Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya HSSE Lewat Pelatihan Tanggap Darurat
Kamis, 22 Okt 2026 20:18
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menggelar workshop dan pelatihan tanggap darurat bersama PT Bina Inti Celebes di Makassar, Kamis (22/10/2026). Foto/Istimewa
MAKASSAR - Kesiapan menghadapi keadaan darurat menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pekerja dan kelancaran operasional pelabuhan. Untuk memperkuat kemampuan tersebut, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menggelar workshop dan pelatihan tanggap darurat bersama PT Bina Inti Celebes di Makassar, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pelindo Regional 4 itu diikuti 36 peserta dari lingkungan Pelindo Group dan mitra kerja. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sekaligus membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan dan pencegahan risiko.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Akhirman, mengatakan penerapan HSSE harus menjadi bagian dari setiap aktivitas operasional perusahaan. Menurutnya, keselamatan tidak cukup diwujudkan melalui pemenuhan standar dan prosedur, tetapi juga perlu didukung kesadaran serta kesiapan setiap personel dalam menghadapi potensi bahaya.
“Keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban, melainkan komitmen yang harus melekat dalam setiap aktivitas perusahaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh personel memiliki kesiapan, kompetensi, dan kemampuan merespons berbagai potensi keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Akhirman.
Dia menjelaskan, aktivitas kepelabuhanan memiliki karakteristik operasional yang dinamis sehingga membutuhkan kesiapsiagaan seluruh pekerja. Kemampuan mengenali potensi bahaya, memahami prosedur penanganan darurat, dan mengambil tindakan yang tepat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko.
Karena itu, pelatihan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kompetensi personel sekaligus memperkuat sistem keselamatan di lingkungan kerja. Dengan kesiapan yang memadai, potensi gangguan terhadap aktivitas operasional dapat diantisipasi dan ditangani secara lebih efektif.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap pekerja dan mitra kerja harus memahami peran masing-masing, sehingga ketika menghadapi situasi darurat, seluruh pihak mampu bertindak secara efektif dan saling mendukung,” kata Akhirman.
Menurutnya, budaya HSSE juga berkaitan erat dengan kualitas pelayanan kepelabuhanan. Lingkungan kerja yang aman dan personel yang sigap menghadapi keadaan darurat menjadi fondasi bagi operasional pelabuhan yang andal, produktif, dan berkelanjutan.
Komisaris PT Bina Inti Celebes, Sulaiman, menilai pelatihan tanggap darurat penting untuk meningkatkan keterampilan personel dalam menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan segera. Selain pemahaman prosedur keselamatan, peserta juga perlu memiliki kemampuan mengambil keputusan dan berkoordinasi secara tepat.
“Dalam kondisi darurat, kesiapan personel menjadi faktor yang sangat menentukan. Pengetahuan mengenai prosedur keselamatan harus diimbangi dengan keterampilan dan kemampuan mengambil tindakan secara cepat dan tepat agar potensi dampak terhadap manusia, fasilitas, maupun lingkungan dapat diminimalkan,” ujar Sulaiman.
Dia menambahkan, keterlibatan pekerja dari berbagai unit perusahaan dan mitra kerja dapat membangun kesamaan pemahaman dalam menghadapi keadaan darurat. Dengan demikian, setiap pihak diharapkan mengetahui peran dan tanggung jawabnya saat terjadi insiden.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari sehingga terbentuk lingkungan kerja yang semakin siap, aman, dan tangguh menghadapi berbagai risiko,” katanya.
Dari total 36 peserta, sebanyak 25 orang berasal dari Pelindo Regional 4, tiga orang dari PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), serta masing-masing dua orang dari PT Pelindo Multi Terminal (PMT), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), Bank Mandiri, dan tenant kantin di lingkungan Pelindo Regional 4.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan semakin memahami prosedur tanggap darurat, pembagian peran, dan langkah penanganan yang diperlukan ketika menghadapi risiko di lingkungan kerja. Pemahaman tersebut diharapkan mendukung respons yang lebih cepat, terarah, dan terkoordinasi.
Pelindo Regional 4 berkomitmen memperkuat penerapan HSSE secara konsisten dan berkelanjutan. Upaya ini menempatkan keselamatan pekerja, mitra kerja, perlindungan fasilitas, dan kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dari operasional perusahaan, sekaligus mendukung keandalan layanan kepelabuhanan di kawasan Indonesia Timur.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pelindo Regional 4 itu diikuti 36 peserta dari lingkungan Pelindo Group dan mitra kerja. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sekaligus membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan dan pencegahan risiko.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Akhirman, mengatakan penerapan HSSE harus menjadi bagian dari setiap aktivitas operasional perusahaan. Menurutnya, keselamatan tidak cukup diwujudkan melalui pemenuhan standar dan prosedur, tetapi juga perlu didukung kesadaran serta kesiapan setiap personel dalam menghadapi potensi bahaya.
“Keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban, melainkan komitmen yang harus melekat dalam setiap aktivitas perusahaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh personel memiliki kesiapan, kompetensi, dan kemampuan merespons berbagai potensi keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Akhirman.
Dia menjelaskan, aktivitas kepelabuhanan memiliki karakteristik operasional yang dinamis sehingga membutuhkan kesiapsiagaan seluruh pekerja. Kemampuan mengenali potensi bahaya, memahami prosedur penanganan darurat, dan mengambil tindakan yang tepat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko.
Karena itu, pelatihan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kompetensi personel sekaligus memperkuat sistem keselamatan di lingkungan kerja. Dengan kesiapan yang memadai, potensi gangguan terhadap aktivitas operasional dapat diantisipasi dan ditangani secara lebih efektif.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap pekerja dan mitra kerja harus memahami peran masing-masing, sehingga ketika menghadapi situasi darurat, seluruh pihak mampu bertindak secara efektif dan saling mendukung,” kata Akhirman.
Menurutnya, budaya HSSE juga berkaitan erat dengan kualitas pelayanan kepelabuhanan. Lingkungan kerja yang aman dan personel yang sigap menghadapi keadaan darurat menjadi fondasi bagi operasional pelabuhan yang andal, produktif, dan berkelanjutan.
Komisaris PT Bina Inti Celebes, Sulaiman, menilai pelatihan tanggap darurat penting untuk meningkatkan keterampilan personel dalam menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan segera. Selain pemahaman prosedur keselamatan, peserta juga perlu memiliki kemampuan mengambil keputusan dan berkoordinasi secara tepat.
“Dalam kondisi darurat, kesiapan personel menjadi faktor yang sangat menentukan. Pengetahuan mengenai prosedur keselamatan harus diimbangi dengan keterampilan dan kemampuan mengambil tindakan secara cepat dan tepat agar potensi dampak terhadap manusia, fasilitas, maupun lingkungan dapat diminimalkan,” ujar Sulaiman.
Dia menambahkan, keterlibatan pekerja dari berbagai unit perusahaan dan mitra kerja dapat membangun kesamaan pemahaman dalam menghadapi keadaan darurat. Dengan demikian, setiap pihak diharapkan mengetahui peran dan tanggung jawabnya saat terjadi insiden.
“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari sehingga terbentuk lingkungan kerja yang semakin siap, aman, dan tangguh menghadapi berbagai risiko,” katanya.
Dari total 36 peserta, sebanyak 25 orang berasal dari Pelindo Regional 4, tiga orang dari PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), serta masing-masing dua orang dari PT Pelindo Multi Terminal (PMT), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), Bank Mandiri, dan tenant kantin di lingkungan Pelindo Regional 4.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan semakin memahami prosedur tanggap darurat, pembagian peran, dan langkah penanganan yang diperlukan ketika menghadapi risiko di lingkungan kerja. Pemahaman tersebut diharapkan mendukung respons yang lebih cepat, terarah, dan terkoordinasi.
Pelindo Regional 4 berkomitmen memperkuat penerapan HSSE secara konsisten dan berkelanjutan. Upaya ini menempatkan keselamatan pekerja, mitra kerja, perlindungan fasilitas, dan kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dari operasional perusahaan, sekaligus mendukung keandalan layanan kepelabuhanan di kawasan Indonesia Timur.
(TRI)
Berita Terkait
News
Pelindo Salurkan Material Bangunan untuk Korban Kebakaran di Makassar
Warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Makassar, mendapat bantuan material bangunan dari PT Pelabuhan Indonesia Regional 4.
Senin, 19 Okt 2026 19:36
Ekbis
Pelabuhan Parepare Catat Kenaikan Arus Penumpang dan Peti Kemas
Berdasarkan data trafik konsolidasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Parepare, arus penumpang mencapai 741.759 orang atau meningkat 18%.
Kamis, 15 Okt 2026 14:59
Ekbis
Pelindo Aktifkan Kembali Layanan STS Nipa, Perkuat Posisi Indonesia di Jalur Global
Pelindo kembali melayani kegiatan pemindahan muatan antarkapal (ship-to-ship/STS) di Nipa Transhipment Anchorage Area (NTAA), Batam, Kepulauan Riau, sejak 9 Oktober 2026.
Selasa, 13 Okt 2026 11:10
News
Executive Director 4 Pelindo Ulas Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di Unhas
Hukum tidak hanya menjadi landasan kepatuhan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan kepercayaan publik terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Minggu, 11 Okt 2026 17:26
News
Pelayanan Makin Berkualitas, Dua Terminal Pelindo Regional 4 Raih P-TEC 2026
Dua terminal yang dikelola oleh Pelindo Regional 4 berhasil meraih penghargaan dalam ajang Passenger Terminal Excellence Competition (P-TEC) 2026.
Selasa, 06 Okt 2026 12:56
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Polda Sulsel Bongkar Perekrutan PMI Ilegal, Korban Setor Rp20 Juta
2
Serahkan Dukungan, DPD Sempurnakan Langkah Appi Maju di Musda Demokrat Sulsel
3
Prof Hasmyati Sebut Kemajuan UNM Butuh Kepercayaan dan Kekuatan Internal Kampus
4
Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari di Gowa, Korban Sudah Kritis 6 Hari
5
FIFGROUP Makassar Perkuat Budaya Keselamatan Berkendara Karyawan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Polda Sulsel Bongkar Perekrutan PMI Ilegal, Korban Setor Rp20 Juta
2
Serahkan Dukungan, DPD Sempurnakan Langkah Appi Maju di Musda Demokrat Sulsel
3
Prof Hasmyati Sebut Kemajuan UNM Butuh Kepercayaan dan Kekuatan Internal Kampus
4
Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari di Gowa, Korban Sudah Kritis 6 Hari
5
FIFGROUP Makassar Perkuat Budaya Keselamatan Berkendara Karyawan