Pemkot Makassar Pastikan Program Seragam Gratis Siswa Baru Tuntas Awal September
Sabtu, 18 Jul 2026 19:34
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, saat ditemui di Ruang Media Center Balai Kota Makassar, Jumat (17/7/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memastikan program pemberian seragam gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP akan segera terealisasi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menargetkan seluruh proses distribusi seragam akan rampung paling lambat awal September 2026.
"Proses tersebut sementara kami laksanakan dan insyaallah akan dipercepat. Jika proses ini sudah selesai, mudah-mudahan paling lambat pada awal September (bulan 9) semuanya sudah bisa rampung. Oleh karena itu, sesuai perintah Pak Wali Kota, saya diminta untuk segera melakukan monitoring ke Dinas Pendidikan agar program ini bisa cepat diselesaikan," Jumat (17/7/2026).
Berbeda dengan tahun sebelumnya, lanjut dia, Pemkot Makassar menerapkan metode baru dengan memisahkan dua tahapan pengadaan yakni pengadaan bahan kain dan pengadaan jasa penjahit.
"Mengenai program seragam gratis ini, jika saya tidak salah, proses pemenang tendernya sudah ada. Sekarang tinggal menentukan metode untuk penjahitnya. Dalam program ini, ada dua skema yang kami lakukan, tahap pertama yakni pengadaan bahan kainnya. Tahap kedua, yaitu jasa penjahitnya. Saat ini kita sudah masuk ke tahap jasa penjahit. Tentu kami harus menyusun langkah-langkah terlebih dahulu untuk merangkul semua para penjahit, khususnya yang masuk dalam kelompok UMKM," lanjutnya.
Ia menegaskan, pelibatan penjahit lokal dalam program seragam gratis wajib mengikuti regulasi pengadaan barang dan jasa yang berlaku, termasuk persyaratan administrasi usaha.
"Mekanismenya tidak berarti langsung memilih semua penjahit tanpa melihat syarat, melainkan harus tetap tunduk pada regulasi pengadaan barang dan jasa yang berlaku. Misalnya, penjahit harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang sesuai," tegasnya.
Menanggapi keresahan orang tua siswa, Zulkifli mengatakan bahwa program seragam gratis tetap berjalan sesuai tahapan regulasi yang berlaku.
"Memang ada beberapa hal dalam pengadaan barang dan jasa yang harus diselesaikan tahapannya secara berurutan, mulai dari tahap persiapan dan perencanaan; tahap pelaksanaan; dan tahap serah terima barang. Tahapan-tahapan inilah yang harus betul-betul kami pantau dan monitoring agar pelaksanaannya sesuai dengan regulasi. Memang sempat ada keterlambatan sekitar satu bulan, tetapi mudah-mudahan paling lambat awal September semuanya sudah bisa rampung," terangnya kepada wartawan.
Zulkifli menyampaikan, Pemkot Makassar memastikan bahwa seluruh pembiayaan program seragam gratis ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Menggunakan APBD. Kami sudah menganggarkannya di Dinas Pendidikan dan program ini masuk ke dalam Program Prioritas Daerah (PSD). Di dalam anggaran tersebut mencakup dua peruntukan, yaitu seragam gratis untuk tingkat SD dan tingkat SMP dan ini khusus untuk siswa baru," ucapnya.
Untuk tahap awal, Zulkifli mengatakan bahwa Pemkot Makassar menyiapkan satu pasang seragam sekolah bagi setiap siswa baru penerima manfaat program ini.
"Untuk sementara ini disiapkan satu pasang terlebih dahulu. Rencananya, setelah melihat perkembangan dari tahap ini, kami akan menambahkan satu pasang lagi pada anggaran perubahan. Satu pasang yang dibagikan sekarang adalah seragam sekolah pokok, yaitu putih-merah (untuk SD) dan putih-biru (untuk SMP). Kemudian pada anggaran perubahan nanti, akan kami tambah satu pasang lagi," katanya saat ditemui di Ruang Media Center Balai Kota Makassar.
Ia menuturkan, Pemkot Makassar mengevaluasi pola pengadaan tahun lalu yang dilakukan secara langsung dalam bentuk pakaian jadi, karena dinilai cukup rumit dan lambat dalam prosesnya.
"Namun, dalam evaluasinya, proses tersebut ternyata agak lambat dan sulit terproses karena spesifikasi teknisnya yang cukup rumit. Itulah yang menjadi bahan evaluasi kami. Oleh karena itu, tahun ini insyaallah kami membuat metode baru dengan memisahkan tahapannya, kita beli kainnya terlebih dahulu, baru kemudian menggunakan jasa penjahit. Jadi, ada dua tahapan. Jika skema baru ini berhasil, Insyaallah tahun depan kami sudah tahu model terbaik berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring ini, sehingga skemanya bisa berjalan lebih cepat," tuturnya.
Terkait rincian teknis jumlah penjahit yang dilibatkan dalam program ini, Zulkifli mengarahkan untuk melakukan konfirmasi langsung ke Dinas Pendidikan selaku penanggung jawab teknis.
"Untuk detail teknisnya saya kurang tahu persis, nanti bisa dikonfirmasi lebih lanjut ke Dinas Pendidikan. Namun, pola skema yang digunakan sama dengan tahun lalu, yaitu menggunakan metode Kontrak Payung. Dengan metode ini, kami mengunci volume dan harga seragam dalam satu tahun agar tidak berubah-ubah. Langkah ini mengantisipasi jangan sampai ada kenaikan harga di tengah jalan yang bisa menaikkan nilai anggaran," paparnya.
Zulkifli menegaskan kembali larangan keras bagi seluruh sekolah untuk melakukan praktik jual beli seragam maupun atribut sekolah kepada siswa.
"Tetap tidak boleh (berjualan seragam di sekolah). Perintah Pak Wali Kota sudah sangat jelas bahwa sekolah tidak boleh menjual seragam maupun atribut sekolah. Sekolah itu adalah tempat untuk belajar, bukan tempat untuk berjualan. Untuk jumlah kuota seragamnya sendiri, kami akan tetap menyesuaikan dengan jumlah total data siswa baru yang masuk di SD dan SMP. Bantuan untuk orang tua siswa," tukasnya.
Zulkifli memastikan bantuan seragam gratis tetap diberikan kepada seluruh siswa baru sebagai wujud dukungan pemerintah dalam meringankan beban biaya pendidikan bagi masyarakat.
"Jika ada orang tua siswa yang mampu dan sudah terlanjur membeli satu seragam, maka bantuan satu seragam dari pemerintah ini akan membuat anak mereka memiliki dua pasang seragam. Jadi, sifat program ini adalah stimulan untuk membantu. Tentu tidak mungkin juga siswa hanya memakai satu seragam selama satu minggu penuh. Oleh karena itu, tambahan bantuan seragam dari pemerintah ini sifatnya untuk meringankan beban para orang tua siswa," pungkansya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menargetkan seluruh proses distribusi seragam akan rampung paling lambat awal September 2026.
"Proses tersebut sementara kami laksanakan dan insyaallah akan dipercepat. Jika proses ini sudah selesai, mudah-mudahan paling lambat pada awal September (bulan 9) semuanya sudah bisa rampung. Oleh karena itu, sesuai perintah Pak Wali Kota, saya diminta untuk segera melakukan monitoring ke Dinas Pendidikan agar program ini bisa cepat diselesaikan," Jumat (17/7/2026).
Berbeda dengan tahun sebelumnya, lanjut dia, Pemkot Makassar menerapkan metode baru dengan memisahkan dua tahapan pengadaan yakni pengadaan bahan kain dan pengadaan jasa penjahit.
"Mengenai program seragam gratis ini, jika saya tidak salah, proses pemenang tendernya sudah ada. Sekarang tinggal menentukan metode untuk penjahitnya. Dalam program ini, ada dua skema yang kami lakukan, tahap pertama yakni pengadaan bahan kainnya. Tahap kedua, yaitu jasa penjahitnya. Saat ini kita sudah masuk ke tahap jasa penjahit. Tentu kami harus menyusun langkah-langkah terlebih dahulu untuk merangkul semua para penjahit, khususnya yang masuk dalam kelompok UMKM," lanjutnya.
Ia menegaskan, pelibatan penjahit lokal dalam program seragam gratis wajib mengikuti regulasi pengadaan barang dan jasa yang berlaku, termasuk persyaratan administrasi usaha.
"Mekanismenya tidak berarti langsung memilih semua penjahit tanpa melihat syarat, melainkan harus tetap tunduk pada regulasi pengadaan barang dan jasa yang berlaku. Misalnya, penjahit harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang sesuai," tegasnya.
Menanggapi keresahan orang tua siswa, Zulkifli mengatakan bahwa program seragam gratis tetap berjalan sesuai tahapan regulasi yang berlaku.
"Memang ada beberapa hal dalam pengadaan barang dan jasa yang harus diselesaikan tahapannya secara berurutan, mulai dari tahap persiapan dan perencanaan; tahap pelaksanaan; dan tahap serah terima barang. Tahapan-tahapan inilah yang harus betul-betul kami pantau dan monitoring agar pelaksanaannya sesuai dengan regulasi. Memang sempat ada keterlambatan sekitar satu bulan, tetapi mudah-mudahan paling lambat awal September semuanya sudah bisa rampung," terangnya kepada wartawan.
Zulkifli menyampaikan, Pemkot Makassar memastikan bahwa seluruh pembiayaan program seragam gratis ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Menggunakan APBD. Kami sudah menganggarkannya di Dinas Pendidikan dan program ini masuk ke dalam Program Prioritas Daerah (PSD). Di dalam anggaran tersebut mencakup dua peruntukan, yaitu seragam gratis untuk tingkat SD dan tingkat SMP dan ini khusus untuk siswa baru," ucapnya.
Untuk tahap awal, Zulkifli mengatakan bahwa Pemkot Makassar menyiapkan satu pasang seragam sekolah bagi setiap siswa baru penerima manfaat program ini.
"Untuk sementara ini disiapkan satu pasang terlebih dahulu. Rencananya, setelah melihat perkembangan dari tahap ini, kami akan menambahkan satu pasang lagi pada anggaran perubahan. Satu pasang yang dibagikan sekarang adalah seragam sekolah pokok, yaitu putih-merah (untuk SD) dan putih-biru (untuk SMP). Kemudian pada anggaran perubahan nanti, akan kami tambah satu pasang lagi," katanya saat ditemui di Ruang Media Center Balai Kota Makassar.
Ia menuturkan, Pemkot Makassar mengevaluasi pola pengadaan tahun lalu yang dilakukan secara langsung dalam bentuk pakaian jadi, karena dinilai cukup rumit dan lambat dalam prosesnya.
"Namun, dalam evaluasinya, proses tersebut ternyata agak lambat dan sulit terproses karena spesifikasi teknisnya yang cukup rumit. Itulah yang menjadi bahan evaluasi kami. Oleh karena itu, tahun ini insyaallah kami membuat metode baru dengan memisahkan tahapannya, kita beli kainnya terlebih dahulu, baru kemudian menggunakan jasa penjahit. Jadi, ada dua tahapan. Jika skema baru ini berhasil, Insyaallah tahun depan kami sudah tahu model terbaik berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring ini, sehingga skemanya bisa berjalan lebih cepat," tuturnya.
Terkait rincian teknis jumlah penjahit yang dilibatkan dalam program ini, Zulkifli mengarahkan untuk melakukan konfirmasi langsung ke Dinas Pendidikan selaku penanggung jawab teknis.
"Untuk detail teknisnya saya kurang tahu persis, nanti bisa dikonfirmasi lebih lanjut ke Dinas Pendidikan. Namun, pola skema yang digunakan sama dengan tahun lalu, yaitu menggunakan metode Kontrak Payung. Dengan metode ini, kami mengunci volume dan harga seragam dalam satu tahun agar tidak berubah-ubah. Langkah ini mengantisipasi jangan sampai ada kenaikan harga di tengah jalan yang bisa menaikkan nilai anggaran," paparnya.
Zulkifli menegaskan kembali larangan keras bagi seluruh sekolah untuk melakukan praktik jual beli seragam maupun atribut sekolah kepada siswa.
"Tetap tidak boleh (berjualan seragam di sekolah). Perintah Pak Wali Kota sudah sangat jelas bahwa sekolah tidak boleh menjual seragam maupun atribut sekolah. Sekolah itu adalah tempat untuk belajar, bukan tempat untuk berjualan. Untuk jumlah kuota seragamnya sendiri, kami akan tetap menyesuaikan dengan jumlah total data siswa baru yang masuk di SD dan SMP. Bantuan untuk orang tua siswa," tukasnya.
Zulkifli memastikan bantuan seragam gratis tetap diberikan kepada seluruh siswa baru sebagai wujud dukungan pemerintah dalam meringankan beban biaya pendidikan bagi masyarakat.
"Jika ada orang tua siswa yang mampu dan sudah terlanjur membeli satu seragam, maka bantuan satu seragam dari pemerintah ini akan membuat anak mereka memiliki dua pasang seragam. Jadi, sifat program ini adalah stimulan untuk membantu. Tentu tidak mungkin juga siswa hanya memakai satu seragam selama satu minggu penuh. Oleh karena itu, tambahan bantuan seragam dari pemerintah ini sifatnya untuk meringankan beban para orang tua siswa," pungkansya.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Porseni HUT RI di Balai Kota Makassar: Meriah dengan Lomba, Kompak Pilah Sampah
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar rangkaian Pekan Olahraga dan Seni (porseni) dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di halaman Kantor Balai Kota Makassar, Jumat (14/8/2026).
Jum'at, 14 Agu 2026 14:47
Makassar City
Administrasi Rampung, Pemkot Makassar Siapkan Job Fit Eselon II
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar segera melaksanakan uji kompetensi atau job fit bagi pejabat eselon II. Persiapan administrasi dan pembentukan panitia seleksi (pansel) telah rampung.
Jum'at, 14 Agu 2026 08:57
Makassar City
Diskominfo Makassar Raih Penghargaan Public Service Of The Year 2026
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar meraih penghargaan Public Service of the Year Sulawesi Selatan 2026 dalam ajang Indonesia Marketing Festival (IMF) 2026 yang digelar oleh MarkPlus.
Jum'at, 14 Agu 2026 06:15
Makassar City
Tinjau Urban Farming di Manggala, Munafri Puji Ketelatenan Warga KWT Cinta
Program urban farming atau pertanian perkotaan di Kota Makassar terus menunjukkan perkembangan yang kian masif dan positif, Kamis (13/8/2026).
Jum'at, 14 Agu 2026 06:10
News
Jelang 17 Agustus, Wali Kota Munafri Perkuat Tiga Pilar Jaga Kamtibmas
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya penguatan sinergi tiga pilar hingga tingkat kecamatan dan kelurahan sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kamis, 13 Agu 2026 23:29
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tinjau Urban Farming di Manggala, Munafri Puji Ketelatenan Warga KWT Cinta
2
Administrasi Rampung, Pemkot Makassar Siapkan Job Fit Eselon II
3
Korban Dugaan Pengeroyokan di Jeneponto Minta Pelaku Ditahan
4
Transformasi Emas di Era AI: Jangkau Masyarakat Sulselbarra dan Maluku Lewat
5
Guru dan Ortu Siswa di Jeneponto Saling Lapor, Anak Diduga Dicekik hingga Ditampar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tinjau Urban Farming di Manggala, Munafri Puji Ketelatenan Warga KWT Cinta
2
Administrasi Rampung, Pemkot Makassar Siapkan Job Fit Eselon II
3
Korban Dugaan Pengeroyokan di Jeneponto Minta Pelaku Ditahan
4
Transformasi Emas di Era AI: Jangkau Masyarakat Sulselbarra dan Maluku Lewat
5
Guru dan Ortu Siswa di Jeneponto Saling Lapor, Anak Diduga Dicekik hingga Ditampar