Diskominfo Makassar Paparkan Inovasi LONTARA+ di Forum Komdigi Apeksi 2026
Jum'at, 03 Jul 2026 17:22
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, saat menjadi narasumber pada Forum Komdigi dalam Rakernas XVIII Apeksi di Hotel Aryaduta Medan, Jumat (3/7/2026). Foto: Ist
MEDAN - Pemerintah Kota Makassar kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional dalam bidang transformasi digital dan pelayanan publik.
Kali ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, menjadi narasumber dalam Forum Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) yang merupakan bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), di Hotel Aryaduta Medan, Jumat (3/7/2026).
Dalam forum tersebut, Muhammad Roem memaparkan inovasi LONTARA+ (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar), sebuah platform digital yang mengintegrasikan layanan pengaduan masyarakat dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
Melalui platform tersebut, setiap laporan warga dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan terukur oleh perangkat daerah terkait.
"Pada forum ini saya memaparkan tentang LONTARA+. Saya berbagi pengalaman mengenai bagaimana program ini berjalan di Kota Makassar. Sehingga masyarakat kini lebih mudah menyampaikan pengaduan dan setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait," ujarnya.
Menurut Roem, kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai narasumber menjadi bentuk pengakuan terhadap keberhasilan Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan transformasi digital yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ia menjelaskan, LONTARA+ merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Makassar yang diluncurkan pada masa kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, pada 2025.
"Dengan platform ini, kehadiran pemerintah dalam pelayanan publik menjadi semakin dekat dengan masyarakat," tuturnya.
Roem mengatakan, LONTARA+ menjadi bagian penting dari upaya transformasi digital yang bertujuan mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.
"Warga memperoleh kemudahan dalam mengakses berbagai layanan publik hanya melalui satu aplikasi," jelasnya.
Ia menambahkan, aplikasi LONTARA+ merupakan satu dari tujuh program prioritas Pemerintah Kota Makassar yang terus dikembangkan untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, efektif, transparan, dan mudah diakses.
Dalam paparannya, Roem mengungkapkan bahwa setiap bulan ribuan laporan masyarakat masuk melalui aplikasi LONTARA+ dan langsung diteruskan kepada OPD terkait untuk ditindaklanjuti.
"Setiap ada laporan akan dindaklanjuti, seluruh OPD bergerak bersama sehingga masyarakat dapat menerima pelayanan publik secara cepat, tepat, dan efektif," ungkapnya.
Laporan yang diterima melalui aplikasi tersebut beragam, mulai dari jalan rusak, lampu lorong padam, persoalan air bersih, persampahan, drainase, pohon tumbang, gangguan ketertiban, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
Menurut Roem, keberhasilan implementasi LONTARA+ tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga komitmen seluruh perangkat daerah dalam memberikan pelayanan yang responsif kepada masyarakat.
"Keberhasilan program ini tidak lepas dari kepemimpinan Bapak Wali Kota yang memiliki komitmen kuat dalam mendorong transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Makassar," beber Roem.
Ia menambahkan, aplikasi LONTARA+ dapat diakses secara gratis selama 24 jam setiap hari. Melalui sistem yang terintegrasi, masyarakat juga dapat memantau proses penyelesaian laporan sehingga pelayanan publik menjadi lebih transparan dan akuntabel.
Paparan tersebut mendapat respons positif dari peserta Forum Komdigi. Sejumlah kepala dinas komunikasi dan informatika dari berbagai kota anggota Apeksi mengajukan pertanyaan terkait penerapan LONTARA+.
Pertanyaan yang muncul antara lain terkait strategi membangun koordinasi lintas OPD, mekanisme tindak lanjut pengaduan, hingga upaya membangun komitmen seluruh perangkat daerah dalam menjalankan transformasi digital.
"Banyak yang bertanya mengenai pola koordinasi antar-OPD, mekanisme tindak lanjut pengaduan, hingga bagaimana komitmen pimpinan daerah dibangun agar seluruh perangkat daerah memiliki semangat yang sama dalam menjalankan transformasi digital," ungkap Roem.
Ia mengungkapkan, sejumlah pemerintah kota juga menyatakan ketertarikannya untuk datang ke Makassar guna mempelajari secara langsung penerapan LONTARA+ sebagai salah satu praktik baik pelayanan publik berbasis digital.
Roem menyambut positif antusiasme tersebut dan berharap kolaborasi antardaerah melalui Apeksi dapat semakin memperkuat transformasi digital pelayanan publik di Indonesia.
"Kami, Kota Makassar siap berbagi pengalaman agar inovasi ini juga dapat memberikan manfaat bagi daerah lain," tutupnya.
Kali ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, menjadi narasumber dalam Forum Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) yang merupakan bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), di Hotel Aryaduta Medan, Jumat (3/7/2026).
Dalam forum tersebut, Muhammad Roem memaparkan inovasi LONTARA+ (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar), sebuah platform digital yang mengintegrasikan layanan pengaduan masyarakat dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
Melalui platform tersebut, setiap laporan warga dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan terukur oleh perangkat daerah terkait.
"Pada forum ini saya memaparkan tentang LONTARA+. Saya berbagi pengalaman mengenai bagaimana program ini berjalan di Kota Makassar. Sehingga masyarakat kini lebih mudah menyampaikan pengaduan dan setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait," ujarnya.
Menurut Roem, kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai narasumber menjadi bentuk pengakuan terhadap keberhasilan Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan transformasi digital yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ia menjelaskan, LONTARA+ merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Makassar yang diluncurkan pada masa kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, pada 2025.
"Dengan platform ini, kehadiran pemerintah dalam pelayanan publik menjadi semakin dekat dengan masyarakat," tuturnya.
Roem mengatakan, LONTARA+ menjadi bagian penting dari upaya transformasi digital yang bertujuan mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.
"Warga memperoleh kemudahan dalam mengakses berbagai layanan publik hanya melalui satu aplikasi," jelasnya.
Ia menambahkan, aplikasi LONTARA+ merupakan satu dari tujuh program prioritas Pemerintah Kota Makassar yang terus dikembangkan untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, efektif, transparan, dan mudah diakses.
Dalam paparannya, Roem mengungkapkan bahwa setiap bulan ribuan laporan masyarakat masuk melalui aplikasi LONTARA+ dan langsung diteruskan kepada OPD terkait untuk ditindaklanjuti.
"Setiap ada laporan akan dindaklanjuti, seluruh OPD bergerak bersama sehingga masyarakat dapat menerima pelayanan publik secara cepat, tepat, dan efektif," ungkapnya.
Laporan yang diterima melalui aplikasi tersebut beragam, mulai dari jalan rusak, lampu lorong padam, persoalan air bersih, persampahan, drainase, pohon tumbang, gangguan ketertiban, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
Menurut Roem, keberhasilan implementasi LONTARA+ tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga komitmen seluruh perangkat daerah dalam memberikan pelayanan yang responsif kepada masyarakat.
"Keberhasilan program ini tidak lepas dari kepemimpinan Bapak Wali Kota yang memiliki komitmen kuat dalam mendorong transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Makassar," beber Roem.
Ia menambahkan, aplikasi LONTARA+ dapat diakses secara gratis selama 24 jam setiap hari. Melalui sistem yang terintegrasi, masyarakat juga dapat memantau proses penyelesaian laporan sehingga pelayanan publik menjadi lebih transparan dan akuntabel.
Paparan tersebut mendapat respons positif dari peserta Forum Komdigi. Sejumlah kepala dinas komunikasi dan informatika dari berbagai kota anggota Apeksi mengajukan pertanyaan terkait penerapan LONTARA+.
Pertanyaan yang muncul antara lain terkait strategi membangun koordinasi lintas OPD, mekanisme tindak lanjut pengaduan, hingga upaya membangun komitmen seluruh perangkat daerah dalam menjalankan transformasi digital.
"Banyak yang bertanya mengenai pola koordinasi antar-OPD, mekanisme tindak lanjut pengaduan, hingga bagaimana komitmen pimpinan daerah dibangun agar seluruh perangkat daerah memiliki semangat yang sama dalam menjalankan transformasi digital," ungkap Roem.
Ia mengungkapkan, sejumlah pemerintah kota juga menyatakan ketertarikannya untuk datang ke Makassar guna mempelajari secara langsung penerapan LONTARA+ sebagai salah satu praktik baik pelayanan publik berbasis digital.
Roem menyambut positif antusiasme tersebut dan berharap kolaborasi antardaerah melalui Apeksi dapat semakin memperkuat transformasi digital pelayanan publik di Indonesia.
"Kami, Kota Makassar siap berbagi pengalaman agar inovasi ini juga dapat memberikan manfaat bagi daerah lain," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Terima Audiensi OJK Sulselbar, PDAM Makassar Bahas Solusi Pasokan Air
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima audiensi OJK Sulselbar di Ruang Rapat Direksi Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar.
Senin, 19 Okt 2026 19:46
Makassar City
Perumda Parkir Makassar Gandeng Aparat Tertibkan Jukir Liar
Perumda Parkir Makassar Raya memperketat pengawasan terhadap juru parkir (jukir) liar di Kota Makassar.
Minggu, 18 Okt 2026 06:08
Sulsel
Ribuan Peserta Ikuti Forkot KORMI Kota Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka Festival Olahraga Kota Makassar (Forkot) Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (17/10/2026).
Minggu, 18 Okt 2026 05:49
News
Sidak Puskesmas Jongaya, Wali Kota Munafri Temukan Bagian yang Kumuh
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegur pengelola Puskesmas Jongaya setelah menemukan kondisi lingkungan bagian belakang fasilitas kesehatan tersebut kumuh.
Sabtu, 17 Okt 2026 15:57
News
Wali Kota Antisipasi Dampak Kabut Asap terhadap Kesehatan Warga
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memantau perkembangan kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar dalam beberapa pekan terakhir dengan mendatangi kantor BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin.
Jum'at, 16 Okt 2026 18:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
5
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Optimistis Terus Tumbuh
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
5
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Optimistis Terus Tumbuh