Beri Beasiswa ke Tiongkok, INTI Dorong Cathlyn & Meivy Terus Berkarya-Raih Mimpi

Sabtu, 06 Jun 2026 15:55
Beri Beasiswa ke Tiongkok, INTI Dorong Cathlyn & Meivy Terus Berkarya-Raih Mimpi
Seremoni penyerahan beasiswa S1 ke Tiongkok untuk Cathlyn dan Meivy, dua pelajar asal Makassar yang merupakan calon paskibraka nasional yang sempat viral. Keduanya mendapat beasiswa dari INTI. Foto/IS
Comment
Share
MAKASSAR - Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) menyerahkan beasiswa pendidikan S1 kepada dua pelajar asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana dan Meivylicha Putri Aurelia Kamal. Keduanya merupakan calon paskibraka nasional yang sempat menjadi sorotan publik setelah polemik seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Melalui program beasiswa tersebut, Cathlyn dan Meivy berkesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di Tiongkok. Dukungan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi, semangat, dan keteguhan keduanya dalam menghadapi dinamika yang sempat menjadi perhatian masyarakat luas.

Seremoni penyerahan beasiswa dilaksanakan di Pier 52 - Makassar Golden Hotel pada Sabtu (6/6/2026). Kegiatan berlangsung hybrid, diikuti oleh pengurus pusat hingga pengurus daerah INTI, orang tua Cathlyn dan Meivy, serta perwakilan Duta Pancasila Purna Paskibraka Indonesia (DPPI) Makassar.

Ketua Harian Pengurus Pusat (PP) INTI, Ulung Rusman, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya hadir untuk mendukung generasi muda Indonesia agar terus berkarya dan menggapai cita-cita, tanpa memandang latar belakang apa pun.

“Saya ingin mengingatkan bahwa INTI adalah organisasi kebangsaan. Selama 27 tahun kami berkomitmen membangun Indonesia tanpa diskriminasi. Kami menaruh perhatian terhadap dinamika yang terjadi di Sulawesi Selatan dan hadir untuk memberikan dukungan kepada adik-adik generasi muda agar terus berkarya dan terus mencintai Indonesia,” kata Ulung.

Ia menegaskan, beasiswa yang diberikan bukan program yang muncul secara tiba-tiba, melainkan bagian dari komitmen INTI dalam bidang pendidikan yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

“Program beasiswa ini sudah lama kami jalankan. Pendidikan adalah salah satu fokus utama kami untuk menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.

Ketua Gema INTI, Erfan Sutono, menambahkan pihaknya memilih hadir memberikan dukungan saat polemik yang menimpa kedua pelajar tersebut mencuat ke publik.

“Ketika organisasi lain memilih diam, INTI dan Gema INTI hadir untuk mengawal. Kami ingin memastikan Cathlyn dan Meivy tetap memiliki ruang untuk berkembang dan mengejar masa depan mereka,” katanya.

Menurut Erfan, isu-isu primordial seharusnya tidak lagi menjadi persoalan di Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah INTI Sulsel Albertus Yap menyebut pemberian beasiswa merupakan bentuk dukungan nyata kepada dua pelajar berprestasi yang dinilai memiliki potensi besar.

“Kami melihat semangat, kerja keras, dan prestasi yang luar biasa dari mereka. Yang kami lihat adalah Merah Putih yang berkibar. Beasiswa ini kami berikan agar mereka tetap fokus belajar, terus berkarya, dan tetap mengejar mimpi,” ujar Albertus.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang tetap memberikan kesempatan kepada Cathlyn dan Meivy untuk bertugas sebagai paskibraka di tingkat provinsi.

Menurut Albertus, keputusan memberikan beasiswa lahir dari kepedulian terhadap kondisi psikologis kedua pelajar tersebut setelah menghadapi polemik seleksi. “Kami ingin mereka bangkit dan melihat bahwa jalan menuju kesuksesan tidak hanya satu. Masih banyak kesempatan untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa,” katanya.

Beasiswa yang diberikan mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup selama menjalani studi di Tiongkok. Kedua penerima hanya perlu mempersiapkan biaya transportasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Cathlyn mengaku bersyukur atas dukungan yang diterimanya. Ia bertekad memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.

“Saya sangat berterima kasih kepada INTI dan Gema INTI yang telah mendukung saya. Saya akan terus belajar agar tidak mengecewakan orang-orang yang sudah mendukung saya sejak awal,” ujarnya.

Ia mengungkapkan tengah mempersiapkan diri dengan mempelajari Bahasa Mandarin. Cathlyn juga menargetkan untuk melanjutkan pendidikan di Tsinghua University atau Peking University.

Hal senada disampaikan Meivy. Ia mengaku terharu atas perhatian yang diberikan kepadanya dan berharap dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meraih cita-citanya.

“Saya sangat berterima kasih karena telah diperhatikan oleh INTI dan Gema INTI. Saya sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan,” katanya.

Perwakilan Duta Pancasila Purna Paskibraka Indonesia (DPPI) Makassar, Annas, menyebut dukungan yang diterima Cathlyn dan Meivy sebagai peristiwa yang luar biasa.

“Ini menjadi sejarah. Dari sekian banyak proses seleksi paskibraka yang pernah terjadi, baru kali ini calon paskibraka mendapatkan dukungan beasiswa seperti ini. Artinya, perjuangan mereka tidak berjalan sendiri karena ada banyak pihak yang peduli dan mengawal,” ujarnya.

Rasa syukur juga disampaikan ibu Cathlyn, Melinda Djie, dan ibu Meivy, Monna Meitasari. Mereka mengaku tidak menyangka anak mereka akan mendapatkan kesempatan berharga di tengah kekecewaan yang sempat dirasakan.

“Di balik rasa kecewa, anak-anak kami justru mendapatkan rezeki yang luar biasa. Ini adalah impian banyak anak. Kami berharap mereka bisa menjalani amanah ini dengan baik dan terus berprestasi,” ujar Monna bersama Melinda.
(TRI)
Berita Terkait
Pemkot Makassar Jamin Seleksi Paskibraka 2026 Objektif dan Transparan
Makassar City
Pemkot Makassar Jamin Seleksi Paskibraka 2026 Objektif dan Transparan
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menjaga profesionalisme dalam proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026.
Rabu, 03 Jun 2026 07:05
Delegasi Makassar Gagal ke Paskibraka Nasional, Appi Soroti Transparansi Seleksi
Makassar City
Delegasi Makassar Gagal ke Paskibraka Nasional, Appi Soroti Transparansi Seleksi
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin merespons polemik yang ramai dibahas di media sosial terkait tidak terpilihnya salah satu peserta asal Kota Makassar dalam seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026.
Selasa, 26 Mei 2026 17:04
Dukung Generasi Muda Berdaya, Beasiswa Kalla 2026 Hadir dengan Enam Jalur Pendaftaran
News
Dukung Generasi Muda Berdaya, Beasiswa Kalla 2026 Hadir dengan Enam Jalur Pendaftaran
Yayasan Hadji Kalla melalui LAZ Hadji Kalla kembali menghadirkan program Beasiswa Kalla 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di Indonesia Timur.
Minggu, 24 Mei 2026 15:48
Pegadaian Salurkan Beasiswa untuk 20 Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu di SMK Negeri 2 Maros
Sulsel
Pegadaian Salurkan Beasiswa untuk 20 Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu di SMK Negeri 2 Maros
PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Sulselbarra Maluku menyalurkan bantuan beasiswa kepada 20 siswa berprestasi dan kurang mampu di SMK Negeri 2 Maros, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Kamis, 07 Mei 2026 11:59
363 Peserta Ikut Seleksi Paskibraka Gowa 2026
Sulsel
363 Peserta Ikut Seleksi Paskibraka Gowa 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memulai tahapan seleksi Paskibraka Tahun 2026 tingkat Kabupaten Gowa melalui pengarahan langsung oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, di Istana Tamalate.
Selasa, 28 Apr 2026 13:08
Berita Terbaru