Hujan Abu Vulkanik, Ini Tips Aman Berkendara agar Tetap Selamat di Jalan

Selasa, 08 Sep 2026 11:24
Hujan Abu Vulkanik, Ini Tips Aman Berkendara agar Tetap Selamat di Jalan
Hujan abu vulkanik bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Foto/Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Hujan abu vulkanik bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Jarak pandang bisa berkurang, permukaan jalan menjadi licin, sementara partikel abu dapat mengganggu mata dan pernapasan pengendara.

Karena itu, pengendara disarankan menunda perjalanan apabila kondisi tidak mendesak. Namun, bagi mereka yang tetap harus berkendara, persiapan kendaraan dan perlengkapan pelindung perlu menjadi perhatian utama.

Persiapkan Diri dan Kendaraan
Sebelum berangkat, pastikan perlengkapan berkendara digunakan secara lengkap. Gunakan helm dengan visor tertutup untuk melindungi wajah dan mata dari paparan abu. Pengendara juga dapat menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus serta kacamata tambahan untuk membantu mengurangi risiko iritasi pada mata.

Kondisi visor helm juga perlu diperhatikan. Abu vulkanik yang menempel pada permukaannya dapat mengganggu pandangan. Hindari membersihkan visor secara sembarangan karena partikel abu yang bersifat abrasif berpotensi menggores permukaan visor dan membuat pandangan semakin terganggu.

Selain perlengkapan berkendara, kondisi kendaraan perlu diperiksa sebelum digunakan. Pastikan tekanan dan kondisi ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, serta mesin dalam kondisi baik.

Komponen yang berkaitan dengan sistem penyaring udara juga perlu mendapat perhatian. Abu vulkanik dapat masuk dan menumpuk pada bagian tersebut sehingga berpotensi memengaruhi kinerja kendaraan.

Sebelum memulai perjalanan, pengendara juga disarankan memantau informasi resmi terkait aktivitas gunung api, arah penyebaran abu, kondisi lalu lintas, serta kemungkinan adanya penutupan jalan.

Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak
Ketika harus berkendara di tengah hujan abu, kurangi kecepatan dan tingkatkan kewaspadaan. Abu yang menutupi permukaan jalan, terutama saat bercampur dengan air, dapat membuat jalan lebih licin dan mengurangi daya cengkeram ban.

Hindari manuver atau pengereman secara tiba-tiba. Kendalikan kendaraan dengan halus dan berikan jarak aman yang lebih lebar dengan kendaraan di depan untuk mengantisipasi kondisi jalan maupun jarak pandang yang berubah.

Jangan Memaksakan Diri Saat Kondisi Memburuk
Jika hujan abu dan asap semakin pekat hingga jarak pandang sangat terbatas, pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan.

Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, jaga jarak dengan kendaraan lain, kemudian cari lokasi yang aman untuk menepi. Selama abu masih pekat, hindari membuka visor helm agar mata dan wajah tidak terpapar secara langsung.

Periksa Kendaraan Setelah Terpapar Abu
Perhatian terhadap kendaraan tidak berhenti setelah pengendara tiba di tujuan. Kendaraan yang terpapar abu vulkanik perlu diperiksa, terutama pada bagian filter udara, sistem pengereman, rantai dan komponen bergerak, area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, serta ban dan area roda.

Jika terdapat penurunan performa setelah kendaraan terpapar abu, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan di AHASS terdekat.

Pada bagian bodi, hindari menggosok permukaan kendaraan ketika masih kering. Bersihkan terlebih dahulu menggunakan air secara hati-hati untuk mengurangi risiko goresan akibat sifat abrasif abu vulkanik.

Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengatakan pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri ketika terjadi hujan abu vulkanik.

Menurut dia, pengendara perlu memprediksi potensi bahaya sedini mungkin agar dapat melakukan antisipasi sebelum kondisi menjadi lebih berisiko.

“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara,” ujar Daniel.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru