Pelindo Regional 4 Perkuat Sinergi Stakeholder Dukung Transformasi Pelabuhan Makassar
Rabu, 23 Sep 2026 09:34
Pelindo Regional 4 memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan melalui Sharing with Stakeholder di Sevara Cafe, Makassar, Selasa (22/9/2026). Foto/IST
MAKASSAR - Transformasi di tubuh Pelindo membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem kepelabuhanan agar perubahan organisasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan. Untuk itu, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan melalui Sharing with Stakeholder di Sevara Cafe, Makassar, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema Transformasi Pelindo Group, khususnya Penataan Peta Peran Korporasi dan Streamlining, tersebut menjadi ruang dialog antara manajemen Pelindo dan stakeholder di lingkungan Pelabuhan Makassar.
Forum itu dimanfaatkan untuk bertukar pandangan, menyampaikan masukan, sekaligus menyelaraskan pemahaman mengenai arah transformasi Pelindo Group dan implikasinya terhadap operasional serta pelayanan kepelabuhanan.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengatakan dukungan dan sinergi stakeholder menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan transformasi perusahaan. Karena itu, komunikasi terbuka perlu terus dibangun agar setiap perubahan dapat dipahami dan dijalankan secara bersama-sama.
“Transformasi yang dilakukan Pelindo tidak hanya berkaitan dengan penataan internal perusahaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa,” ujar Abdul Azis.
Menurut dia, Penataan Peta Peran Korporasi dan Streamlining merupakan bagian dari langkah strategis untuk membangun organisasi yang lebih efektif dan adaptif dalam menghadapi perkembangan industri kepelabuhanan dan logistik.
“Inisiatif ini juga sejalan dengan agenda transformasi Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN untuk menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Kami berharap proses transformasi ini semakin memperkuat peran Pelindo dalam mendukung konektivitas dan kelancaran arus logistik,” tuturnya.
Abdul Azis menambahkan, keterlibatan stakeholder juga dibutuhkan untuk menjaga kelancaran operasional dan pelayanan di Pelabuhan Makassar. Berbagai masukan yang muncul dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
“Pelabuhan merupakan sebuah ekosistem yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.
Sharing with Stakeholder merupakan program rutin tahunan Manajemen Pelindo Regional 4. Selain menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan perkembangan perusahaan, forum tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, gagasan, dan masukan antara manajemen Pelindo Group dengan para pemangku kepentingan.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, mengatakan komunikasi yang berkesinambungan dengan stakeholder diperlukan untuk memastikan kegiatan operasional pelabuhan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
“Setiap instansi dan asosiasi memiliki peran yang saling berkaitan dalam mendukung aktivitas di pelabuhan. Melalui kegiatan ini, berbagai hal yang berkaitan dengan pelayanan dan operasional dapat didiskusikan secara langsung sehingga koordinasi di lapangan menjadi semakin baik,” ujar Yusida.
Menurut dia, forum tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Pelindo untuk mendengar aspirasi dari instansi pemerintah, aparat penegak hukum, pengguna jasa, dan asosiasi yang beraktivitas di lingkungan Pelabuhan Makassar.
“Kami berharap kebersamaan yang selama ini telah terjalin dapat terus diperkuat. Dengan koordinasi yang baik, berbagai tantangan operasional dapat diselesaikan secara cepat dan tepat, sehingga pelayanan kepada pengguna jasa tetap terjaga,” ucapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar, Kejaksaan Negeri Makassar, Polres Pelabuhan Makassar, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan, Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Makassar, PT PELNI Cabang Makassar, Polsek Kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta, Polsek Kawasan Paotere, Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Pelabuhan Makassar, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe B Makassar, serta Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar.
Dari unsur asosiasi, hadir Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Sulawesi Selatan dan Barat Yodi Nalendra, Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Makassar Capt. Zulkifli Zahril, serta perwakilan DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sulawesi Selatan dan DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sulawesi Selatan dan Barat.
Kegiatan yang mengangkat tema Transformasi Pelindo Group, khususnya Penataan Peta Peran Korporasi dan Streamlining, tersebut menjadi ruang dialog antara manajemen Pelindo dan stakeholder di lingkungan Pelabuhan Makassar.
Forum itu dimanfaatkan untuk bertukar pandangan, menyampaikan masukan, sekaligus menyelaraskan pemahaman mengenai arah transformasi Pelindo Group dan implikasinya terhadap operasional serta pelayanan kepelabuhanan.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengatakan dukungan dan sinergi stakeholder menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan transformasi perusahaan. Karena itu, komunikasi terbuka perlu terus dibangun agar setiap perubahan dapat dipahami dan dijalankan secara bersama-sama.
“Transformasi yang dilakukan Pelindo tidak hanya berkaitan dengan penataan internal perusahaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa,” ujar Abdul Azis.
Menurut dia, Penataan Peta Peran Korporasi dan Streamlining merupakan bagian dari langkah strategis untuk membangun organisasi yang lebih efektif dan adaptif dalam menghadapi perkembangan industri kepelabuhanan dan logistik.
“Inisiatif ini juga sejalan dengan agenda transformasi Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN untuk menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Kami berharap proses transformasi ini semakin memperkuat peran Pelindo dalam mendukung konektivitas dan kelancaran arus logistik,” tuturnya.
Abdul Azis menambahkan, keterlibatan stakeholder juga dibutuhkan untuk menjaga kelancaran operasional dan pelayanan di Pelabuhan Makassar. Berbagai masukan yang muncul dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
“Pelabuhan merupakan sebuah ekosistem yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.
Sharing with Stakeholder merupakan program rutin tahunan Manajemen Pelindo Regional 4. Selain menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan perkembangan perusahaan, forum tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, gagasan, dan masukan antara manajemen Pelindo Group dengan para pemangku kepentingan.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, mengatakan komunikasi yang berkesinambungan dengan stakeholder diperlukan untuk memastikan kegiatan operasional pelabuhan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
“Setiap instansi dan asosiasi memiliki peran yang saling berkaitan dalam mendukung aktivitas di pelabuhan. Melalui kegiatan ini, berbagai hal yang berkaitan dengan pelayanan dan operasional dapat didiskusikan secara langsung sehingga koordinasi di lapangan menjadi semakin baik,” ujar Yusida.
Menurut dia, forum tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Pelindo untuk mendengar aspirasi dari instansi pemerintah, aparat penegak hukum, pengguna jasa, dan asosiasi yang beraktivitas di lingkungan Pelabuhan Makassar.
“Kami berharap kebersamaan yang selama ini telah terjalin dapat terus diperkuat. Dengan koordinasi yang baik, berbagai tantangan operasional dapat diselesaikan secara cepat dan tepat, sehingga pelayanan kepada pengguna jasa tetap terjaga,” ucapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar, Kejaksaan Negeri Makassar, Polres Pelabuhan Makassar, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan, Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Makassar, PT PELNI Cabang Makassar, Polsek Kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta, Polsek Kawasan Paotere, Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Pelabuhan Makassar, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe B Makassar, serta Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar.
Dari unsur asosiasi, hadir Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Sulawesi Selatan dan Barat Yodi Nalendra, Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Makassar Capt. Zulkifli Zahril, serta perwakilan DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sulawesi Selatan dan DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sulawesi Selatan dan Barat.
(TRI)
Berita Terkait
News
Hadapi Transformasi, Pelindo Regional 4 Dorong Budaya Dialog Bersama Pegawai
Di tengah transformasi Pelindo Group, keterlibatan pegawai menjadi bagian penting untuk memastikan setiap perubahan dapat dipahami dan diterapkan secara konsisten.
Selasa, 22 Sep 2026 17:54
Ekbis
IPCM Perluas Peta Bisnis Maritim, Bidik Kawasan Industri hingga Indonesia Timur
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) terus membuka peluang untuk ekspansi bisnis maritim dengan memperluas wilayah operasional, bahkan ke Indonesia Timur.
Selasa, 22 Sep 2026 07:46
News
Komisi V DPR Tinjau Pelabuhan Makassar, Dorong Layanan Makin Andal
Komisi V DPR RI meninjau langsung kesiapan keselamatan, keamanan, serta kualitas pelayanan di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan.
Sabtu, 19 Sep 2026 12:23
Ekbis
Dorong Green Port, Pelindo Resmikan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok
Pelindo resmi meluncurkan fasilitas Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Jum'at, 18 Sep 2026 15:03
Ekbis
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen Per Agustus 2026
Pertumbuhan sektor penumpang menjadi penopang utama dengan lonjakan mencapai 12,9 persen secara tahunan, yakni dari 5,33 juta orang menjadi 6,02 juta orang.
Jum'at, 18 Sep 2026 08:59
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Matangkan Pelaksanaan SKD Poltekpin 2026, 132 Peserta Siap Ikuti Seleksi
2
PJM Tingkatkan SDM Pandu, Perkuat Keselamatan dan Keandalan Pelayaran
3
Gandeng Tiga Bank, Perumahan Subsidi Alexandria City Moncongloe Gelar Akad Massal 250 User
4
FSIKP UMI Gelar Kick-Off BIPA untuk Mahasiswa Internasional
5
Bukan Cuma Jago Prompting, Telkomsel Ungkap Talenta yang Dibutuhkan di Era AI
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Matangkan Pelaksanaan SKD Poltekpin 2026, 132 Peserta Siap Ikuti Seleksi
2
PJM Tingkatkan SDM Pandu, Perkuat Keselamatan dan Keandalan Pelayaran
3
Gandeng Tiga Bank, Perumahan Subsidi Alexandria City Moncongloe Gelar Akad Massal 250 User
4
FSIKP UMI Gelar Kick-Off BIPA untuk Mahasiswa Internasional
5
Bukan Cuma Jago Prompting, Telkomsel Ungkap Talenta yang Dibutuhkan di Era AI