PIN PERDOSNI Dorong Inovasi Layanan Saraf Berbasis Sains dan Teknologi
Jum'at, 01 Mei 2026 15:17
Suasana pembukaan Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) Perhimpunan Dokter Neurologi Indonesia 2026 yang digelar di Hotel Claro Makassar, Jumat, (01/05/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Kota Makassar kembali menjadi pusat perhatian dunia kesehatan dengan digelarnya Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) Perhimpunan Dokter Neurologi Indonesia 2026.
Forum ini menghadirkan pakar neurologi nasional dan internasional, guna mendorong inovasi layanan kesehatan saraf berbasis sains dan teknologi.
Mengusung tema “Neurology at the Forefront: Integrating Science, Technology, and Comprehensive Care”, kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menjawab meningkatnya kasus penyakit neurologi seperti stroke, epilepsi, Parkinson, demensia, hingga gangguan tidur yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Makassar Jadi Pusat Ilmu Neurologi NasionalPIN PERDOSNI 2026 yang berlangsung pada 29 April hingga 3 Mei 2026 di Claro Hotel Makassar diikuti lebih dari 1.100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta terdiri dari dokter spesialis neurologi, dokter umum, akademisi, peneliti, serta tenaga kesehatan multidisiplin.
Ketua Panitia, dr Ummu Atiah menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar forum ilmiah, tetapi juga wadah kolaborasi untuk meningkatkan kualitas layanan neurologi di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum PERDOSNI, Dr dr Dodik Tugasworo, menekankan pentingnya pemerataan akses layanan saraf, khususnya di wilayah Indonesia timur. Pemilihan Makassar dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung desentralisasi ilmu pengetahuan.
Dirinya menjelaskan, untuk tahun ini isu yang diangkat yakni Otak Sehat, Indonesia Kuat. PERDOSNI mendorong agar kesehatan otak diakui secara eksplisit sebagai bagian dari pembangunan SDM unggul Indonesia Emas.
"Posisi ini terlihat dalam PIN Makassar 2026 yang menempatkan fungsi kognitif, pencegahan disabilitas neurologis, dan kualitas hidup sebagai indikator penting kekuatan bangsa," kata dia.
Selain itu dirinya menjelaskan forum ini juga untuk perkuat pencegahan dan deteksi dini sepanjang daur hidup. "PERDOSNI menegaskan pendekatan life-course brain health melalui edukasi faktor risiko vaskular, promosi gaya hidup sehat, deteksi dini gangguan neurodevelopmental, pengendalian faktor risiko stroke, serta kewaspadaan terhadap penurunan kognitif," jelasnya.
Dodik Tugasworo juga menjelaskan, PIN Makassar 2026 dapat menjadi panggung untuk menyuarakan kebutuhan penguatan jejaring layanan neurologi dari primer, sekunder, hingga tersier, termasuk sistem rujukan, neurorehabilitasi, dan dukungan teknologi diagnostik yang lebih merata.
"Pemerataan layanan akan memperkuat aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan, yang merupakan salah satu agenda utama pemerintah menuju Indonesia Emas 2045," jelasnya.
Selain itu jihan mendorong pemanfaatan teknologi untuk peningkatan mutu layanan, pendidikan kedokteran berkelanjutan, kolaborasi antar pusat, serta standardisasi praktik berbasis bukti. "Integrasi sains dan teknologi juga penting untuk mempersempit kesenjangan kapasitas antarwilayah dan mempercepat adopsi layanan komprehensif," katanya.
Diketahui, PIN PERDOSNI 2026 menghadirkan lima pembicara internasional dari Jepang, Filipina, Malaysia, dan Belanda. Selain itu, terdapat, 59 pemateri dalam sesi simposium, 71 pemateri dalam workshop, 13 workshop dengan topik seperti neurointensive care, neurooncology, hingga neuroimmunology.
Agenda kegiatan meliputi workshop, simposium, presentasi ilmiah, gala dinner, yudisium fellowship, hingga kegiatan Neurosport di Anjungan Pantai Losari.
Salah satu fokus utama dalam PIN PERDOSNI 2026 adalah peluncuran narasi kebijakan nasional bertajuk “Otak Sehat, Negara Kuat”. Inisiatif ini menempatkan kesehatan otak sebagai fondasi utama pembangunan manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui PIN PERDOSNI 2026, diharapkan lahir rekomendasi strategis untuk peningkatan layanan stroke, pemanfaatan telemedicine, serta penguatan kolaborasi riset nasional dan internasional.
Ke depan, PERDOSNI akan menindaklanjuti hasil forum ini dalam bentuk kebijakan nasional dan peta jalan implementasi layanan neurologi periode 2026–2030.
Forum ini menghadirkan pakar neurologi nasional dan internasional, guna mendorong inovasi layanan kesehatan saraf berbasis sains dan teknologi.
Mengusung tema “Neurology at the Forefront: Integrating Science, Technology, and Comprehensive Care”, kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menjawab meningkatnya kasus penyakit neurologi seperti stroke, epilepsi, Parkinson, demensia, hingga gangguan tidur yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Makassar Jadi Pusat Ilmu Neurologi NasionalPIN PERDOSNI 2026 yang berlangsung pada 29 April hingga 3 Mei 2026 di Claro Hotel Makassar diikuti lebih dari 1.100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta terdiri dari dokter spesialis neurologi, dokter umum, akademisi, peneliti, serta tenaga kesehatan multidisiplin.
Ketua Panitia, dr Ummu Atiah menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar forum ilmiah, tetapi juga wadah kolaborasi untuk meningkatkan kualitas layanan neurologi di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum PERDOSNI, Dr dr Dodik Tugasworo, menekankan pentingnya pemerataan akses layanan saraf, khususnya di wilayah Indonesia timur. Pemilihan Makassar dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung desentralisasi ilmu pengetahuan.
Dirinya menjelaskan, untuk tahun ini isu yang diangkat yakni Otak Sehat, Indonesia Kuat. PERDOSNI mendorong agar kesehatan otak diakui secara eksplisit sebagai bagian dari pembangunan SDM unggul Indonesia Emas.
"Posisi ini terlihat dalam PIN Makassar 2026 yang menempatkan fungsi kognitif, pencegahan disabilitas neurologis, dan kualitas hidup sebagai indikator penting kekuatan bangsa," kata dia.
Selain itu dirinya menjelaskan forum ini juga untuk perkuat pencegahan dan deteksi dini sepanjang daur hidup. "PERDOSNI menegaskan pendekatan life-course brain health melalui edukasi faktor risiko vaskular, promosi gaya hidup sehat, deteksi dini gangguan neurodevelopmental, pengendalian faktor risiko stroke, serta kewaspadaan terhadap penurunan kognitif," jelasnya.
Dodik Tugasworo juga menjelaskan, PIN Makassar 2026 dapat menjadi panggung untuk menyuarakan kebutuhan penguatan jejaring layanan neurologi dari primer, sekunder, hingga tersier, termasuk sistem rujukan, neurorehabilitasi, dan dukungan teknologi diagnostik yang lebih merata.
"Pemerataan layanan akan memperkuat aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan, yang merupakan salah satu agenda utama pemerintah menuju Indonesia Emas 2045," jelasnya.
Selain itu jihan mendorong pemanfaatan teknologi untuk peningkatan mutu layanan, pendidikan kedokteran berkelanjutan, kolaborasi antar pusat, serta standardisasi praktik berbasis bukti. "Integrasi sains dan teknologi juga penting untuk mempersempit kesenjangan kapasitas antarwilayah dan mempercepat adopsi layanan komprehensif," katanya.
Diketahui, PIN PERDOSNI 2026 menghadirkan lima pembicara internasional dari Jepang, Filipina, Malaysia, dan Belanda. Selain itu, terdapat, 59 pemateri dalam sesi simposium, 71 pemateri dalam workshop, 13 workshop dengan topik seperti neurointensive care, neurooncology, hingga neuroimmunology.
Agenda kegiatan meliputi workshop, simposium, presentasi ilmiah, gala dinner, yudisium fellowship, hingga kegiatan Neurosport di Anjungan Pantai Losari.
Salah satu fokus utama dalam PIN PERDOSNI 2026 adalah peluncuran narasi kebijakan nasional bertajuk “Otak Sehat, Negara Kuat”. Inisiatif ini menempatkan kesehatan otak sebagai fondasi utama pembangunan manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui PIN PERDOSNI 2026, diharapkan lahir rekomendasi strategis untuk peningkatan layanan stroke, pemanfaatan telemedicine, serta penguatan kolaborasi riset nasional dan internasional.
Ke depan, PERDOSNI akan menindaklanjuti hasil forum ini dalam bentuk kebijakan nasional dan peta jalan implementasi layanan neurologi periode 2026–2030.
(GUS)
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
1.200 Siswa SIT Darul Fikri Makassar Ikut Simulasi Manasik Haji Terpadu
2
Sudah Masuk Musim Kemarau, Tapi Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG
3
Yusran Lalogau: Organisasi IKA Harus Mendorong Kemajuan Perikanan Nasional
4
BNI Tetap Layani Nasabah Saat Libur Hari Buruh, Ini Jadwal Operasional di Makassar
5
Guru SMPN 1 Arungkeke Kenakan Pakaian Adat di Hari Jadi Jeneponto
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
1.200 Siswa SIT Darul Fikri Makassar Ikut Simulasi Manasik Haji Terpadu
2
Sudah Masuk Musim Kemarau, Tapi Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG
3
Yusran Lalogau: Organisasi IKA Harus Mendorong Kemajuan Perikanan Nasional
4
BNI Tetap Layani Nasabah Saat Libur Hari Buruh, Ini Jadwal Operasional di Makassar
5
Guru SMPN 1 Arungkeke Kenakan Pakaian Adat di Hari Jadi Jeneponto