Yovie Widianto Ajak Mahasiswa Unhas Ciptakan IP Baru Lewat Kolaborasi Antar Fakultas
Jum'at, 24 Apr 2026 21:05
Yovie Widianto saat ditemui di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Unhas, Kamis (23/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, memberikan motivasi kepada mahasiswa seluruh Indonesia mengenai potensi ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar masa depan bangsa, Kamis (23/4/2026).
Ia menekankan bahwa mahasiswa di berbagai universitas di Indonesia memiliki bakat besar yang tidak hanya terbatas pada bidang seni, tetapi juga dalam berbagai disiplin keilmuan.
"Saya tahu betul mahasiswa di universitas di Indonesia ini punya bakat-bakat yang hebat untuk Indonesia. Bukan hanya di musik, di film, di art, juga di keilmuan-keilmuan yang ada di sini," ujarnya kepada wartawan.
Yovie mendorong adanya kolaborasi strategis antar fakultas untuk menciptakan Kekayaan Intelektual atau Intellectual Property (IP) baru yang lahir dari lingkungan kampus.
Menurutnya, ekosistem ekonomi kreatif akan semakin kuat jika berbagai disiplin ilmu saling bersinergi.
"Keilmuan-keilmuan yang ada di sini bisa saling menjagokan. Ini kita buat kolaborasi antar fakultas untuk membuat IP baru dari Universitas Indonesia," lanjut Novie.
Yovie menjelaskan pentingnya peran mahasiswa Fakultas Hukum dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, khususnya melalui pendalaman aspek legalitas dan perlindungan hukum terhadap karya-karya intelektual yang dihasilkan.
"Misalnya dari desain membantu secara desainnya, dari sisi yang bisa musik mungkin dari produknya, lalu yang bisa film dan sebagainya, dan bahkan yang dari Fakultas Ekonomi yang punya marketing dan komunikasinya seperti apa dari FISIP-nya membantu," jelasnya usai membawakan kuliah umum di Universitas Hasanuddin.
Ia menyebut lingkungan kampus merupakan inkubator strategis bagi pertumbuhan ekonomi, serta mendorong mahasiswa untuk melakukan diversifikasi usaha guna memperkuat kemandirian ekonomi.
"Ini adalah salah satu tempat bagaimana ekonomi kreatif bisa berkembang di teman-teman mahasiswa. Dan teman-teman mahasiswa ini harapannya juga mendiversifikasi usaha," sebutnya.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya terpaku pada penguasaan teori akademis, tetapi juga mampu mengimplementasikan keilmuannya untuk terjun langsung sebagai pelaku usaha atau pejuang ekonomi kreatif yang tangguh di masa depan.
"Jadi, nanti kelak kemudian tidak hanya mengandalkan ilmunya saja, tetapi dengan kemampuannya dia melakukan usaha ekonomi kreatif sebagai pengusaha ekonomi kreatif itu atau pejuang ekraf," harap Novie saat dikonfirmasi.
Yovie menambahkan, melalui langkah tersebut mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam diversifikasi ekonomi serta memperkuat berbagai aspek dalam ekosistem kreatif, baik sebagai pengusaha maupun profesional saat terjun ke masyarakat.
"Dia (mahasiswa) bisa melakukan hal yang lebih bisa mendiversifikasi ekonomi, bisa membantu berbagai bagian dari ekosistemnya dan berproses sebagai apa namanya, sebagai tadi pengusaha ekraf ataupun bidang apa pun yang mereka kelak jalani di dunia luar. Kurang lebih seperti itu," pungkasnya.
Ia menekankan bahwa mahasiswa di berbagai universitas di Indonesia memiliki bakat besar yang tidak hanya terbatas pada bidang seni, tetapi juga dalam berbagai disiplin keilmuan.
"Saya tahu betul mahasiswa di universitas di Indonesia ini punya bakat-bakat yang hebat untuk Indonesia. Bukan hanya di musik, di film, di art, juga di keilmuan-keilmuan yang ada di sini," ujarnya kepada wartawan.
Yovie mendorong adanya kolaborasi strategis antar fakultas untuk menciptakan Kekayaan Intelektual atau Intellectual Property (IP) baru yang lahir dari lingkungan kampus.
Menurutnya, ekosistem ekonomi kreatif akan semakin kuat jika berbagai disiplin ilmu saling bersinergi.
"Keilmuan-keilmuan yang ada di sini bisa saling menjagokan. Ini kita buat kolaborasi antar fakultas untuk membuat IP baru dari Universitas Indonesia," lanjut Novie.
Yovie menjelaskan pentingnya peran mahasiswa Fakultas Hukum dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, khususnya melalui pendalaman aspek legalitas dan perlindungan hukum terhadap karya-karya intelektual yang dihasilkan.
"Misalnya dari desain membantu secara desainnya, dari sisi yang bisa musik mungkin dari produknya, lalu yang bisa film dan sebagainya, dan bahkan yang dari Fakultas Ekonomi yang punya marketing dan komunikasinya seperti apa dari FISIP-nya membantu," jelasnya usai membawakan kuliah umum di Universitas Hasanuddin.
Ia menyebut lingkungan kampus merupakan inkubator strategis bagi pertumbuhan ekonomi, serta mendorong mahasiswa untuk melakukan diversifikasi usaha guna memperkuat kemandirian ekonomi.
"Ini adalah salah satu tempat bagaimana ekonomi kreatif bisa berkembang di teman-teman mahasiswa. Dan teman-teman mahasiswa ini harapannya juga mendiversifikasi usaha," sebutnya.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya terpaku pada penguasaan teori akademis, tetapi juga mampu mengimplementasikan keilmuannya untuk terjun langsung sebagai pelaku usaha atau pejuang ekonomi kreatif yang tangguh di masa depan.
"Jadi, nanti kelak kemudian tidak hanya mengandalkan ilmunya saja, tetapi dengan kemampuannya dia melakukan usaha ekonomi kreatif sebagai pengusaha ekonomi kreatif itu atau pejuang ekraf," harap Novie saat dikonfirmasi.
Yovie menambahkan, melalui langkah tersebut mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam diversifikasi ekonomi serta memperkuat berbagai aspek dalam ekosistem kreatif, baik sebagai pengusaha maupun profesional saat terjun ke masyarakat.
"Dia (mahasiswa) bisa melakukan hal yang lebih bisa mendiversifikasi ekonomi, bisa membantu berbagai bagian dari ekosistemnya dan berproses sebagai apa namanya, sebagai tadi pengusaha ekraf ataupun bidang apa pun yang mereka kelak jalani di dunia luar. Kurang lebih seperti itu," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Unhas Dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi Terproduktif di PKM Award 2026
Universitas Hasanuddin (Unhas) meraih tiga penghargaan pada Program Kreativitas Mahasiswa Award (PKM Award) Tahun 2026, di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Senin (21/9/2026).
Rabu, 23 Sep 2026 06:09
News
Telkomsel dan Unhas Perkuat Akses Magang Virtual untuk Mahasiswa
Telkomsel menjawab tantangan zaman dengan cara memperluas akses program Virtual Internship (Virtuship) ke Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Selasa, 22 Sep 2026 21:58
News
Unhas Tuan Rumah Forum Warek Akademik PTN se-Indonesia
Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Forum Wakil Rektor Bidang Akademik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia yang berlangsung di Unhas Hotel and Convention, Makassar, Kamis (17/9/2026).
Kamis, 17 Sep 2026 16:19
Sulsel
FH Unhas dan UNODC Bahas Kolaborasi Riset Penegakan Hukum dan Kejahatan Transnasional
Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas) menjajaki peluang kolaborasi dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Regional Office for Southeast Asia and the Pacific, melalui kunjungan langsung ke kantor UNODC di Bangkok, Rabu (16/9/202).
Kamis, 17 Sep 2026 14:12
Sulsel
Unhas Jadi Tuan Rumah Bursa Wirausaha Unggulan Sulsel
Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Bursa Wirausaha Unggulan Sulawesi Selatan yang diinisiasi Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia.
Selasa, 15 Sep 2026 19:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan