Polisi Kembangkan Kasus PBG, Ketua Kadin Gowa Ikut Diperiksa
Senin, 22 Jun 2026 22:58
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gowa Ardiansyah usai diperiksa di Polres Gowa. Foto: Istimewa
GOWA - Kasus dugaan pungutan liar dan gratifikasi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terus bergulir.
Setelah menetapkan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Gowa, Abdullah Sirajuddin sebagai tersangka dalam dugaan kasus ini, penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Gowa, langsung memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangannya. Salah satunya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gowa Ardiansyah.
Ardiansyah yang tak lain mantan Direktur Perusda Kabupaten Gowa, diperiksa sekira 6 jam, mulai pukul 11.00 Wita hingga jelang pukul 17.00 Wita di ruang penyidik Tipikor Polres Gowa, Senin (22/6/26).
Plt Kasat Reskrim Polres Gowa, Iptu Arman Tarru, membenarkan pemanggilan dan pemeriksaan Ardiansyah. Menurutnya, penyidik sudah meminta keterangan yang bersangkutan sebagai saksi.
“Benar, kita telah melakukan pemeriksaan saksi terkait kasus PBG. Tadi yang dimintai keterangan sebagai saksi adalah Ketua Kadin Gowa,” sebut Arman usai pemeriksaan.
Terkait dugaan keterlibatan saksi, pihaknya tidak ingin berspekulasi. Pasalnya, penyidik masih terus melakukan pengembangan, termasuk masih menunggu laporan lengkap penyidik.
“Masih menunggu laporan penyidik. Tapi pastinya, ketua Kadin Gowa sudah kita ambil keterangannya,” ujar Arman.
Sebelumnya, Polres Gowa telah menetapkan Kadis Perkimtan Gowa, Abdullah Sirajuddin, sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi, pemerasan dalam jabatan, serta dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan proses penerbitan PBG dan SLF.
Dalam penyidikan sementara, polisi menemukan aliran dana awal mencapai Rp1,86 miliar yang diduga berasal dari pungutan terhadap sejumlah pihak yang mengurus perizinan, mulai dari pengembang perumahan, pelaku usaha ritel, konsultan hingga korporasi.
Hingga kini, puluhan saksi telah diperiksa dan penyidik masih terus menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang turut mengetahui, terlibat maupun menikmati aliran dana dari praktik pungli perizinan tersebut.
Sementara itu, Ardiansyah yang keluar dari ruang penyidik, langsung bergegas menuju kendaraan pribadi yang ditumpanginya. Saat berusaha dikonfirmasi soal hasil pemeriksaan, yang bersangkutan memilih belum memberi keterangan ke wartawan.
Setelah menetapkan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Gowa, Abdullah Sirajuddin sebagai tersangka dalam dugaan kasus ini, penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Gowa, langsung memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangannya. Salah satunya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gowa Ardiansyah.
Ardiansyah yang tak lain mantan Direktur Perusda Kabupaten Gowa, diperiksa sekira 6 jam, mulai pukul 11.00 Wita hingga jelang pukul 17.00 Wita di ruang penyidik Tipikor Polres Gowa, Senin (22/6/26).
Plt Kasat Reskrim Polres Gowa, Iptu Arman Tarru, membenarkan pemanggilan dan pemeriksaan Ardiansyah. Menurutnya, penyidik sudah meminta keterangan yang bersangkutan sebagai saksi.
“Benar, kita telah melakukan pemeriksaan saksi terkait kasus PBG. Tadi yang dimintai keterangan sebagai saksi adalah Ketua Kadin Gowa,” sebut Arman usai pemeriksaan.
Terkait dugaan keterlibatan saksi, pihaknya tidak ingin berspekulasi. Pasalnya, penyidik masih terus melakukan pengembangan, termasuk masih menunggu laporan lengkap penyidik.
“Masih menunggu laporan penyidik. Tapi pastinya, ketua Kadin Gowa sudah kita ambil keterangannya,” ujar Arman.
Sebelumnya, Polres Gowa telah menetapkan Kadis Perkimtan Gowa, Abdullah Sirajuddin, sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi, pemerasan dalam jabatan, serta dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan proses penerbitan PBG dan SLF.
Dalam penyidikan sementara, polisi menemukan aliran dana awal mencapai Rp1,86 miliar yang diduga berasal dari pungutan terhadap sejumlah pihak yang mengurus perizinan, mulai dari pengembang perumahan, pelaku usaha ritel, konsultan hingga korporasi.
Hingga kini, puluhan saksi telah diperiksa dan penyidik masih terus menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang turut mengetahui, terlibat maupun menikmati aliran dana dari praktik pungli perizinan tersebut.
Sementara itu, Ardiansyah yang keluar dari ruang penyidik, langsung bergegas menuju kendaraan pribadi yang ditumpanginya. Saat berusaha dikonfirmasi soal hasil pemeriksaan, yang bersangkutan memilih belum memberi keterangan ke wartawan.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Diduga Langgar Jam Operasional Perda, Truk di Gowa Lindas Kaki Pemotor hingga Remuk
Malang betul nasib Murniati. Perempuan berusia 45 tahun itu jadi korban kecelakaan dengan truk di Jalan Tun Abdul Razak, tepatnya di Bundaran Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa pada Kamis, 17 September 2026 pukul 18.08 WITA.
Jum'at, 18 Sep 2026 20:38
Sulsel
Anaknya Diseret-seret, Dua Saksi Kasus Korupsi PBG di Gowa Merasa Diintimidasi Polisi
Dua saksi kasus korupsi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di wilayah Gowa mengaku diintimidasi oleh Penyidik Polresta Gowa.
Rabu, 09 Sep 2026 14:39
Sulsel
Kejari Lutim Buka Suara soal Dua Kasus Korupsi, Seragam Sekolah dan Ambulans Masih Diproses
Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur memastikan dua perkara dugaan korupsi yang menjadi perhatian masyarakat belum berhenti.
Senin, 07 Sep 2026 15:22
News
Aktivis Antikorupsi Soroti Kejari Pangkep dalam Penanganan Kasus Kredit Konstruksi
Aktivis antikorupsi Djusman AR mempertanyakan status hukum dan alasan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep tidak mengajukan pria berinisial MD, pengendali CV Alif Sejahtera, ke persidangan meski namanya disebut dalam dakwaan.
Selasa, 11 Agu 2026 12:41
Sulsel
Dugaan Pungli Perizinan di Gowa Berpotensi Menyeret Tersangka Baru
Kasus dugaan pungutan liar (pungli) dan gratifikasi dalam pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Gowa, berpotensi bakal menyeret tersangka baru.
Senin, 03 Agu 2026 22:56
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Unhas Dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi Terproduktif di PKM Award 2026
2
Dua Laporan Soal Islamic Center Malili Masuk ke Kejari Lutim, Status Lahan Jadi Sorotan
3
Soroti Kebutuhan Air Bersih di Kota, Andi Iwan Minta PAMSIMAS Bisa Masuk Kelurahan
4
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
5
Pertamina Resmikan Jembatan Kaluppini, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Makin Lancar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Unhas Dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi Terproduktif di PKM Award 2026
2
Dua Laporan Soal Islamic Center Malili Masuk ke Kejari Lutim, Status Lahan Jadi Sorotan
3
Soroti Kebutuhan Air Bersih di Kota, Andi Iwan Minta PAMSIMAS Bisa Masuk Kelurahan
4
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
5
Pertamina Resmikan Jembatan Kaluppini, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Makin Lancar