Kalla Institute Dorong Transformasi Sekolah melalui Pelatihan OKR

Selasa, 30 Jun 2026 17:06
Kalla Institute Dorong Transformasi Sekolah melalui Pelatihan OKR
Direktur Sekolah Islam Athirah, yang juga menjabat Rektor Kalla Institute sekaligus Direktur PPBM-KI, Syamril, hadir sebagai narasumber utama. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Perubahan yang berlangsung semakin cepat menuntut lembaga pendidikan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga memiliki arah transformasi yang jelas dan terukur. Tanpa penyelarasan tujuan di seluruh level organisasi, berbagai program pengembangan sekolah berpotensi berjalan sendiri-sendiri dan sulit menghasilkan dampak yang berkelanjutan.

Kondisi tersebut menjadi fokus dalam Public Training: Transformasi Organisasi di Era Perubahan dengan OKR yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Bisnis dan Manajemen Kalla Institute (PPBM-KI) di Sekolah Islam Athirah Kajaolalido Makassar.

Pelatihan ini diikuti lebih dari 40 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dari berbagai sekolah Islam di Kota Makassar.

Direktur Sekolah Islam Athirah, yang juga menjabat Rektor Kalla Institute sekaligus Direktur PPBM-KI, Syamril, hadir sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Syamril menegaskan bahwa transformasi organisasi tidak cukup dilakukan melalui perubahan program semata, melainkan harus diawali dengan perubahan pola pikir, penguatan kompetensi, dan penggunaan instrumen manajemen yang mampu menyelaraskan tujuan organisasi.

Materi pelatihan mencakup pemahaman tentang era perubahan dan tantangan organisasi pendidikan, pembangunan mindset, skill set, dan toolset dalam menghadapi perubahan, kepemimpinan di era transformasi, tahapan transformasi organisasi, hingga penyusunan Objectives and Key Results (OKR) sebagai kerangka kerja untuk menyelaraskan tujuan organisasi.

Selain mendapatkan materi, peserta juga mengikuti sesi praktik penyusunan OKR berdasarkan tantangan yang dihadapi di lingkungan sekolah masing-masing.

Menurut Syamril, antusiasme peserta terlihat dari keseriusan mereka dalam mengidentifikasi persoalan yang dihadapi sekolah dan menerjemahkannya ke dalam tujuan yang terukur serta langkah implementasi yang sistematis.

“Peserta sangat antusias melakukan evaluasi terhadap diri sendiri maupun sekolahnya. Mereka belajar menyusun OKR dengan pola yang jelas, dimulai dari mengidentifikasi permasalahan di sekolah, menentukan objective yang ingin dicapai, merumuskan key results yang terukur, hingga menyusun action plan sebagai langkah implementasinya,” ujar Syamril.

Pendekatan yang menggabungkan teori dan praktik tersebut mendapat apresiasi dari peserta. Salah satunya disampaikan oleh Ardita Amelia Putri dari SIT Darul Fikri Makassar yang menilai pelatihan tersebut memberikan perspektif baru mengenai transformasi organisasi di lingkungan pendidikan.

“Public Training Transformasi Organisasi di Era Perubahan dengan OKR sangat bermanfaat bagi saya dan memberikan insight baru tentang transformasi organisasi. Kelasnya juga sangat aktif karena ada sesi praktik yang disertai dengan diskusi secara langsung. Harapannya, saya dapat mengikuti kelas seperti ini lagi di kemudian hari. Terima kasih,” ungkap Ardita.

Melalui pelatihan ini, PPBM-KI berharap semakin banyak satuan pendidikan yang mampu membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.

Penerapan OKR diharapkan menjadi salah satu instrumen strategis untuk membantu sekolah menyelaraskan visi, memperkuat eksekusi program, serta meningkatkan kualitas kinerja organisasi secara berkelanjutan di tengah dinamika perubahan.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru