Srikandi PLN Sulselrabar Cetak 100 Perempuan Tangguh & Siaga Bencana
Senin, 03 Agu 2026 19:32
PLN UID Sulselrabar memperkuat peran perempuan dalam kesiapsiagaan bencana dengan membekali 100 peserta melalui program Perempuan Tangguh Bencana. Foto/Istimewa
MAKASSAR - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) memperkuat peran perempuan dalam kesiapsiagaan bencana dengan membekali 100 peserta melalui program Perempuan Tangguh Bencana. Kegiatan yang digelar di Kantor PLN UID Sulselrabar, Jumat (31/7), menjadi bagian dari rangkaian Srikandi Movement 2026 bertema Empowering Women, Strengthening Community Resilience.
Peserta berasal dari Srikandi PLN di wilayah kerja UID Sulselrabar, perwakilan PLN UIP Sulawesi, PLN UIP3B Sulawesi, PLN ICON+, Divisi Hukum, Divisi Sistem Teknologi Informasi (STI), Divisi Human Capital Business Partner (HCBP), pengurus Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati, serta tenaga alih daya perempuan di lingkungan PLN UID Sulselrabar.
Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk meningkatkan kapasitas perempuan sebagai garda terdepan dalam membangun ketahanan keluarga dan masyarakat saat menghadapi bencana.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi dan praktik langsung mengenai Hazard Identification, Risk Assessment, and Control (HIRAC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar, serta edukasi kesehatan kulit pascabencana bersama dr. Ghea Anisah, Sp.D.E.V.
Selain meningkatkan kapasitas perempuan dalam menghadapi kondisi darurat, program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam program sosial perusahaan.
Ketua Srikandi PLN UID Sulselrabar, Yuli Ashaniais Ramadani, mengatakan perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus menjadi penggerak kesiapsiagaan di masyarakat.
"Dalam setiap situasi bencana, perempuan memiliki peran yang sangat penting, baik sebagai ibu, pendidik pertama dalam keluarga, penggerak komunitas, maupun agen perubahan di tengah masyarakat. Ketika perempuan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam kesiapsiagaan bencana, ketahanan keluarga dan lingkungan juga akan semakin kuat," ujar Yuli.
Menurut Yuli, pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan saat terjadi keadaan darurat sehingga peserta mampu mengambil tindakan yang tepat dan melindungi keluarga maupun masyarakat.
"Mari bersama-sama mewujudkan perempuan yang tidak hanya berdaya, tetapi juga tangguh, peduli, dan mampu menjadi garda terdepan dalam membangun komunitas yang lebih siap menghadapi bencana," tambahnya.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, Srikandi PLN telah menunjukkan kontribusi nyata dalam berbagai lini pelayanan perusahaan, termasuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana.
"Srikandi PLN telah membuktikan bahwa ketangguhan dan empati perempuan menjadi nilai tambah bagi perusahaan, termasuk dalam menghadapi situasi kebencanaan. Kami meyakini bahwa kesetaraan gender bukan sekadar wacana karena perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama," kata Edyansyah.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada keluarga, rekan kerja, dan masyarakat sehingga manfaatnya semakin luas.
"Perempuan tangguh adalah perempuan yang diberikan ruang, kepercayaan, dan kesempatan yang setara untuk berkarya. Kami berharap seluruh peserta dapat menjadi agen siaga bencana yang menyebarkan pengetahuan dan membangun kesiapsiagaan di lingkungan sekitarnya," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Makassar, Dr. Baharuddin Mustamin, yang membuka kegiatan mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, mengatakan Kota Makassar memiliki risiko kebencanaan yang beragam, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, angin kencang, hingga kebakaran. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat, termasuk perempuan, menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana.
"Perempuan merupakan aset penting dan agen perubahan dalam upaya mitigasi serta pengurangan risiko bencana. Mereka memiliki peran strategis dalam keluarga karena paling memahami kondisi rumah tangga, mempersiapkan kebutuhan keluarga, melindungi anak-anak, hingga menjadi pihak pertama yang memberikan respons ketika terjadi keadaan darurat," ungkap Baharuddin.
Ia berharap seluruh peserta dapat menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga, tetangga, dan komunitas sehingga budaya kesiapsiagaan bencana semakin kuat di tengah masyarakat.
"Kami berharap seluruh pengetahuan mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang diperoleh dalam kegiatan ini tidak berhenti di ruangan ini. Mari menyebarkannya kepada keluarga, tetangga, serta komunitas di sekitar kita," pungkasnya.
Peserta berasal dari Srikandi PLN di wilayah kerja UID Sulselrabar, perwakilan PLN UIP Sulawesi, PLN UIP3B Sulawesi, PLN ICON+, Divisi Hukum, Divisi Sistem Teknologi Informasi (STI), Divisi Human Capital Business Partner (HCBP), pengurus Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati, serta tenaga alih daya perempuan di lingkungan PLN UID Sulselrabar.
Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk meningkatkan kapasitas perempuan sebagai garda terdepan dalam membangun ketahanan keluarga dan masyarakat saat menghadapi bencana.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi dan praktik langsung mengenai Hazard Identification, Risk Assessment, and Control (HIRAC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar, serta edukasi kesehatan kulit pascabencana bersama dr. Ghea Anisah, Sp.D.E.V.
Selain meningkatkan kapasitas perempuan dalam menghadapi kondisi darurat, program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam program sosial perusahaan.
Ketua Srikandi PLN UID Sulselrabar, Yuli Ashaniais Ramadani, mengatakan perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus menjadi penggerak kesiapsiagaan di masyarakat.
"Dalam setiap situasi bencana, perempuan memiliki peran yang sangat penting, baik sebagai ibu, pendidik pertama dalam keluarga, penggerak komunitas, maupun agen perubahan di tengah masyarakat. Ketika perempuan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam kesiapsiagaan bencana, ketahanan keluarga dan lingkungan juga akan semakin kuat," ujar Yuli.
Menurut Yuli, pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan saat terjadi keadaan darurat sehingga peserta mampu mengambil tindakan yang tepat dan melindungi keluarga maupun masyarakat.
"Mari bersama-sama mewujudkan perempuan yang tidak hanya berdaya, tetapi juga tangguh, peduli, dan mampu menjadi garda terdepan dalam membangun komunitas yang lebih siap menghadapi bencana," tambahnya.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, Srikandi PLN telah menunjukkan kontribusi nyata dalam berbagai lini pelayanan perusahaan, termasuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana.
"Srikandi PLN telah membuktikan bahwa ketangguhan dan empati perempuan menjadi nilai tambah bagi perusahaan, termasuk dalam menghadapi situasi kebencanaan. Kami meyakini bahwa kesetaraan gender bukan sekadar wacana karena perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama," kata Edyansyah.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada keluarga, rekan kerja, dan masyarakat sehingga manfaatnya semakin luas.
"Perempuan tangguh adalah perempuan yang diberikan ruang, kepercayaan, dan kesempatan yang setara untuk berkarya. Kami berharap seluruh peserta dapat menjadi agen siaga bencana yang menyebarkan pengetahuan dan membangun kesiapsiagaan di lingkungan sekitarnya," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Makassar, Dr. Baharuddin Mustamin, yang membuka kegiatan mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, mengatakan Kota Makassar memiliki risiko kebencanaan yang beragam, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, angin kencang, hingga kebakaran. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat, termasuk perempuan, menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana.
"Perempuan merupakan aset penting dan agen perubahan dalam upaya mitigasi serta pengurangan risiko bencana. Mereka memiliki peran strategis dalam keluarga karena paling memahami kondisi rumah tangga, mempersiapkan kebutuhan keluarga, melindungi anak-anak, hingga menjadi pihak pertama yang memberikan respons ketika terjadi keadaan darurat," ungkap Baharuddin.
Ia berharap seluruh peserta dapat menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga, tetangga, dan komunitas sehingga budaya kesiapsiagaan bencana semakin kuat di tengah masyarakat.
"Kami berharap seluruh pengetahuan mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang diperoleh dalam kegiatan ini tidak berhenti di ruangan ini. Mari menyebarkannya kepada keluarga, tetangga, serta komunitas di sekitar kita," pungkasnya.
(TRI)
Berita Terkait
News
PLN UID Sulselrabar Resmikan HSSE Control Center, Perkuat Budaya Keselamatan Kerja
Peresmian HSSE Control Center menjadi tonggak penguatan sistem pengawasan keselamatan di lingkungan PLN UID Sulselrabar.
Kamis, 30 Jul 2026 16:25
Sulbar
PLN UID Sulselrabar Perkuat Reforma Agraria Lewat Pendampingan UMKM di Majene
PLN UID Sulselrabar memperkuat dukungannya terhadap Program Penanganan Akses Reforma Agraria yang dijalankan BPN Kabupaten Majene melalui pendampingan bagi pelaku UMKM.
Jum'at, 24 Jul 2026 18:03
Ekbis
PLN Hadirkan Penguatan UMKM Kendari, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal
PLN UID Sulselrabar terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Senin, 20 Jul 2026 15:58
News
PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya 50%, Dukung Belajar & Usaha Masyarakat
PLN menghadirkan program diskon tambah daya bertajuk "Semangat Baru, Makin Berdaya" untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat pada momentum tahun ajaran baru.
Jum'at, 17 Jul 2026 11:21
Ekbis
PLN UID Sulselrabar Dorong 295 UMKM Bulukumba Naik Kelas
Bersama Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Bulukumba, PLN menggelar Workshop UMKM Naik Kelas yang diikuti 295 pelaku usaha dari berbagai sektor.
Rabu, 15 Jul 2026 13:03
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sekolah Bukan Pabrik Nilai
2
KREASI 2026 Jadi Ajang Solidaritas Mahasiswa Sistem Informasi UIN Alauddin
3
Pansus Temukan 50 Aset DLHK Sulsel Belum Bersertifikat, Ada yang Dikuasai Eks Pegawai
4
AXIS Nation Cup 2026 Digelar di 40 Kota, Perkuat Pembinaan Talenta Futsal Pelajar
5
Asmo Sulsel Dukung Hajatan FIF di Gowa: Padukan Hiburan, CSR, & Layanan Honda
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sekolah Bukan Pabrik Nilai
2
KREASI 2026 Jadi Ajang Solidaritas Mahasiswa Sistem Informasi UIN Alauddin
3
Pansus Temukan 50 Aset DLHK Sulsel Belum Bersertifikat, Ada yang Dikuasai Eks Pegawai
4
AXIS Nation Cup 2026 Digelar di 40 Kota, Perkuat Pembinaan Talenta Futsal Pelajar
5
Asmo Sulsel Dukung Hajatan FIF di Gowa: Padukan Hiburan, CSR, & Layanan Honda