Gubernur Sulsel Lakukan Percepat Pompanisasi untuk Lahan Pertanian Hadapi Musim Kemarau
Sabtu, 08 Agu 2026 21:23
Pemprov Sulsel juga menyiapkan bantuan pompa air untuk mendukung sektor pertanian yang terdampak kekeringan. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan sejumlah langkah mitigasi menghadapi ancaman puncak musim kemarau yang diperparah fenomena iklim El Nino.
Selain menyiagakan personel penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemprov Sulsel juga menyiapkan bantuan pompa air untuk mendukung sektor pertanian yang terdampak kekeringan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kondisi kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah daerah dan berpotensi mengganggu ketersediaan air bagi lahan persawahan, khususnya pada musim tanam.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, distribusi mesin pompa dan operasi pompanisasi telah dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air di wilayah pertanian yang terdampak.
“Kemarin tim sudah melakukan pembagian mesin pompa untuk beberapa kabupaten dan operasi pompanisasi air untuk wilayah pertanian padi yang terdampak kekeringan air,” kata Andi Sudirman, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, Pemprov Sulsel terus mendorong percepatan penanganan di lapangan dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota serta jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBUN).
And Sudirman meminta daerah yang mengalami dampak kekeringan agar segera menyampaikan laporan sehingga dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat sasaran.
“Bagi wilayah terdampak agar segera melaporkan ke kabupaten melalui dinas pertanian dan provinsi melalui Dinas TPHBUN,” ujarnya.
Ia juga mengimbau setiap laporan dilengkapi informasi yang memadai, mulai dari lokasi terdampak, dokumentasi kondisi lahan, hingga informasi mengenai sumber air maupun potensi lokasi sumur bor.
Selain pengerahan pompa air, Pemprov Sulsel juga menyiapkan bantuan sumur bor dengan prioritas pada lahan persawahan yang mengalami kekeringan pada musim tanam.
“Kami harap laporan dengan menyertakan lokasi, foto kondisi dan sumber air maupun potensi sumur bor. Tim provinsi akan menindaklanjuti melalui survei dan geolistrik untuk bor dan lainnya menurut kesiapsiagaan yang dimiliki,” jelasnya.
Upaya ini terus dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak lain dari musim kemarau, termasuk ancaman kebakaran hutan dan lahan, dengan menyiagakan personel dan sumber daya penanganan di wilayah yang dinilai rawan.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, hingga saat ini terdapat lima daerah yang telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan. Kelima daerah tersebut yakni Kota Makassar, Parepare, Pinrang, Enrekang dan Selayar.
Selain menyiagakan personel penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemprov Sulsel juga menyiapkan bantuan pompa air untuk mendukung sektor pertanian yang terdampak kekeringan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kondisi kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah daerah dan berpotensi mengganggu ketersediaan air bagi lahan persawahan, khususnya pada musim tanam.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, distribusi mesin pompa dan operasi pompanisasi telah dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air di wilayah pertanian yang terdampak.
“Kemarin tim sudah melakukan pembagian mesin pompa untuk beberapa kabupaten dan operasi pompanisasi air untuk wilayah pertanian padi yang terdampak kekeringan air,” kata Andi Sudirman, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, Pemprov Sulsel terus mendorong percepatan penanganan di lapangan dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota serta jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBUN).
And Sudirman meminta daerah yang mengalami dampak kekeringan agar segera menyampaikan laporan sehingga dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat sasaran.
“Bagi wilayah terdampak agar segera melaporkan ke kabupaten melalui dinas pertanian dan provinsi melalui Dinas TPHBUN,” ujarnya.
Ia juga mengimbau setiap laporan dilengkapi informasi yang memadai, mulai dari lokasi terdampak, dokumentasi kondisi lahan, hingga informasi mengenai sumber air maupun potensi lokasi sumur bor.
Selain pengerahan pompa air, Pemprov Sulsel juga menyiapkan bantuan sumur bor dengan prioritas pada lahan persawahan yang mengalami kekeringan pada musim tanam.
“Kami harap laporan dengan menyertakan lokasi, foto kondisi dan sumber air maupun potensi sumur bor. Tim provinsi akan menindaklanjuti melalui survei dan geolistrik untuk bor dan lainnya menurut kesiapsiagaan yang dimiliki,” jelasnya.
Upaya ini terus dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak lain dari musim kemarau, termasuk ancaman kebakaran hutan dan lahan, dengan menyiagakan personel dan sumber daya penanganan di wilayah yang dinilai rawan.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, hingga saat ini terdapat lima daerah yang telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan. Kelima daerah tersebut yakni Kota Makassar, Parepare, Pinrang, Enrekang dan Selayar.
(GUS)
Berita Terkait
News
OJK, LPS, dan Pemprov Sulsel Gaungkan Gerakan Cinta Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersinergi melalui Gerakan Masyarakat (Germas) Anti Mager Cinta Keuangan Syariah.
Selasa, 03 Nov 2026 20:13
Ekbis
Mayoritas Daerah di Sulsel Mulai Beralih ke Perbankan Syariah
Sebanyak 21 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan telah mengalihkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke layanan perbankan syariah.
Selasa, 03 Nov 2026 09:52
Ekbis
Aset Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Luncurkan Cetak Biru Keuangan Syariah
OJK meluncurkan Cetak Biru Pengembangan dan Penguatan Keuangan Syariah sebagai arah baru untuk mempercepat pertumbuhan industri keuangan syariah nasional.
Senin, 02 Nov 2026 16:38
News
Gubernur Sulsel Sudah Koordinasi untuk Perbaikan Jalan Samping Tol Sutami
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, merespons kerusakan jalan di sepanjang sisi Tol Ir Sutami, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, yang menjadi keluhan masyarakat.
Kamis, 29 Okt 2026 16:14
News
Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mengapresiasi penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan. Apresiasi tersebut disampaikan saat Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda bertema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-cita” di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (28/10/2026).
Rabu, 28 Okt 2026 18:26
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut HUT Ke-419, Pemkot Makassar Gelar CSR Expo Selama 3 Hari
2
AI dan Hoaks Keagamaan: Ketika Teknologi Diuji oleh Kearifan Lokal
3
Semen Tonasa Gandeng BULOG, Sediakan 580 Paket Sembako Murah
4
Tamsil Linrung Apresiasi Ketegasan Kapolri Suyudi Kasus Penyadapan, Penegakan Hukum Tak Boleh Pandang Bulu
5
Soliditas Tanpa Celah, Golkar Sulsel Jaga Barisan Lawan Wacana Munaslub
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut HUT Ke-419, Pemkot Makassar Gelar CSR Expo Selama 3 Hari
2
AI dan Hoaks Keagamaan: Ketika Teknologi Diuji oleh Kearifan Lokal
3
Semen Tonasa Gandeng BULOG, Sediakan 580 Paket Sembako Murah
4
Tamsil Linrung Apresiasi Ketegasan Kapolri Suyudi Kasus Penyadapan, Penegakan Hukum Tak Boleh Pandang Bulu
5
Soliditas Tanpa Celah, Golkar Sulsel Jaga Barisan Lawan Wacana Munaslub