Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan
Rabu, 16 Sep 2026 21:22
Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady, menilai rehabilitasi jaringan irigasi yang diinisiasi Pemprov Sulsel menjadi langkah penting dalam memperkuat sektor pertanian.
MAKASSAR - Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady, menilai rehabilitasi jaringan irigasi yang diinisiasi Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi menjadi langkah penting dalam memperkuat sektor pertanian.
Menurutnya, pembangunan jaringan irigasi melalui program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel ini memastikan ketersediaan air bagi persawahan petani, termasuk di sejumlah wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan jaringan pengairan.
“Di Kabupaten Jeneponto itu kami terus melakukan pembangunan jaringan irigasi, termasuk juga di Takalar, Gowa, dan beberapa daerah lain. Kalau Pemprov Sulsel membangun, maka akan baguslah pertanian kita ke depan dalam hal mewujudkan swasembada pangan,” kata Hamka, Rabu (16/9).
Hamka juga mendorong agar pembangunan infrastruktur dasar pertanian tersebut berjalan beriringan dengan modernisasi pertanian, baik melalui penggunaan alat dan mesin pertanian maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Karena kita tidak lagi berkutat dengan masalah dasar pertanian. Langkah Pak Gubernur ini, sekali lagi saya sampaikan, ini tepat dan berani. Ini bagus, ke depan kita tinggal dorong modernisasi alat pertaniannya dan SDM-nya,” jelasnya.
Menurut politisi Partai Golkar ini, pembangunan jaringan irigasi menjadi bagian penting dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional dan daerah.
“Irigasi yang baik membuat sawah petani teraliri air secara optimal. Lahan yang tadinya tadah hujan kini bisa teraliri air dengan baik. Hal ini tentu mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan petani,” pungkasnya.
Diketahui, rehabilitasi jaringan irigasi ini melayani 54.000 hektare sawah yang berada di Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Pangkep, Barru, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur. Total anggarannya sebesar Rp780 Miliar yang bersumber dari hasil efisiensi APBD Sulsel Tahun Anggaran 2025-2027.
Hingga kini, proses pembangunan terus dikebut. Data per 13 September 2026, progres keseluruhan pekerjaan rehabilitasi pada 39 daerah irigasi telah mencapai sekitar 17,8 persen sejak dimulai pada April 2026.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan, program recovery ini dilakukan lantaran mayoritas infrastruktur irigasi eksisting telah mengalami penurunan fungsi hingga tinggal tersisa 50 persen. Kerusakan pada bendung serta penyumbatan aliran kerap membuat pasokan air gagal mencapai area persawahan di tingkat hilir maupun tersier.
Penormalan jaringan irigasi ini diproyeksikan mampu mendongkrak Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas pertanian secara signifikan. Ketersediaan air memungkinkan para petani meningkatkan frekuensi masa tanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.
"Para petani bisa lima kali dalam dua tahun, atau tiga kali setahun, atau minimal dua kali setahun untuk bercocok tanam sampai panen," kata Andi Sudirman beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pembangunan jaringan irigasi melalui program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel ini memastikan ketersediaan air bagi persawahan petani, termasuk di sejumlah wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan jaringan pengairan.
“Di Kabupaten Jeneponto itu kami terus melakukan pembangunan jaringan irigasi, termasuk juga di Takalar, Gowa, dan beberapa daerah lain. Kalau Pemprov Sulsel membangun, maka akan baguslah pertanian kita ke depan dalam hal mewujudkan swasembada pangan,” kata Hamka, Rabu (16/9).
Hamka juga mendorong agar pembangunan infrastruktur dasar pertanian tersebut berjalan beriringan dengan modernisasi pertanian, baik melalui penggunaan alat dan mesin pertanian maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Karena kita tidak lagi berkutat dengan masalah dasar pertanian. Langkah Pak Gubernur ini, sekali lagi saya sampaikan, ini tepat dan berani. Ini bagus, ke depan kita tinggal dorong modernisasi alat pertaniannya dan SDM-nya,” jelasnya.
Menurut politisi Partai Golkar ini, pembangunan jaringan irigasi menjadi bagian penting dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional dan daerah.
“Irigasi yang baik membuat sawah petani teraliri air secara optimal. Lahan yang tadinya tadah hujan kini bisa teraliri air dengan baik. Hal ini tentu mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan petani,” pungkasnya.
Diketahui, rehabilitasi jaringan irigasi ini melayani 54.000 hektare sawah yang berada di Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Pangkep, Barru, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur. Total anggarannya sebesar Rp780 Miliar yang bersumber dari hasil efisiensi APBD Sulsel Tahun Anggaran 2025-2027.
Hingga kini, proses pembangunan terus dikebut. Data per 13 September 2026, progres keseluruhan pekerjaan rehabilitasi pada 39 daerah irigasi telah mencapai sekitar 17,8 persen sejak dimulai pada April 2026.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan, program recovery ini dilakukan lantaran mayoritas infrastruktur irigasi eksisting telah mengalami penurunan fungsi hingga tinggal tersisa 50 persen. Kerusakan pada bendung serta penyumbatan aliran kerap membuat pasokan air gagal mencapai area persawahan di tingkat hilir maupun tersier.
Penormalan jaringan irigasi ini diproyeksikan mampu mendongkrak Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas pertanian secara signifikan. Ketersediaan air memungkinkan para petani meningkatkan frekuensi masa tanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.
"Para petani bisa lima kali dalam dua tahun, atau tiga kali setahun, atau minimal dua kali setahun untuk bercocok tanam sampai panen," kata Andi Sudirman beberapa waktu lalu.
(GUS)
Berita Terkait
News
Andi Winarno Eka Putra Dilantik sebagai Pj Sekda Provinsi Sulsel
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Andi Winarno Eka Putra, sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan.
Senin, 05 Okt 2026 12:03
News
Aktivasi Serentak 480 SPPG 3T di Wilayah Timur Indonesia
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)
Jum'at, 02 Okt 2026 23:19
News
Gubernur Bekali Praja IPDN Sulsel tentang Integritas, Kejujuran dan Kerja Keras
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memberikan ceramah umum kepada para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa, Rabu (30/9/2026).
Kamis, 01 Okt 2026 11:06
News
Dari Pemprov hingga Pemerintah Pusat, Jejak 40 Tahun Pengabdian Jufri Rahman
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman akan memasuki masa purnabakti sebagai aparatur sipil negara (ASN) pada 1 Oktober 2026.
Kamis, 01 Okt 2026 11:02
News
Usai Drainase Rampung, 800 Meter Jalan Aroepala Makassar Diaspal Lapis Kedua
Sebagian Jalan Aroepala di Kota Makassar akan kembali diaspal melalui program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pengaspalan lapis kedua ini akan dilakukan usai pengerjaan drainase rampung.
Kamis, 01 Okt 2026 10:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Darmawangsyah Muin Terpilih Ketua HKTI Gowa, Didampingi LBK dan Idris Rate
3
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
4
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
5
Penikaman di Pantai Seta-seta Tewaskan Satu Warga, Polisi Amankan Terduga Pelaku
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Darmawangsyah Muin Terpilih Ketua HKTI Gowa, Didampingi LBK dan Idris Rate
3
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
4
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
5
Penikaman di Pantai Seta-seta Tewaskan Satu Warga, Polisi Amankan Terduga Pelaku