Hasmyati Teruji di FIKK
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Jeneponto Disebut Berhasil Naikkan Anggaran Pasar Turatea jadi Rp172 M
2
192 Atlet Siap Bertanding di Kejurda Pelajar Shorinji Kempo IV Sulsel
3
Menteri UMKM Ancam Tindak Petugas Bank yang Nekat Minta Agunan KUR
4
Antrean BBM Mulai Stabil, Pemkot Makassar Cabut Kebijakan Belajar Daring
5
Potensi Jadi Calon Rektor UNM, Manajerial Kepemimpinan Prof Hasmyati Teruji di FIKK