Lima Hari Perhelatan Dekranas di Makassar, Tinggalkan Dampak Ekonomi Besar bagi Sulsel
Senin, 13 Jul 2026 12:20
Rangkaian Syukuran 46 Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang mengusung tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia" resmi ditutup di Trans Studio Mall Makassar, Minggu (12/7/2026).
MAKASSAR - Rangkaian Syukuran 46 Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang mengusung tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia" resmi ditutup di Trans Studio Mall Makassar, Minggu (12/7/2026).
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menutup kegiatan tersebut dengan membunyikan Jalappa, alat musik tradisional Sulawesi Selatan berupa simbal kecil berbahan kuningan, sebagai penanda berakhirnya perhelatan nasional yang berlangsung selama lima hari.
Pada kesempatan itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menerima penghargaan dari Ketua Dekranas, Selvi Ananda Rakabuming, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan peran aktif Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam pengembangan wastra dan kriya daerah.
Ketua Panitia Harian 46 Tahun Dekranas, Sukarniaty Kondolele, mengatakan rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 8 hingga 12 Juli 2026 berjalan lancar dengan melibatkan peserta dari seluruh provinsi serta kabupaten dan kota di Indonesia.
Sebanyak 203 stan pameran menampilkan beragam produk kerajinan unggulan Nusantara, mulai dari wastra, kriya, hingga produk berbasis kearifan lokal yang merepresentasikan kekayaan budaya sekaligus inovasi para perajin.
Pameran ini menjadi ruang promosi produk unggulan daerah, memperkuat jejaring antardaerah, meningkatkan daya saing perajin, sekaligus memperluas akses pasar produk kerajinan Indonesia sejalan dengan tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia."
Antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan Syukuran 46 Tahun Dekranas juga sangat tinggi. Berdasarkan data panitia hingga 11 Juli 2026, jumlah pengunjung mencapai sekitar 180 ribu orang atau rata-rata 30 ribu hingga 40 ribu orang per hari. Pada puncak kegiatan, jumlah pengunjung bahkan menembus sekitar 80 ribu orang.
Tingginya antusiasme tersebut turut mendorong transaksi selama pameran. Panitia memperkirakan total transaksi seluruh stan hingga penutupan mencapai sekitar Rp5 miliar. Dari jumlah tersebut, stan peserta asal Sulawesi Selatan membukukan transaksi lebih dari Rp1,01 miliar atau sekitar 24,3 persen dari total transaksi hingga 11 Juli. Sementara itu, transaksi produk premium Sulsel melalui Celebes Craft dan Malam Budaya mencapai sekitar Rp150 juta, sedangkan pameran Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK mencatat transaksi sebesar Rp551,75 juta.
Penyelenggaraan Syukuran 46 Tahun Dekranas juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Sulawesi Selatan. Kehadiran lebih dari 3.000 peserta dari berbagai daerah, di luar para pendamping, mendorong peningkatan tingkat hunian hotel, aktivitas transportasi, kunjungan ke destinasi wisata, pertumbuhan sektor kuliner, hingga penjualan suvenir daerah. Berdasarkan estimasi panitia, total perputaran ekonomi selama penyelenggaraan kegiatan diperkirakan melampaui Rp100 miliar.
Selain pameran, rangkaian kegiatan diisi dengan talkshow, workshop, pertunjukan seni dan budaya Sulawesi Selatan, promosi produk unggulan, serta berbagai agenda kolaboratif yang mempertemukan perajin, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik, tertib, aman, dan lancar," kata Sukarniaty.
Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan Syukuran 46 Tahun Dekranas merupakan hasil sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Dekranas, Dekranasda, para peserta, aparat keamanan, tenaga kesehatan, media, serta seluruh masyarakat yang turut mendukung suksesnya kegiatan berskala nasional tersebut.
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas keberhasilannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Syukuran 46 Tahun Dekranas.
"Terima kasih banyak kepada panitia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pak Gubernur Sulawesi Selatan. Penyelenggaraan acara ini berjalan dengan sangat baik," ujar Tito.
Menurut Tito, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi kerajinan Nusantara, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.
"Acara ini mendapatkan banyak manfaat. Transportasi lokal bergerak, penginapan penuh, kuliner berkembang, termasuk penjualan produk UMKM yang terlihat dari tingginya transaksi para tenant UMKM," katanya.
Ia menilai, Syukuran 46 Tahun Dekranas menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing industri kerajinan nasional agar mampu menembus pasar global."Acara ini menghidupkan kembali potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kembangkan. PR kita sekarang adalah bagaimana kerajinan Indonesia bisa mendunia," tutup Tito.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menutup kegiatan tersebut dengan membunyikan Jalappa, alat musik tradisional Sulawesi Selatan berupa simbal kecil berbahan kuningan, sebagai penanda berakhirnya perhelatan nasional yang berlangsung selama lima hari.
Pada kesempatan itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menerima penghargaan dari Ketua Dekranas, Selvi Ananda Rakabuming, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan peran aktif Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam pengembangan wastra dan kriya daerah.
Ketua Panitia Harian 46 Tahun Dekranas, Sukarniaty Kondolele, mengatakan rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 8 hingga 12 Juli 2026 berjalan lancar dengan melibatkan peserta dari seluruh provinsi serta kabupaten dan kota di Indonesia.
Sebanyak 203 stan pameran menampilkan beragam produk kerajinan unggulan Nusantara, mulai dari wastra, kriya, hingga produk berbasis kearifan lokal yang merepresentasikan kekayaan budaya sekaligus inovasi para perajin.
Pameran ini menjadi ruang promosi produk unggulan daerah, memperkuat jejaring antardaerah, meningkatkan daya saing perajin, sekaligus memperluas akses pasar produk kerajinan Indonesia sejalan dengan tema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia."
Antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan Syukuran 46 Tahun Dekranas juga sangat tinggi. Berdasarkan data panitia hingga 11 Juli 2026, jumlah pengunjung mencapai sekitar 180 ribu orang atau rata-rata 30 ribu hingga 40 ribu orang per hari. Pada puncak kegiatan, jumlah pengunjung bahkan menembus sekitar 80 ribu orang.
Tingginya antusiasme tersebut turut mendorong transaksi selama pameran. Panitia memperkirakan total transaksi seluruh stan hingga penutupan mencapai sekitar Rp5 miliar. Dari jumlah tersebut, stan peserta asal Sulawesi Selatan membukukan transaksi lebih dari Rp1,01 miliar atau sekitar 24,3 persen dari total transaksi hingga 11 Juli. Sementara itu, transaksi produk premium Sulsel melalui Celebes Craft dan Malam Budaya mencapai sekitar Rp150 juta, sedangkan pameran Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK mencatat transaksi sebesar Rp551,75 juta.
Penyelenggaraan Syukuran 46 Tahun Dekranas juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Sulawesi Selatan. Kehadiran lebih dari 3.000 peserta dari berbagai daerah, di luar para pendamping, mendorong peningkatan tingkat hunian hotel, aktivitas transportasi, kunjungan ke destinasi wisata, pertumbuhan sektor kuliner, hingga penjualan suvenir daerah. Berdasarkan estimasi panitia, total perputaran ekonomi selama penyelenggaraan kegiatan diperkirakan melampaui Rp100 miliar.
Selain pameran, rangkaian kegiatan diisi dengan talkshow, workshop, pertunjukan seni dan budaya Sulawesi Selatan, promosi produk unggulan, serta berbagai agenda kolaboratif yang mempertemukan perajin, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik, tertib, aman, dan lancar," kata Sukarniaty.
Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan Syukuran 46 Tahun Dekranas merupakan hasil sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Dekranas, Dekranasda, para peserta, aparat keamanan, tenaga kesehatan, media, serta seluruh masyarakat yang turut mendukung suksesnya kegiatan berskala nasional tersebut.
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas keberhasilannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Syukuran 46 Tahun Dekranas.
"Terima kasih banyak kepada panitia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pak Gubernur Sulawesi Selatan. Penyelenggaraan acara ini berjalan dengan sangat baik," ujar Tito.
Menurut Tito, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi kerajinan Nusantara, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.
"Acara ini mendapatkan banyak manfaat. Transportasi lokal bergerak, penginapan penuh, kuliner berkembang, termasuk penjualan produk UMKM yang terlihat dari tingginya transaksi para tenant UMKM," katanya.
Ia menilai, Syukuran 46 Tahun Dekranas menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing industri kerajinan nasional agar mampu menembus pasar global."Acara ini menghidupkan kembali potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kembangkan. PR kita sekarang adalah bagaimana kerajinan Indonesia bisa mendunia," tutup Tito.
(GUS)
Berita Terkait
News
DPRD Sepakat Pemprov Sulsel Lanjutkan Program MYP Tahap II
DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) memberikan perhatian serius terhadap keberlanjutan arah pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur, Fatmawati Rusdi
Kamis, 27 Agu 2026 22:44
Makassar City
Provinsi Sulsel Jadi Rujukan Penerapan Manajemen Talenta
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel berhasil mempercepat penerapan manajemen talenta hingga bisa menjadi rujukan daerah lain.
Selasa, 25 Agu 2026 19:58
Ekbis
Perkuat TPAKD, OJK Dorong Pengembangan Ekonomi Sulsel Berbasis Kakao
Sebagai bentuk konkret implementasi pendekatan PED, dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan MoU Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Kakao.
Senin, 24 Agu 2026 10:36
News
Kemarau Tingkatkan Risiko Karhutla, Perkuat Patroli dan Edukasi Warga
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di tengah kondisi kemarau yang membuat vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar.
Kamis, 20 Agu 2026 13:43
News
Pelindo Dukung Mudik Gratis Sulsel, Pemprov Beri Apresiasi
Dukungan Pelindo terhadap Program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan 2026 mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Rabu, 19 Agu 2026 13:39
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah
2
Pelindo dan IKM Perkuat Arus Logistik Nikel di Pelabuhan Kendari
3
Kapolda Sulsel Lepas 400 Peserta Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V 2026
4
Wisuda 2.866 Lulusan, Rektor UMI Ungkap Peran Beasiswa Afirmasi
5
Hadapi Kemarau Panjang, Pemerintah Bantaeng Lakukan Salat Istisqa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Orang Tua Meninggal hingga Kehilangan Pekerjaan, UMI Bantu 121 Mahasiswa Selesaikan Kuliah
2
Pelindo dan IKM Perkuat Arus Logistik Nikel di Pelabuhan Kendari
3
Kapolda Sulsel Lepas 400 Peserta Bhayangkara Offroad Merdeka Seri V 2026
4
Wisuda 2.866 Lulusan, Rektor UMI Ungkap Peran Beasiswa Afirmasi
5
Hadapi Kemarau Panjang, Pemerintah Bantaeng Lakukan Salat Istisqa