Idrus Marham: Film Pesta Babi Justru Percepat Sosialisasi Program Pangan Merauke

Sabtu, 06 Jun 2026 11:24
Idrus Marham: Film Pesta Babi Justru Percepat Sosialisasi Program Pangan Merauke
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham. Foto: Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham menilai kemunculan film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale justru menjadi momentum penting untuk mempercepat sosialisasi sekaligus pembuktian kepada publik mengenai tujuan sebenarnya dari program pengembangan pangan nasional di Merauke, Papua Selatan.

Menurut Idrus, polemik yang muncul akibat film tersebut harus dilihat secara jernih, objektif, dan proporsional. Masyarakat perlu memahami secara utuh latar belakang, tujuan, proses, serta hasil program yang sedang dijalankan pemerintah, bukan hanya berdasarkan potongan-potongan narasi yang berpotensi melahirkan kesimpulan sepihak.

"Kalau kita lihat dari hikmahnya, kita justru berterima kasih dengan adanya film itu. Karena film itu mempercepat proses penjelasan kepada masyarakat bahwa ada perbedaan mendasar antara apa yang terjadi dulu dengan apa yang dilakukan pemerintah sekarang," kata Idrus.

Idrus mengaku tidak ingin terlalu jauh mengkaji berbagai motif, latar belakang kepentingan, maupun kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang bermain di balik Pembuatan Film itu dan berikut polemik berkembang yang mengitarinya.

Menurutnya, perdebatan mengenai niat, motivasi, atau kepentingan di balik produksi film tersebut bukanlah hal yang paling penting untuk dipersoalkan saat ini. Idrus yakin, pasti pada saatnya semua itu akan terbongkar, hanya masalah waktu saja. Dan untuk apa ikut dalam permainan mereka. Lebih baik fokus pada akselerasi pelaksanaan Program nyata untuk rakyat.

"Karena itu, sekali lagi saya tidak ingin mengkaji lebih jauh soal niat, motivasi, latar belakang maupun tujuan di balik film tersebut. Termasuk kemungkinan adanya oknum atau pihak-pihak tertentu yang bermain di balik polemik ini. Saya lebih memilih fokus melihat hikmahnya," tegas Idrus.

Menurut dia, hikmah terbesar dari munculnya film tersebut adalah terbukanya ruang diskusi yang lebih luas mengenai program strategis pemerintah di Merauke. Dengan semakin banyak perhatian publik, pemerintah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menjelaskan fakta-fakta lapangan secara terbuka kepada masyarakat.

Dalam keterangannya, Idrus sebagai Inisiator Debat Kandidat Presiden Pertama 2004 di Indonesia ini, mengajak sutradara Film Pesta Babi Dandhy laksono dan Cypri paju dale beserta para aktivis lingkungan lainnya untuk bersama-sama hadir ke Marauke melihat langsung program pengembangan pangan nasional sehingga mendapat fakta yang ada, tanpa perlu ada saling mencurigai.

Dengan kunjungan itu, Idrus ingin menyampaikan secara tegas, bahwa kita bisa memahami pembangunan kawasan pangan di Merauke tidak bisa disamakan dengan praktik eksploitasi sumber daya alam pada masa lalu yang hanya berorientasi pada pengambilan hasil hutan tanpa memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

"Kalau dulu orang hanya mengambil kayu lalu meninggalkan kerusakan, sekarang berbeda. Yang dilakukan adalah membuka lahan untuk kepentingan rakyat, untuk ketahanan pangan bangsa, dan ada hasil yang bisa dirasakan masyarakat," ujarnya.

Ia menilai kritik yang muncul seharusnya dijawab dengan data, fakta, dan hasil nyata di lapangan. Karena itu, Idrus mengajak masyarakat melihat langsung perkembangan program ketahanan pangan yang sedang berjalan, termasuk peningkatan produksi pertanian, pembangunan jaringan irigasi, serta bantuan alat dan mesin pertanian kepada petani, tegas Idrus.

Pernyataan Idrus sejalan dengan penjelasan Menteri Pertanian yang menegaskan bahwa program pengembangan lahan di Merauke merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pemerintah, kata Amran, membangun optimalisasi lahan, jaringan irigasi, serta menyediakan berbagai alat dan mesin pertanian guna meningkatkan produktivitas petani.

Menurut Amran, hasil program tersebut mulai dirasakan masyarakat Papua. Salah satu indikatornya adalah penurunan harga beras yang sebelumnya dapat mencapai Rp30.000 per kilogram menjadi sekitar Rp13.000 per kilogram. Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya ketersediaan pasokan pangan di wilayah tersebut.

Selain Merauke, pemerintah juga menjalankan program optimalisasi lahan dan peningkatan produktivitas pertanian di berbagai daerah. Beberapa kawasan yang sebelumnya berupa rawa bahkan kini mampu ditanami hingga tiga kali dalam setahun.

Karena itu, Idrus menegaskan bahwa publik tidak perlu bersikap reaktif terhadap film dokumenter tersebut. Menurutnya, semakin luas masyarakat mengetahui kondisi lapangan dan hasil program yang sedang berjalan, maka semakin mudah masyarakat membedakan antara narasi dan realitas.

"Yang penting program ini terus berjalan dan hasilnya bisa dirasakan rakyat. Semakin banyak orang melihat langsung fakta di lapangan, semakin jelas bahwa filosofinya berbeda, tujuannya berbeda, caranya berbeda, dan manfaatnya juga berbeda. Pada akhirnya rakyat yang akan memberikan penilaian," kata Idrus.

Bagi Idrus, ukuran utama keberhasilan bukanlah seberapa keras kritik yang dilontarkan, melainkan seberapa besar manfaat yang diterima masyarakat. Selama program tersebut mampu meningkatkan produksi pangan, memperkuat ketahanan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Papua, maka program itu layak untuk terus didukung dan dikawal bersama. Mari kita sesama anak bangsa untuk mendukung percepatan pelaksaan progran tersebut, ajak Idrus
(UMI)
Berita Terkait
Suhu Politik Golkar Sulsel Meningkat, Usman Marham Dorong Penyatuan di Musda
Sulsel
Suhu Politik Golkar Sulsel Meningkat, Usman Marham Dorong Penyatuan di Musda
Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Golkar Sulsel kembali menghangat setelah mengerucutnya dua nama kandidat ketua, yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Andi Ina Kartika Sari.
Kamis, 14 Mei 2026 16:01
Idrus Marham: Menteri Tak Produktif Harus Diganti, Reshuffle Jadi Kunci Akselerasi Kabinet
News
Idrus Marham: Menteri Tak Produktif Harus Diganti, Reshuffle Jadi Kunci Akselerasi Kabinet
Wacana perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mencuat di ruang publik. Sinyal tersebut menguat setelah Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan pernyataan singkat yang memicu spekulasi.
Senin, 27 Apr 2026 08:04
Ramaikan Bursa Calon Ketua, Usman Marham jadi Figur Kunci di Tengah Kebuntuan Musda Golkar
Sulsel
Ramaikan Bursa Calon Ketua, Usman Marham jadi Figur Kunci di Tengah Kebuntuan Musda Golkar
Usman Marham pernah menjadi pengurus DPP Golkar selama tiga periode. Ia masuk pengurus era Ketua Umum Aburizal Bakrie, Setya Novanto, hingga Airlangga Hartarto di DPP Golkar.
Minggu, 26 Apr 2026 16:23
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Siapkan Festival Dunia Baru Islam
News
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Siapkan Festival Dunia Baru Islam
Menteri Sosial Indonesia (2018) Idrus Marham, terpilih sebagai Ketua Umum Forum Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (IKA PTKIN) Indonesia. Ketua Alumni UIN Alauddin Makassar ini terpilih dalam Pertemuan Nasional yang digelar 23-25 April 2026.
Sabtu, 25 Apr 2026 10:33
Ketua DPD Pinrang Usman Marham Serahkan Peluang Maju Musda ke DPP Golkar
Sulsel
Ketua DPD Pinrang Usman Marham Serahkan Peluang Maju Musda ke DPP Golkar
Nama Usman Marham mulai ramai diperbincangkan dalam bursa calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda). Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Kabupaten Pinrang.
Kamis, 23 Apr 2026 22:06
Berita Terbaru