Sambut Milad ke-72, Pascasarjana UMI Siap Gelar Konferensi Internasional Berindeks Scopus

Selasa, 26 Mei 2026 16:31
Sambut Milad ke-72, Pascasarjana UMI Siap Gelar Konferensi Internasional Berindeks Scopus
Suasana konferensi pers Internasional Conference on Sustainable Development and Its Impact in Asian and Global Context, di Aula PJJ Pascasarjana UMI. Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan
Comment
Share
MAKASSAR - Menyambut momentum Milad ke-72 Universitas Muslim Indonesia (UMI), Program Pascasarjana UMI bersiap menggelar Internasional Conference on Sustainable Development and Its Impact in Asian and Global Context.

Konferensi internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni 2026 mendatang, bertempat di Auditorium Al-Jibra, Kampus 2 UMI, Kota Makassar.

Ketua Panitia sekaligus Wakil Direktur I Program Pascasarjana UMI, Prof Andi Tamsil, mengatakan bahwa agenda penting selanjutnya dalam kegiatan ini adalah pengukuhan Asian Law Networking Group (ALNG).

"Pada saat pembentukannya beberapa tahun lalu di Universitas Kebangsaan Malaysia, ada sekitar lebih dari 10 perguruan tinggi se-Indonesia serta beberapa perguruan tinggi dari Malaysia dan Vietnam yang turut hadir. Alhamdulillah, UMI dipercaya menjadi salah satu inisiator atas terbentuknya Asian Law Networking Group tersebut," katanya, Selasa (26/5/2026).

Kata dia, agenda ini dinilai menjadi momentum penting dalam mewujudkan visi UMI, khususnya dalam upaya meningkatkan peringkat global (global ranking).

"Selain itu, ini juga menjadi langkah nyata untuk mensosialisasikan UMI agar kehadirannya tidak hanya dikenal dalam lingkup Indonesia, tetapi juga di tingkat ASEAN," harap Prof Andi Tamsil.

Selain menjadi narasumber dalam konferensi internasional, lanjut dia, sejumlah dosen tamu luar negeri dijadwalkan akan memberikan kuliah umum di berbagai fakultas.

"Kegiatan ini terbuka bukan hanya untuk UMI. Dari beberapa perguruan tinggi lain juga sudah ada yang mendaftar. Sampai saat ini pesertanya hampir 100 dan acara ini terbuka untuk umum dan sampai sekarang kami masih membuka kesempatan kepada siapa saja yang ingin memanfaatkan momentum yang sangat bagus ini," jelasnya.

Berdasarkan data terbaru Sinta Score Scopus, Prof Andi Tamsil mengungkapkan bahwa UMI saat ini menduduki peringkat tiga besar perguruan tinggi dengan kinerja publikasi ilmiah terbaik di Kota Makassar.

"Pada kegiatan ini, kami memberikan biaya gratis untuk sivitas akademika UMI. Tapi untuk umum itu berbayar, yakni Rp500 ribu untuk mahasiswa umum, dan Rp1 juta untuk dosen dan peneliti. Kegiatan ini penting untuk mahasiswa S2 dan seterusnya, karena ini bisa dipublikasikan pada jurnal internasional," sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia, Muammar Fawwaz, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan fasilitas registrasi digital atau melalui situs web (website) bagi para peserta.

"Hingga hari ini, tercatat sudah ada 124 abstrak yang masuk ke sistem panitia pelaksana. Berdasarkan hasil seleksi awal oleh tim reviewer internal, dari total abstrak tersebut, terdapat 98 artikel atau paper yang dinyatakan memenuhi syarat untuk dipresentasikan pada sesi parallel session nanti," ucapnya.

Ia menuturkan, pagelaran tingkat internasional ini akan diikuti 6 negara yang mendaftarkan diri sebagai peserta dan pembicara dalam konferensi internasional, di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, Filipina, Jepang, dan Indonesia sebagai tuan rumah.

"Terkait kesiapan teknis kami telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pengelola jurnal ilmiah. Kolaborasi ini mencakup pengelolaan jurnal nasional bereputasi (SINTA) serta jurnal internasional bereputasi yang telah terindeks Scopus," tuturnya.

Fawwaz menjelaskan, rencana tindak lanjutnya adalah artikel terpilih akan diarahkan untuk dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus atau jurnal nasional terakreditasi SINTA yang telah bekerja sama dengan panitia.

"Bagi artikel-artikel yang tidak masuk dalam kategori jurnal tersebut, panitia akan mempublikasikannya ke dalam bentuk Prosiding Internasional yang memiliki International Standard Book Number (ISBN)," jelas Fawwaz kepada awak media.

Setelah sesi utama selesai, kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan sesi presentasi riset di ruang-ruang paralel yang bertempat di Gedung Program Pascasarjana UMI.

Asisten Direktur IV Program Pascasarjana UMI, Prof Zainuddin, kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan Pengukuhan Pengurus Asian Law Networking Group.

"Akan ada networking group untuk para pakar hukum se-Asian yang dibentuk di Universitas Kebangsaan Malaysia, tetapi nanti pelantikan dan pengukuhannya akan dilaksanakan di UMI, yang merupakan bagian dari rangkaian konferensi internasional kita," paparnya.

Konferensi internasional ini menjadi bagian dari langkah strategis UMI dalam memperkuat reputasi akademik global sekaligus menghadirkan ruang dialog ilmiah dunia yang mempertemukan para akademisi, peneliti, pemikir, dan pakar internasional untuk membahas masa depan pembangunan berkelanjutan dalam perspektif ASEAN dan global.

Mengusung semangat kolaborasi ilmu pengetahuan lintas negara, konferensi ini diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan besar, perspektif baru, dan solusi inovatif terhadap tantangan pembangunan dunia yang semakin kompleks, mulai dari transformasi digital, lingkungan hidup, ketahanan sosial, ekonomi berkelanjutan, hingga pembangunan manusia yang lebih holistik dan berkeadaban.

Bagi masyarakat dan calon mahasiswa, kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa UMI terus bergerak sebagai kampus masa depan.

Kegiatan internasional ini akan menghadirkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, sebagai keynote speaker, bersama para akademisi dan pakar dunia dari berbagai negara, yaitu:

1. Prof. Dr. Sybe De Vries (Utrecht University, Netherland).
2. Prof. Kazuma Ogawa, Ph.D.(Kanazawa University, Japan)
3. Prof. Dr. Sihong Kim, (Specialist of Development Corporation Policy, Korea)
4. Prof. Jose Maria De Dios Marcer (Universitat Autònoma de Barcelona)
5. Prof. Dr. Jady Zaidi Hassim (University Kebangsaan Malaysia)
6. Prof. Bambang Rudyanto (Wako University Tokyo, Japan)
7. Dr. Gautam Kumar Jha, Ph.D. (Jawaharlal Nehru University, India)
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru