Lemhannas Dorong Unhas Cetak SDM Unggul Indonesia Timur

Kamis, 13 Agu 2026 17:28
Lemhannas Dorong Unhas Cetak SDM Unggul Indonesia Timur
Gubernur Lemhannas RI, Dr. Ace Hasan Syadzily, bersama jajaran pimpinam Unhas, Kamis (13/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia, Dr. Ace Hasan Syadzily, menilai Universitas Hasanuddin (Unhas) memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, khususnya untuk kawasan Indonesia Timur.

Hal tersebut disampaikan Ace Hasan setelah mengikuti agenda Lemhannas Goes to Campus dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Program Pascasarjana dan Vokasi Unhas di Baruga Andi Pangeran Pettarani Unhas, Kamis (13/8/2026).

Ace Hasan menilai program pengenalan kehidupan kampus penting untuk membangun kesadaran mahasiswa mengenai perkembangan dan arah pendidikan tinggi.

"Program ini sangat strategis untuk membentuk satu kesadaran penting bagi mahasiswa baru Pascasarjana tentang bagaimana dunia pendidikan kita," jelasnya.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik dan teknokratis, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter kebangsaan.

"Selain untuk mencetak para peserta didik yang memiliki kemampuan teknokratis di bidangnya serta kecerdasan akademik, saya juga mengatakan pentingnya membentuk karakter kebangsaan," sebutnya.

Ia mengatakan tantangan pendidikan semakin besar di tengah dinamika geopolitik dan persaingan antarnegara. Karena itu, mahasiswa perlu memahami posisi Indonesia dalam peta global.

"Di tengah situasi geopolitik global yang ditandai dengan persaingan antarnegara, dunia pendidikan menjadi penting untuk menyadari bagaimana posisi Indonesia di tengah dinamika global tersebut," tambahnya.

Ace Hasan mengatakan Indonesia membutuhkan SDM unggul untuk mengelola sumber daya alam secara mandiri. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan SDM tersebut.

"Kita membutuhkan SDM yang unggul untuk dapat membentuk dan mengelola sumber daya alam kita yang melimpah, dengan dukungan perguruan tinggi yang tentu diharapkan akan mencetak SDM unggul tersebut. Sehingga, kita sebagai satu bangsa bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Tentu, dalam konteks itulah pentingnya ketahanan nasional," kata Ace Hasan.

Ia menilai pengelolaan SDM dan pemanfaatan bonus demografi menjadi faktor penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

"Apa yang menjadi harapan kita semua agar Indonesia bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045, itu hanya bisa kita wujudkan kalau kita bisa mengelola SDM hari ini sebagai bagian dari pemanfaatan bonus demografi yang dimiliki oleh bangsa kita," terangnya.

Ace Hasan secara khusus menyoroti posisi Unhas sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di kawasan Indonesia Timur.

"Universitas Hasanuddin Makassar memiliki peran strategis. Karena kita tahu bahwa sebagai universitas di kawasan Indonesia Timur yang terkemuka, penyediaan SDM unggul dengan kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia Timur ini. Tentu Unhas menjadi sangat penting dan strategis untuk mencetak SDM unggul di Indonesia Timur yang dapat memanfaatkan sumber daya alam kita," imbuhnya.

Ia juga mendorong perguruan tinggi mengambil peran dalam mendukung program hilirisasi di berbagai sektor, termasuk pertanian, kelautan, pertambangan, dan energi.

"Bagaimana mendukung program hilirisasi, terutama hilirisasi di sektor pertanian, kelautan, pertambangan, energi, dan berbagai sektor lainnya. Tentu kita berharap para lulusan perguruan tinggi ini akan menjadi pionir bagi kemajuan bangsa kita," harapnya.

Menurut Ace Hasan, berbagai prestasi yang telah diraih Unhas dapat menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing secara global.

"Dengan prestasi yang sekarang ini sudah diraih oleh Universitas Hasanuddin akan menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas lulusannya menjadi lulusan yang lebih kompetitif, berdaya saing, dan terus mengabdi yang terbaik bagi bangsa dan negara. Kira-kira begitu," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru