Pemkab Gowa Perkuat Pengelolaan Irigasi dan Tata Tanam Hadapi Ancaman El Nino
Jum'at, 08 Mei 2026 11:23
Sosialisasi Curah Hujan, Alokasi Air Irigasi, dan Rencana Tata Tanam Komisi Irigasi Tingkat Kabupaten Gowa Musim Tanam II Tahun 2026 di W Three Style Hotel. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendorong kolaborasi antar daerah dalam menghadapi perubahan iklim, khususnya ancaman El Nino yang berdampak pada sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, saat membuka Sosialisasi Curah Hujan, Alokasi Air Irigasi, dan Rencana Tata Tanam Komisi Irigasi Tingkat Kabupaten Gowa Musim Tanam II Tahun 2026 di W Three Style Hotel Makassar, Kamis (7/5).
Andy Azis menegaskan pentingnya sinergi lintas daerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
"Kegiatan ini sangat penting bagi kita semuanya. Kita harap bukan saja Maros yang hadir, bukan saja Takalar yang hadir, tetapi Makassar juga dan beberapa kabupaten/kota lainnya," ujarnya.
Ia menyebut Kabupaten Gowa berbatasan dengan delapan daerah, yakni Makassar, Maros, Takalar, Bone, Bulukumba, Sinjai, Bantaeng, dan Jeneponto. Karena itu, dibutuhkan kesamaan persepsi dalam menghadapi fenomena iklim dan menjaga swasembada pangan.
Sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas produksi pertanian, terutama menjelang Musim Tanam II tahun 2026 yang diperkirakan menghadapi tantangan cuaca tidak menentu.
"Pola cuaca yang kian sulit ditebak menuntut kita untuk lebih bijaksana dalam mengelola setiap tetes air yang mengalir di jaringan irigasi kita," katanya.
Andy Azis menjelaskan, sosialisasi tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni menyelaraskan informasi prakiraan curah hujan sebagai dasar perencanaan tanam, menetapkan alokasi air irigasi yang optimal sesuai kondisi sumber daya air, serta menyusun rencana tata tanam yang terintegrasi dan realistis.
"Ketiga aspek tersebut bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga merupakan implementasi langsung dari kebijakan RPJMD Kabupaten Gowa dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri dan berdaya saing," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan sejumlah tantangan sektor irigasi di Kabupaten Gowa, di antaranya pengelolaan daerah irigasi strategis seperti DI Kampili seluas sekitar 10.518 hektare, DI Bissua sekitar 10.785 hektare, serta wilayah layanan dI Bili-Bili.
Selain itu, infrastruktur irigasi di beberapa wilayah masih membutuhkan rehabilitasi. Tingkat kehilangan air dalam distribusi bahkan disebut mencapai 20 hingga 30 persen.
"Kita harus menekan angka ini sekecil mungkin agar air sampai ke sawah petani secara maksimal," tegasnya.
Pemkab Gowa juga menyoroti ancaman alih fungsi lahan sawah. Saat ini, laju pengurangan lahan baku sawah di Kabupaten Gowa disebut mencapai sekitar 100 hingga 150 hektare per tahun.
Sementara itu, Ketua Komisi Irigasi Kabupaten Gowa, Sujjadan, menegaskan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor untuk mendukung tata kelola irigasi dan pertanian di Kabupaten Gowa.
Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci agar perencanaan tata tanam berjalan efektif dan tepat sasaran.
"Forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan pengelolaan air dan pola tanam benar-benar berpihak kepada petani dan mampu menjaga ketahanan pangan daerah," ujarnya.
Ia berharap hasil sosialisasi tersebut dapat menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan Musim Tanam II tahun 2026 sekaligus memperkuat komitmen menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Gowa.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sektor pertanian dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, saat membuka Sosialisasi Curah Hujan, Alokasi Air Irigasi, dan Rencana Tata Tanam Komisi Irigasi Tingkat Kabupaten Gowa Musim Tanam II Tahun 2026 di W Three Style Hotel Makassar, Kamis (7/5).
Andy Azis menegaskan pentingnya sinergi lintas daerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
"Kegiatan ini sangat penting bagi kita semuanya. Kita harap bukan saja Maros yang hadir, bukan saja Takalar yang hadir, tetapi Makassar juga dan beberapa kabupaten/kota lainnya," ujarnya.
Ia menyebut Kabupaten Gowa berbatasan dengan delapan daerah, yakni Makassar, Maros, Takalar, Bone, Bulukumba, Sinjai, Bantaeng, dan Jeneponto. Karena itu, dibutuhkan kesamaan persepsi dalam menghadapi fenomena iklim dan menjaga swasembada pangan.
Sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas produksi pertanian, terutama menjelang Musim Tanam II tahun 2026 yang diperkirakan menghadapi tantangan cuaca tidak menentu.
"Pola cuaca yang kian sulit ditebak menuntut kita untuk lebih bijaksana dalam mengelola setiap tetes air yang mengalir di jaringan irigasi kita," katanya.
Andy Azis menjelaskan, sosialisasi tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni menyelaraskan informasi prakiraan curah hujan sebagai dasar perencanaan tanam, menetapkan alokasi air irigasi yang optimal sesuai kondisi sumber daya air, serta menyusun rencana tata tanam yang terintegrasi dan realistis.
"Ketiga aspek tersebut bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga merupakan implementasi langsung dari kebijakan RPJMD Kabupaten Gowa dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri dan berdaya saing," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan sejumlah tantangan sektor irigasi di Kabupaten Gowa, di antaranya pengelolaan daerah irigasi strategis seperti DI Kampili seluas sekitar 10.518 hektare, DI Bissua sekitar 10.785 hektare, serta wilayah layanan dI Bili-Bili.
Selain itu, infrastruktur irigasi di beberapa wilayah masih membutuhkan rehabilitasi. Tingkat kehilangan air dalam distribusi bahkan disebut mencapai 20 hingga 30 persen.
"Kita harus menekan angka ini sekecil mungkin agar air sampai ke sawah petani secara maksimal," tegasnya.
Pemkab Gowa juga menyoroti ancaman alih fungsi lahan sawah. Saat ini, laju pengurangan lahan baku sawah di Kabupaten Gowa disebut mencapai sekitar 100 hingga 150 hektare per tahun.
Sementara itu, Ketua Komisi Irigasi Kabupaten Gowa, Sujjadan, menegaskan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor untuk mendukung tata kelola irigasi dan pertanian di Kabupaten Gowa.
Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci agar perencanaan tata tanam berjalan efektif dan tepat sasaran.
"Forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan pengelolaan air dan pola tanam benar-benar berpihak kepada petani dan mampu menjaga ketahanan pangan daerah," ujarnya.
Ia berharap hasil sosialisasi tersebut dapat menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan Musim Tanam II tahun 2026 sekaligus memperkuat komitmen menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Gowa.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sektor pertanian dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Bapenda dan BPN Gowa Integrasikan Data Pertanahan dan Pajak
Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gowa terkait integrasi data pertanahan dan perpajakan daerah serta pemanfaatan Peta Zona Nilai Tanah.
Senin, 28 Sep 2026 15:34
Sulsel
Kunker di Parigi, Bupati Gowa Salurkan Bantuan Pangan dan Sertifikat PTSL
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kecamatan Parigi, Selasa (22/9).
Rabu, 23 Sep 2026 14:53
Sulsel
Wabup Gowa Sebut Lomba Paskibra Ruang Pembentukan Karakter Generasi Penerus
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin menegaskan pentingnya kegiatan Paskibra sebagai ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa.
Minggu, 20 Sep 2026 22:15
News
Terdampak El Nino, PLN Bekerja Cepat Pulihkan Sistem Kelistrikan Sulbagsel
PLN menggalakkan berbagai langkah percepatan untuk memulihkan keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik pada Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).
Kamis, 17 Sep 2026 16:41
Sulsel
Ketua PKK Gowa Dorong Kader Bentuk Koperasi Kecamatan
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, mendorong seluruh Ketua TP PKK Kecamatan untuk menindaklanjuti pembentukan koperasi di wilayah masing-masing.
Kamis, 17 Sep 2026 14:31
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah
2
Superco Superfest 2026 Hadir di Makassar, Asah Talenta Sepak Bola Muda
3
Musdalub DPD SP PLN UIP Sulawesi Teguhkan Regenerasi & Soliditas Serikat Pekerja
4
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bentuk Karakter Siswa Lewat Perkemahan Pramuka
5
Kebakaran Lahan 3 Hektare di Lutim Padam Setelah Tiga Jam Pemadaman
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah
2
Superco Superfest 2026 Hadir di Makassar, Asah Talenta Sepak Bola Muda
3
Musdalub DPD SP PLN UIP Sulawesi Teguhkan Regenerasi & Soliditas Serikat Pekerja
4
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bentuk Karakter Siswa Lewat Perkemahan Pramuka
5
Kebakaran Lahan 3 Hektare di Lutim Padam Setelah Tiga Jam Pemadaman