PLTM Salu Noling Kantongi SLO, Selangkah Menuju Operasi Komersial
Kamis, 13 Agu 2026 09:59
PLTM Salu Noling berkapasitas 2×5 megawatt (MW) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, segera beroperasi setelah resmi mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk Unit 1 dan Unit 2. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Salu Noling berkapasitas 2×5 megawatt (MW) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, resmi mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk Unit 1 dan Unit 2. Capaian tersebut menjadi penanda bahwa kedua unit telah memenuhi persyaratan keselamatan ketenagalistrikan dan selangkah lagi menuju operasi komersial (Commercial Operation Date/COD).
SLO menjadi salah satu tahapan penting sebelum pembangkit beroperasi secara komersial. Dengan terpenuhinya persyaratan tersebut, PLTM Salu Noling diharapkan segera memasuki tahapan akhir menuju COD dan selanjutnya berkontribusi memasok energi bersih bagi sistem kelistrikan Sulawesi Selatan.
Berdasarkan sertifikat yang diterbitkan, PLTM Salu Noling Unit 1 memiliki kapasitas terpasang 5.800 kilowatt (kW) dengan kapasitas mampu netto 5.750 kW. Sementara Unit 2 memiliki kapasitas terpasang 5.800 kW dengan kapasitas mampu netto 5.787 kW.
Kedua SLO berlaku selama lima tahun, mulai 11 Agustus 2026 hingga 11 Agustus 2031, sepanjang ketentuan pengoperasian dan pemeliharaan instalasi tetap dipenuhi.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan perolehan SLO untuk kedua unit merupakan tonggak penting dalam rangkaian pembangunan PLTM Salu Noling.
“Perolehan Sertifikat Laik Operasi untuk kedua unit PLTM Salu Noling menunjukkan bahwa instalasi pembangkit telah memenuhi ketentuan keselamatan ketenagalistrikan dan dinyatakan laik operasi. Capaian ini menjadi milestone penting yang semakin mendekatkan PLTM Salu Noling menuju operasi komersial sehingga energi bersih yang dihasilkan nantinya dapat memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi Selatan,” ujar Aditya.
Perolehan SLO tersebut melanjutkan sejumlah tahapan yang sebelumnya telah diselesaikan PLN. Infrastruktur penyaluran berupa kubikel 20 kV untuk Unit 1 dan Unit 2 serta jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV sepanjang 52 kilometer telah selesai dienergikan. Kedua unit pembangkit juga telah berhasil disinkronkan dengan sistem kelistrikan PLN pada Juli 2026.
Menurut Aditya, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya PLN mengoptimalkan potensi energi terbarukan di dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Semangat Kemerdekaan RI juga kami maknai melalui upaya menghadirkan kemandirian dan ketahanan energi dengan mengoptimalkan potensi energi yang tersedia di dalam negeri. PLTM Salu Noling memanfaatkan potensi energi air menjadi sumber energi bersih dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan PLTM Salu Noling sejalan dengan Transformasi PLN 3.0, “Menggerakkan Kedaulatan Energi”, yang diarahkan untuk mendukung pertumbuhan, keberlanjutan, dan keamanan energi.
PLTM Salu Noling dikembangkan oleh PT Tiara Tirta Energi dengan memanfaatkan potensi energi air sebagai sumber pembangkitan. Kehadiran pembangkit ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mendukung keandalan pasokan listrik di Sulawesi Selatan.
Setelah SLO kedua unit diperoleh, PLN bersama pengembang akan melanjutkan pemenuhan seluruh tahapan dan persyaratan menuju COD. Jika telah beroperasi secara komersial, PLTM Salu Noling diharapkan menambah pasokan energi bersih bagi sistem kelistrikan Sulawesi Selatan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan percepatan transisi energi nasional.
SLO menjadi salah satu tahapan penting sebelum pembangkit beroperasi secara komersial. Dengan terpenuhinya persyaratan tersebut, PLTM Salu Noling diharapkan segera memasuki tahapan akhir menuju COD dan selanjutnya berkontribusi memasok energi bersih bagi sistem kelistrikan Sulawesi Selatan.
Berdasarkan sertifikat yang diterbitkan, PLTM Salu Noling Unit 1 memiliki kapasitas terpasang 5.800 kilowatt (kW) dengan kapasitas mampu netto 5.750 kW. Sementara Unit 2 memiliki kapasitas terpasang 5.800 kW dengan kapasitas mampu netto 5.787 kW.
Kedua SLO berlaku selama lima tahun, mulai 11 Agustus 2026 hingga 11 Agustus 2031, sepanjang ketentuan pengoperasian dan pemeliharaan instalasi tetap dipenuhi.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan perolehan SLO untuk kedua unit merupakan tonggak penting dalam rangkaian pembangunan PLTM Salu Noling.
“Perolehan Sertifikat Laik Operasi untuk kedua unit PLTM Salu Noling menunjukkan bahwa instalasi pembangkit telah memenuhi ketentuan keselamatan ketenagalistrikan dan dinyatakan laik operasi. Capaian ini menjadi milestone penting yang semakin mendekatkan PLTM Salu Noling menuju operasi komersial sehingga energi bersih yang dihasilkan nantinya dapat memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi Selatan,” ujar Aditya.
Perolehan SLO tersebut melanjutkan sejumlah tahapan yang sebelumnya telah diselesaikan PLN. Infrastruktur penyaluran berupa kubikel 20 kV untuk Unit 1 dan Unit 2 serta jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV sepanjang 52 kilometer telah selesai dienergikan. Kedua unit pembangkit juga telah berhasil disinkronkan dengan sistem kelistrikan PLN pada Juli 2026.
Menurut Aditya, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya PLN mengoptimalkan potensi energi terbarukan di dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Semangat Kemerdekaan RI juga kami maknai melalui upaya menghadirkan kemandirian dan ketahanan energi dengan mengoptimalkan potensi energi yang tersedia di dalam negeri. PLTM Salu Noling memanfaatkan potensi energi air menjadi sumber energi bersih dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan PLTM Salu Noling sejalan dengan Transformasi PLN 3.0, “Menggerakkan Kedaulatan Energi”, yang diarahkan untuk mendukung pertumbuhan, keberlanjutan, dan keamanan energi.
PLTM Salu Noling dikembangkan oleh PT Tiara Tirta Energi dengan memanfaatkan potensi energi air sebagai sumber pembangkitan. Kehadiran pembangkit ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mendukung keandalan pasokan listrik di Sulawesi Selatan.
Setelah SLO kedua unit diperoleh, PLN bersama pengembang akan melanjutkan pemenuhan seluruh tahapan dan persyaratan menuju COD. Jika telah beroperasi secara komersial, PLTM Salu Noling diharapkan menambah pasokan energi bersih bagi sistem kelistrikan Sulawesi Selatan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan percepatan transisi energi nasional.
(TRI)
Berita Terkait
News
Musdalub DPD SP PLN UIP Sulawesi Teguhkan Regenerasi & Soliditas Serikat Pekerja
Forum tersebut menetapkan Syamsul Arifin sebagai Ketua DPD SP PLN UIP Sulawesi terpilih setelah melalui rangkaian persidangan dan proses pemilihan sesuai tata tertib organisasi.
Minggu, 04 Okt 2026 12:26
News
Hari Kesaktian Pancasila Jadi Momentum PLN Perkuat Persatuan dan Kolaborasi
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi PLN untuk memperkuat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi dalam menjalankan tugas pelayanan kelistrikan.
Sabtu, 03 Okt 2026 08:59
News
Akses Air Bersih Diperkuat, PLN Siapkan Sumur Bor dan Tandon di Kaluku Bodoa
Untuk memperkuat akses sekaligus kesiapsiagaan menghadapi risiko kekeringan, PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mendukung penyediaan 12 sumur bor dan 17 tandon air yang menjangkau masyarakat di 51 RT.
Rabu, 30 Sep 2026 12:47
News
SK Hak Terbit, PLN Lanjutkan Sertifikasi Aset GITET 275 kV Kendari
Sebanyak 47 persil lahan yang menjadi bagian dari Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 275 kV Kendari kini memasuki tahap akhir proses legalisasi aset.
Jum'at, 25 Sep 2026 15:40
Ekbis
PLN Mulai First Stringing SUTT Bungku, Dorong Pertumbuhan Industri Morowali
PLN mulai melakukan penarikan konduktor perdana (first stringing) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Bungku-Pelanggan PT ACN di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Senin, 21 Sep 2026 12:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut IAS Malam-malam, Nirwan Arifuddin Diminta Jaga Kesolidan Golkar Bulukumba
2
Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah
3
Wali Kota Makassar Appi Selangkah Lagi Gabung Demokrat, Diajak Langsung Dewan Pakar DPP
4
Jelang Musda HKTI Sulsel, Sudaryono Makan Siang Bersama AIA dan Burhanuddin Andi
5
FIN Expo 2026 Jadi Momentum Perluas Akses & Literasi Keuangan Masyarakat Sulsel
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut IAS Malam-malam, Nirwan Arifuddin Diminta Jaga Kesolidan Golkar Bulukumba
2
Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah
3
Wali Kota Makassar Appi Selangkah Lagi Gabung Demokrat, Diajak Langsung Dewan Pakar DPP
4
Jelang Musda HKTI Sulsel, Sudaryono Makan Siang Bersama AIA dan Burhanuddin Andi
5
FIN Expo 2026 Jadi Momentum Perluas Akses & Literasi Keuangan Masyarakat Sulsel