Unhas Jadi Tuan Rumah U25 Leaders Forum PTN-BH

Selasa, 28 Apr 2026 12:42
Unhas Jadi Tuan Rumah U25 Leaders Forum PTN-BH
Foto bersama Pertemuan U25 Leaders Forum Rektor PTN-BH, di Ballroom Hotel Unhas & Convention, Kota Makassar. Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Pembukaan Pertemuan U25 Leaders Forum Rektor Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia, Selasa (28/4/2026).

Bertajuk "Penguatan Ekosistem Inovasi, Pembiayaan Infrastruktur, dan Kolaborasi PTNBH untuk Ketahanan Pangan dan Gizi", kegiatan ini digelar di Ballroom Hotel Unhas & Convention, Kota Makassar.

Agenda ini juga dirangkaikan dengan Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Unhas, yang berlokasi di samping Masjid Ikhtiar, Kampus Unhas Tamalanrea.

Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmen kampus untuk mendukung penuh program Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia juga menyampaikan bahwa Unhas menghadirkan Satuan Pelayanan Gizi (SPG) sebagai laboratorium gizi dan kesehatan anak yang fungsional.

"Program makan bergizi gratis Insyaallah itu akan menjadi bagian dari upaya kami menghadirkan SPPG ini sebagai laboratorium gizi, sekaligus laboratorium untuk kesehatan anak," jelasnya.

Prof JJ sapaan karibnya itu menyatakan, Unhas akan mendayagunakan keahlian dari Program Studi Kesehatan Anak dan Kesehatan Lingkungan untuk mendukung program nasional.

Kata dia, pemanfaatan kompetensi akademik ini bertujuan untuk memastikan pengawalan ketat terhadap kualitas makanan serta kesehatan lingkungan dalam implementasi program gizi di lapangan.

"Sehingga betul-betul akan menjadi laboratorium kami juga untuk mengawal kualitas air, kualitas makanan dan seterusnya. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh, dan kalau masih ada kekurangan nanti kami juga mohon masukan dari Pak Kepala BGN, bagaimana kemudian peran universitas dalam mengembangkan dapur SPPG dan juga mensupport program-program yang terkait dengan SPPG," katanya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Indonesia, Prof Brian Yuliarto, menekankan pentingnya kerja sama antar-perguruan tinggi untuk menciptakan berbagai program strategis yang relevan dengan kebutuhan nasional serta memperkuat sinergi melalui kolaborasi yang nyata.

"Di kampus berbicara tentang SDM unggul, inovasi, produktivitas, riset, daya saing global. Tentu semua itu tidak akan kuat kalau pondasinya rapuh. Dan pondasi itu kita sama-sama tahu adalah gizi dari SDM-SDM kita. Kalau anak-anak kita kekurangan gizi, yang terdampak tidak hanya kesehatan mereka hari ini, tetapi juga tentu kemampuan belajar, kognitifnya, dan produktivitasnya di masa depan akan terganggu," tandasnya.

Prof Brian juga mengaitkan pentingnya inovasi dan daya saing global dengan urgensi pemenuhan gizi anak sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

"Tentu pemenuhan gizi sejak dini adalah investasi besar bangsa Indonesia. Belanja gizi kita, makanan anak-anak kita, jangan dilihat sebagai sebuah belanja pengeluaran negara, tetapi kita harus melihat itu sebagai sebuah investasi bangsa kita untuk memastikan SDM kita menjadi SDM unggul yang memiliki daya tahan berpikir, memiliki daya tahan inovasi," imbuh Prof Brian.

Kepala BGN, Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu satu setengah tahun, program MBG telah memiliki 600 personel di tingkat pusat. Selain itu, ia menyebutkan bahwa saat ini telah terbentuk 27.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.

"Artinya ada 27.000 kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi, ada 27.000 ahli gizi, ada 27.000 pengelola keuangan, dan ada 1,2 juta relawan yang terlibat dalam program makan bergizi gratis," sebutnya dalam sambutan.

Sementara, Ketua Panitia U25 Leaders Forum Rektor PTN-BH, Prof Heri Hermasnyah, mennjelaskan bahwa terdapat tiga agenda besar dalam kegiatan ini, dengan prioritas utama pada penguatan kemandirian PTN-BH melalui skema pendanaan inovatif.

"Dana abadi, optimalisasi aset, hilirisasi riset, badan usaha kampus, monetisasi kekayaan intelektual, kerja sama industri, dan joint venture perlu terus diperkuat. Kemandirian finansial harus tetap berada dalam bingkai misi publik," sebutnya.

Selain isu pendanaan, ia menyatakan bahwa agenda besar kedua adalah penguatan peran akademik forum U25 dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional.

"Sehingga hari ini kita juga menghadirkan Kepala BGN. PTN-BH perlu hadir dengan kontribusi berbasis ilmu pengetahuan, data, dan riset terapan agar setiap kebijakan dan program pangan dan gizi tepat sasaran, aman, terukur, dan berkelanjutan," tambahnya.

Poin ketiga dalam agenda U25 menekankan pada pembiayaan infrastruktur strategis sebagai landasan utama dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional.

"Riset dan inovasi membutuhkan laboratorium terapan, teaching factory, pusat inovasi pangan dan gizi, fasilitas kesehatan, pusat data, kawasan riset, dan fasilitas hilirisasi," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru